Belajar Matematika dari Kesalahan

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 16 Februari 2026 - 08:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

Jakarta – Selama ini banyak orang menganggap masalah matematika pada anak hanya soal angka, rumus, atau soal ujian yang sulit. Namun, penelitian terbaru dari Stanford University menunjukkan bahwa akar permasalahannya lebih kompleks. Faktanya, sebagian anak mengalami tantangan terbesar karena otak mereka memproses kesalahan saat belajar dengan cara yang berbeda.

 

Peneliti Memperhatikan Proses Belajar Anak

 

Dalam penelitian ini, tim yang dipimpin oleh peneliti Hyesang Chang meminta anak-anak memilih angka yang lebih besar dalam tugas sederhana. Kadang angka muncul dalam bentuk tulisan, kadang dalam bentuk titik. Meski sederhana, peneliti ingin melihat proses belajar, bukan hanya jawaban benar atau salah.

 

Selain itu, peneliti menggunakan model pembelajaran untuk melacak perubahan performa anak dari waktu ke waktu. Model ini membantu mereka melihat bagaimana anak menyesuaikan strategi setelah melakukan kesalahan.

Baca Juga :  Dr. Toni Indrayadi Menuju Profesor

 

Anak dengan Pola Belajar Berbeda

 

Penelitian menemukan perbedaan yang jelas. Anak-anak dengan kemampuan matematika baik cenderung belajar dari kesalahan. Mereka menyesuaikan strategi dan menunjukkan konsistensi lebih baik pada percobaan berikutnya.

Sebaliknya, anak-anak yang kesulitan matematika sering tetap menggunakan strategi lama. Mereka tetap melakukan kesalahan yang sama meski sudah mencoba beberapa kali. Akibatnya, performa mereka tidak stabil dari satu percobaan ke percobaan lain.

 

Otak Memainkan Peran Penting

 

Untuk memahami lebih dalam, para ilmuwan meminta anak-anak menjalani pencitraan otak. Hasilnya menunjukkan anak-anak yang kesulitan matematika memiliki aktivitas lebih rendah di area otak yang memantau kinerja dan mengubah strategi belajar.

 

Menariknya, peneliti bisa memprediksi kemampuan matematika anak berdasarkan pola aktivitas otak ini. Menurut Hyesang Chang, kesulitan ini tidak selalu soal angka. Dengan kata lain, anak-anak ini kesulitan mengevaluasi cara berpikir mereka sendiri dan menyesuaikan strategi belajar.

Baca Juga :  Sejumlah Universitas di Korea Selatan Buka Prodi Khusus Mahasiswa Asing

 

Dampak bagi Pendidikan

 

Dengan temuan ini, peneliti menyarankan guru dan orang tua menekankan proses refleksi, evaluasi kesalahan, dan fleksibilitas berpikir. Cara ini membantu anak belajar lebih efektif daripada hanya mengejar jawaban benar.

 

Ke depannya, peneliti ingin menguji model ini pada lebih banyak anak, termasuk mereka yang memiliki kesulitan belajar lain. Mereka ingin mengetahui apakah kesulitan menyesuaikan strategi juga memengaruhi pelajaran seperti membaca atau sains.

 

Secara keseluruhan, anak-anak bisa belajar matematika lebih dari sekadar angka. Mereka memahami cara otak berpikir, belajar dari kesalahan, dan menjadi lebih adaptif menghadapi tantangan.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

Polemik SPMB Berakhir, 14 Siswa Pondok Tinggi Akhirnya Diterima di SMA Negeri 2 Sungai Penuh
Bimbel Dharmasraya Juara Cetak Prestasi Perdana, Alumni Lolos Kedokteran USU Meski Akhirnya Pilih Kampus Beasiswa
SMA Taruna Nusantara Cari 60 Pamong Baru, Rekrutmen P3 2026 Dibuka hingga 9 Juli, Cek Syarat Lengkapnya
CPNS Guru 2027 Resmi Dipersiapkan, Indonesia Masih Kekurangan 561 Ribu Guru, Ini Syarat dan Skema Seleksinya
SPMB SMA Negeri 2 Sungai Penuh Jadi Sorotan, Hardizal Minta Gubernur Jambi Turun Tangan
Mahyeldi Bongkar Bukti SPMB Sumbar Bebas Titipan, Anak Gubernur hingga Anak Sekda Sama-sama Gagal Lolos
Polemik Pemira FKIP UNJA 2026, Chat WA Pimpinan Fakultas Picu Tudingan Tak Netral dan Desakan Evaluasi
Seleksi PPPK Sekolah Rakyat Masuk Babak Penentu, Tes CAT Mulai 13 Juli
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 3 Juli 2026 - 21:00 WIB

Polemik SPMB Berakhir, 14 Siswa Pondok Tinggi Akhirnya Diterima di SMA Negeri 2 Sungai Penuh

Jumat, 3 Juli 2026 - 20:00 WIB

Bimbel Dharmasraya Juara Cetak Prestasi Perdana, Alumni Lolos Kedokteran USU Meski Akhirnya Pilih Kampus Beasiswa

Jumat, 3 Juli 2026 - 16:00 WIB

SMA Taruna Nusantara Cari 60 Pamong Baru, Rekrutmen P3 2026 Dibuka hingga 9 Juli, Cek Syarat Lengkapnya

Jumat, 3 Juli 2026 - 08:00 WIB

CPNS Guru 2027 Resmi Dipersiapkan, Indonesia Masih Kekurangan 561 Ribu Guru, Ini Syarat dan Skema Seleksinya

Kamis, 2 Juli 2026 - 21:10 WIB

SPMB SMA Negeri 2 Sungai Penuh Jadi Sorotan, Hardizal Minta Gubernur Jambi Turun Tangan

Berita Terbaru