JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menekankan peran strategis engineering dalam menghadapi tantangan global. Ia juga menilai rekayasa teknologi mampu mendorong pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.
AHY menyampaikan hal tersebut dalam forum World Engineering Day for Sustainable Development 2026 yang berlangsung di Jakarta, Rabu (4/3).
Forum tersebut mempertemukan para pemimpin organisasi profesi, menteri, insinyur, inovator, serta perwakilan lembaga internasional. Mereka berdiskusi dan bertukar gagasan mengenai solusi pembangunan global melalui tema Smart Engineering for Sustainable Future.
Menurut AHY, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci untuk menghasilkan inovasi sekaligus solusi nyata bagi berbagai tantangan pembangunan. Karena itu, ia mendorong sinergi kuat antara pemerintah, akademisi, dan sektor industri.
Lebih lanjut, AHY menjelaskan bahwa Indonesia sebagai negara kepulauan dengan lebih dari 70 ribu pulau menghadapi tantangan geografis yang kompleks. Kondisi tersebut menuntut pemerintah untuk memperkuat konektivitas antarwilayah.
Selain itu, pemerintah juga memprioritaskan pembangunan infrastruktur inklusif, peningkatan ketahanan iklim, serta percepatan transformasi digital. Langkah tersebut diharapkan mampu memperluas manfaat pembangunan bagi seluruh masyarakat.
“Kita harus memastikan pembangunan itu menguntungkan semua penduduk, baik di wilayah urban maupun rural,” ujar AHY.
Forum tersebut juga dihadiri Presiden Institution of Engineers Indonesia Ilham Akbar Habibie, Presiden World Federation of Engineering Organizations Seng Chuan Tan, serta Past President PII Heru Dewanto.
Selain itu, Menteri Perumahan Nasional dan Fasilitas Sosial Republik Zimbabwe Paul Mavima juga menghadiri forum tersebut. Turut hadir Direktur Jenderal Bina Konstruksi Kementerian Pekerjaan Umum Boby Ali Ashari serta Wakil Ketua Umum PII Agus Taufik Mulyono.
Penulis : Idp
Editor : Ichwan Diaspora









