Gas Elpiji 3 Kg Langka di Sungai Penuh

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 26 Februari 2026 - 22:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

SUNGAI PENUH – Dalam sepekan terakhir, masyarakat di Kota Sungai Penuh kesulitan mendapatkan gas elpiji subsidi 3 kilogram. Kelangkaan tersebut muncul di sejumlah pangkalan dan pengecer.

Akibat kondisi itu, aktivitas rumah tangga dan usaha kecil ikut terganggu. Banyak ibu rumah tangga, pemilik kafe, pedagang gorengan, serta pelaku usaha kuliner membutuhkan gas elpiji 3 kg untuk memasak setiap hari.

Salah seorang ibu rumah tangga, Eni, mengaku sudah beberapa hari mencari gas elpiji di sejumlah tempat. Namun, ia belum menemukan gas tersebut dengan mudah.

“Sudah hampir seminggu gas elpiji 3 kg sulit didapat. Kami harus berkeliling ke beberapa tempat, tetapi tetap susah,” ujarnya.

Baca Juga :  Wawako Sungai Penuh Lepas Pawai Tarhib Ramadhan 1447 H

Selain itu, Eni berharap pemerintah segera mengatasi kelangkaan tersebut. Menurutnya, masyarakat kecil sangat bergantung pada gas subsidi untuk kebutuhan memasak sehari-hari.

Warga Minta Pemerintah Bertindak

Keluhan serupa juga datang dari warga lain, Sri. Ia menilai kelangkaan gas elpiji menambah beban masyarakat berpenghasilan rendah.

Selain rumah tangga, pelaku usaha mikro juga merasakan dampaknya. Mereka membutuhkan gas elpiji untuk menjalankan usaha setiap hari.

“Kalau gas susah didapat, kami harus mencari alternatif lain yang lebih mahal. Tentu ini menambah beban ekonomi,” kata Sri, Senin (23/2/2026).

Karena itu, Sri meminta pemerintah daerah dan pihak terkait segera mengambil langkah konkret. Ia berharap pemerintah menormalkan pasokan gas elpiji dalam waktu dekat.

Baca Juga :  Sungai Penuh Perkuat Infrastruktur dan Atasi Banjir

Pembelian Borongan Picu Kelangkaan

Sementara itu, hasil penelusuran di beberapa agen gas menunjukkan adanya pembelian dalam jumlah besar. Kondisi ini memicu kelangkaan gas di tingkat masyarakat.

Seorang agen elpiji mengatakan sebagian pembeli mengambil gas dalam jumlah banyak saat stok baru datang.

“Kalau gas datang, ada yang langsung membeli sampai lima tabung sekaligus. Akibatnya stok cepat habis,” ungkapnya.

Karena itu, warga meminta pemerintah meningkatkan pengawasan distribusi gas elpiji 3 kg. Dengan langkah tersebut, pemerintah dapat menyalurkan gas subsidi secara lebih merata dan tepat sasaran.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

Delapan Jabatan Eselon II Pemkot Sungai Penuh Masih Kosong, Kapan Buka Seleksi?
Uji Laboratorium Pupuk Subsidi Sungai Penuh Dimulai, Pemerintah Telusuri Perbedaan Fisik yang Dikeluhkan Petani
Polemik SPMB Berakhir, 14 Siswa Pondok Tinggi Akhirnya Diterima di SMA Negeri 2 Sungai Penuh
Petani Sungai Penuh Curiga Kualitas Pupuk Subsidi Bermasalah, Hasil Uji Sederhana Bikin Resah
SPMB SMA Negeri 2 Sungai Penuh Jadi Sorotan, Hardizal Minta Gubernur Jambi Turun Tangan
Kasus PIP STKIP Muhammadiyah Sungai Penuh Terus Bergulir, Polres Kerinci Tunggu Hasil Audit PP Muhammadiyah
Kabar Gembira, Pemdes Srimenanti Sungai Penuh Gulirkan Beasiswa Siswa SD, Orang Tua Segera Siapkan Berkas Sebelum 3 Juli
Gaji ke-13, TPP hingga Dana Desa Masih Dinanti, Apa yang Terjadi di Sungai Penuh?
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 5 Juli 2026 - 20:37 WIB

Delapan Jabatan Eselon II Pemkot Sungai Penuh Masih Kosong, Kapan Buka Seleksi?

Jumat, 3 Juli 2026 - 23:11 WIB

Uji Laboratorium Pupuk Subsidi Sungai Penuh Dimulai, Pemerintah Telusuri Perbedaan Fisik yang Dikeluhkan Petani

Jumat, 3 Juli 2026 - 21:00 WIB

Polemik SPMB Berakhir, 14 Siswa Pondok Tinggi Akhirnya Diterima di SMA Negeri 2 Sungai Penuh

Jumat, 3 Juli 2026 - 12:00 WIB

Petani Sungai Penuh Curiga Kualitas Pupuk Subsidi Bermasalah, Hasil Uji Sederhana Bikin Resah

Kamis, 2 Juli 2026 - 21:10 WIB

SPMB SMA Negeri 2 Sungai Penuh Jadi Sorotan, Hardizal Minta Gubernur Jambi Turun Tangan

Berita Terbaru