JAKARTA – PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk (ACES) memperkuat strategi bisnis dengan mengandalkan dua merek utama, Azko dan NEKA, di tengah pelemahan daya beli masyarakat.
Perusahaan ritel ini mencatat penjualan bersih sepanjang 2025 sebesar Rp8,63 triliun. Angka itu naik tipis 0,65 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp8,58 triliun.
Namun, laba bersih ACES justru turun menjadi Rp668,72 miliar pada 2025, dari Rp892,04 miliar pada 2024. Penurunan ini terjadi seiring tekanan daya beli yang memengaruhi kinerja penjualan di toko yang sama atau same store sales growth (SSSG).
Direktur ACES, Gregory S. Widjaja, mengatakan perusahaan fokus memperkuat fondasi bisnis melalui pengembangan merek Azko serta perluasan portofolio NEKA.
“Transformasi yang kami jalankan menjadi fondasi penting untuk pertumbuhan ke depan. Azko terus kami dorong agar lebih dekat dengan kebutuhan pelanggan,” ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (10/4/2026).
ACES juga memperluas jangkauan ritel dengan membuka 27 toko Azko baru sepanjang 2025. Ekspansi itu menyasar 15 wilayah baru, termasuk Palu, Palangka Raya, Bukittinggi, hingga Sorong di Papua.
Saat ini, ACES mengoperasikan 265 toko Azko yang tersebar di 90 kota di Indonesia, baik di Pulau Jawa maupun luar Jawa.
Selain Azko, ACES mengembangkan NEKA sebagai merek ritel baru dengan harga lebih terjangkau. Perusahaan membuka 10 toko NEKA di wilayah Jabodetabek hingga Pandeglang untuk memperkuat pasar menengah bawah.
ACES juga mencatat awal pemulihan kinerja pada awal 2026 dengan pertumbuhan SSSG sebesar 1 persen pada Januari. Perusahaan menilai tren tersebut menunjukkan perbaikan bertahap setelah tekanan sepanjang 2025.
Penulis : Idp
Editor : Ichwan Diaspora









