BUMI Caplok Loyal Metals Rp977 Miliar, Perkuat Ekspansi Tambang di Australia

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 29 April 2026 - 07:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

JAKARTA – PT Bumi Resources Tbk (BUMI) bergerak agresif memperluas bisnis tambang di luar negeri. Perusahaan milik Grup Bakrie itu sepakat mengakuisisi perusahaan tambang asal Australia, Loyal Metals Ltd, dengan nilai transaksi mencapai AU$79,1 juta atau sekitar Rp977 miliar.

Langkah ini langsung menarik perhatian pasar karena BUMI menawarkan harga jauh di atas harga pasar saham Loyal Metals.

BUMI Tawarkan Premi Tinggi hingga 49 Persen

Loyal Metals mengonfirmasi kesepakatan akuisisi tersebut melalui Scheme Implementation Deed (SID) dengan BUMI. Dalam kesepakatan itu, BUMI menawarkan harga akuisisi dengan premi tinggi.

Manajemen Loyal Metals menyebut BUMI memberikan premi sekitar 40,6 persen dibandingkan harga penutupan terakhir saham perusahaan. Bahkan, jika dibandingkan dengan rata-rata harga tertimbang volume 10 hari, premi mencapai 49,6 persen.

Direktur Utama Loyal Metals, Adam Ritchie, menegaskan angka tersebut menunjukkan nilai strategis perusahaan di mata BUMI. Ia menyampaikan informasi itu kepada otoritas pasar Australia pada Senin (27/4/2026).

Baca Juga :  Oki Ramadhana Calon Dirut BEI 2026–2030, Didukung Danantara

Skema Akuisisi Pakai Mekanisme Scheme of Arrangement

BUMI dan Loyal Metals sepakat menjalankan transaksi melalui mekanisme scheme of arrangement, salah satu metode akuisisi yang umum di pasar modal Australia.

Dengan skema ini, kedua pihak mengikat kesepakatan resmi sebelum proses pengambilalihan berjalan. Selanjutnya, pemegang saham Loyal Metals harus memberikan persetujuan dalam rapat umum pemegang saham.

Loyal Metals akan menggelar rapat pemegang saham pada awal Agustus 2026. Perusahaan membutuhkan dukungan minimal 75 persen suara sah agar transaksi bisa berlanjut.

Target Rampung Agustus 2026

Loyal Metals menargetkan pengajuan dokumen skema ke Australian Securities and Investments Commission (ASIC) pada pertengahan Juni 2026.

Jika semua berjalan sesuai rencana, proses akuisisi akan efektif pada Agustus 2026 setelah mendapatkan persetujuan regulator dan pemegang saham.

Pendiri sekaligus Chairman Loyal Metals, Peretz Schapiro, menyatakan dukungan penuh terhadap kesepakatan ini. Ia bahkan mendorong pemegang saham untuk menyetujui akuisisi tersebut.

“Atas nama dewan direksi, kami secara bulat merekomendasikan pemegang saham menyetujui skema ini,” ujar Schapiro.

Baca Juga :  RMKO Tetapkan Harga Rights Issue Rp 350 per Saham, Target Dana Rp 159,9 Miliar

Fokus Bisnis ke Tembaga dan Mineral Kritis

Loyal Metals saat ini tengah mengubah fokus bisnisnya. Perusahaan tidak lagi hanya mengandalkan emas, tetapi memperluas ke sektor tembaga dan mineral kritis.

Salah satu aset utama mereka adalah Highway Reward Copper Gold Mine di Australia, yang menjadi proyek revitalisasi utama perusahaan.

Perusahaan juga mencatat total aset sebesar AU$26,57 juta pada akhir 2025, dengan ekuitas mencapai AU$24 juta.

BUMI Perkuat Ekspansi Global

Akuisisi ini menegaskan strategi BUMI dalam memperkuat portofolio tambang di luar negeri, terutama di sektor mineral strategis.

Langkah tersebut juga memperlihatkan ambisi BUMI memperbesar eksposur di komoditas masa depan seperti tembaga, yang banyak digunakan dalam industri energi dan teknologi.

Jika transaksi ini rampung, BUMI akan semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu pemain tambang besar Indonesia dengan jangkauan global yang lebih luas.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

Lo Kheng Hong Pernah Boncos 85%, Lalu All In UNTR dan Bangkit Jadi Investor Legendaris
10 Saham Multibagger Terbesar di Indonesia Sejak 1945, Ini Daftar Lengkapnya
Hutama Karya Tancap Gas! Laba Rp464 M Lampaui Target 172% di Awal 2026
TLDN Ngebut 2026: Produksi CPO Digenjot, Akuisisi Jadi Senjata Baru
MINE Tebar Dividen Rp60,23 Miliar di Tengah Laba Turun dan Saham Tertekan Usai IPO
BI Tahan BI Rate 4,75% April 2026, Ini Dampaknya ke Rupiah dan Inflasi
BEI Ungkap Aturan Baru HSC Saham, Dorong Transparansi dan Struktur Kepemilikan Lebih Sehat
UNTR Tebar Dividen Rp1.096 per Saham, Catat Jadwal Cum Date hingga Pembayaran
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 29 April 2026 - 07:00 WIB

BUMI Caplok Loyal Metals Rp977 Miliar, Perkuat Ekspansi Tambang di Australia

Selasa, 28 April 2026 - 21:00 WIB

Lo Kheng Hong Pernah Boncos 85%, Lalu All In UNTR dan Bangkit Jadi Investor Legendaris

Selasa, 28 April 2026 - 11:00 WIB

10 Saham Multibagger Terbesar di Indonesia Sejak 1945, Ini Daftar Lengkapnya

Senin, 27 April 2026 - 20:00 WIB

Hutama Karya Tancap Gas! Laba Rp464 M Lampaui Target 172% di Awal 2026

Sabtu, 25 April 2026 - 09:00 WIB

TLDN Ngebut 2026: Produksi CPO Digenjot, Akuisisi Jadi Senjata Baru

Berita Terbaru

Oplus_0

Ekonomi

Gubernur BI Ungkap 3 Tantangan Besar Ekonomi Indonesia

Rabu, 29 Apr 2026 - 06:00 WIB