Arab Saudi Mulai Ramadan Lebih Awal dari Indonesia

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 17 Februari 2026 - 23:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

Jakarta — Penentuan awal Ramadan 1447 Hijriah menunjukkan perbedaan waktu antarnegara. Arab Saudi memulai puasa pada 18 Februari 2026. Sementara Indonesia memulai puasa satu hari setelahnya.

Hilal Terlihat, Arab Saudi Mulai Puasa Lebih Dulu

Mahkamah Agung Arab Saudi mengumumkan hasil pemantauan hilal pada Selasa malam. Otoritas tersebut menyatakan bulan sabit sudah muncul. Karena itu, umat Islam di Arab Saudi mulai menjalankan puasa pada Rabu, 18 Februari 2026.

Media Arab News juga melaporkan informasi yang sama. Selama Ramadan, umat Islam menahan makan dan minum sejak fajar hingga matahari terbenam.

Baca Juga :  Industri Plastik China Tertekan Dampak Penutupan Selat Hormuz

Ramadan merupakan bulan kesembilan kalender Hijriah. Umat Islam memanfaatkan bulan ini untuk meningkatkan ibadah, memperkuat kepedulian sosial, dan memperdalam refleksi diri. Setelah Ramadan berakhir, umat Islam merayakan Idulfitri.

Indonesia Mulai Puasa 19 Februari

Pemerintah melalui Kementerian Agama Republik Indonesia menetapkan 1 Ramadan jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026. Panitia sidang isbat mengadakan pertemuan di Hotel Borobudur, Jakarta.

Menteri Agama Nasaruddin Umar memimpin jalannya sidang. Ia menjelaskan data hisab belum memenuhi kriteria visibilitas hilal menurut standar MABIMS.

Baca Juga :  Elon Musk Tembus Kekayaan Rp 13.500 Triliun

Tim pemantau juga tidak menemukan laporan pengamatan hilal dari berbagai wilayah Indonesia. Karena kondisi itu, pemerintah memulai puasa sehari setelah Arab Saudi.

Perbedaan Awal Ramadan Sering Terjadi

Perbedaan awal Ramadan antarnegara sering muncul setiap tahun. Setiap negara memakai metode berbeda. Sebagian negara mengutamakan rukyat, sebagian lain memakai hisab, dan sebagian menggabungkan keduanya.

Posisi bulan, kondisi cuaca, dan standar pengamatan ikut memengaruhi hasil penentuan awal Ramadan.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

Kekuasaan Presiden di Indonesia dan Amerika Serikat: Antara Mandat Rakyat dan Pembatasan Politik dalam Sistem Presidensial Modern
Eropa Terguncang Krisis Energi, Albania Jadi Contoh Ketahanan
Pentagon Incar Tanah Jarang Malaysia, Tantang Dominasi China di Pasar Global
Iran Perdana Kantongi Pendapatan Tarif Tol Selat Hormuz, Simpan di Bank Sentral
Paspor Indonesia 2026: Daftar 42 Negara Bebas Visa Terbaru untuk WNI
12 Negara Ajukan Pinjaman ke IMF, Krisis Energi Picu Tekanan Ekonomi Global
Kapal Malaysia Tembus Selat Hormuz, Bawa 1 Juta Barel Minyak di Tengah Krisis Global
Industri Plastik China Tertekan Dampak Penutupan Selat Hormuz
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 17 Mei 2026 - 22:05 WIB

Kekuasaan Presiden di Indonesia dan Amerika Serikat: Antara Mandat Rakyat dan Pembatasan Politik dalam Sistem Presidensial Modern

Kamis, 30 April 2026 - 10:00 WIB

Eropa Terguncang Krisis Energi, Albania Jadi Contoh Ketahanan

Rabu, 29 April 2026 - 12:00 WIB

Pentagon Incar Tanah Jarang Malaysia, Tantang Dominasi China di Pasar Global

Sabtu, 25 April 2026 - 20:00 WIB

Iran Perdana Kantongi Pendapatan Tarif Tol Selat Hormuz, Simpan di Bank Sentral

Rabu, 22 April 2026 - 21:00 WIB

Paspor Indonesia 2026: Daftar 42 Negara Bebas Visa Terbaru untuk WNI

Berita Terbaru

Oplus_0

Teknologi

Kenaikan Harga Chipset Baru Ancam Lonjakan Harga HP Android

Selasa, 19 Mei 2026 - 04:00 WIB