IAIN Kerinci Menuju IAIN Syiak Alim Terus Menguat, Repretasi Identitas Lokal

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 25 Maret 2026 - 11:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

,KERINCI – Wacana perubahan nama Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kerinci menjadi IAIN Syiak Alim terus menguat. Langkah ini memperkuat identitas lokal dan meningkatkan daya saing kampus.

Ketua Pemuda Pecinta Kebudayaan Sejarah Kerinci (PASAK Kerinci), Deflan Novriza, menyebut usulan ini memiliki dasar akademik, historis, dan sosiokultural yang kuat.

Ia menjelaskan, banyak Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) memakai nama ulama sebagai identitas. Contohnya UIN Raden Intan, UIN Raden Patah, UIN Imam Bonjol, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, dan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Menurut Deflan, penamaan itu tidak sekadar formalitas. Kampus menghormati peran ulama dalam membangun peradaban Islam.

Baca Juga :  Beasiswa Sobat Bumi Dibuka, Mahasiswa Berprestasi Bisa Daftar hingga 31 Mei

Ia menilai Kerinci memiliki tokoh yang layak diangkat, yaitu Syiak Alim. Dalam tradisi lokal, “syiak” merujuk pada ulama yang memiliki pengaruh besar.

Syiak Alim menyebarkan Islam di Kerinci. Ia membina masyarakat dan menanamkan nilai agama yang selaras dengan budaya lokal.

Deflan menilai nama “Kerinci” bersifat geografis. Nama itu kurang menonjol di tingkat nasional. Sebaliknya, “Syiak Alim” memberi ciri khas yang kuat.

“Nama tokoh lokal bisa memperkuat branding kampus,” ujar Deflan.

Ia menambahkan, perubahan nama ini sejalan dengan konsep indigenisasi pendidikan. Kampus menggabungkan nilai lokal dengan sistem pendidikan modern.

Baca Juga :  Lomba Bertutur Dharmasraya Dibuka 17 April, Siswa SD/MI Diajak Tampil Percaya Diri

Selain itu, Kampus tidak hanya menjadi pusat ilmu. Kampus juga menjaga warisan budaya daerah.

Dari sisi sosial, perubahan nama ini meningkatkan rasa memiliki masyarakat. Kampus menjadi simbol kebanggaan bersama.

Meski begitu, Deflan mengingatkan pentingnya kajian mendalam. Semua pihak perlu terlibat, mulai dari akademisi, tokoh adat, ulama, hingga pemerintah.

“Kajian matang membuat keputusan ini lebih kuat dan diterima luas,” katanya.

Penutup:

Perubahan nama IAIN Kerinci menjadi IAIN Syiak Alim menjadi langkah penting. Upaya ini memperkuat identitas lokal dan meningkatkan daya saing kampus.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

Polemik SPMB Berakhir, 14 Siswa Pondok Tinggi Akhirnya Diterima di SMA Negeri 2 Sungai Penuh
Bimbel Dharmasraya Juara Cetak Prestasi Perdana, Alumni Lolos Kedokteran USU Meski Akhirnya Pilih Kampus Beasiswa
SMA Taruna Nusantara Cari 60 Pamong Baru, Rekrutmen P3 2026 Dibuka hingga 9 Juli, Cek Syarat Lengkapnya
CPNS Guru 2027 Resmi Dipersiapkan, Indonesia Masih Kekurangan 561 Ribu Guru, Ini Syarat dan Skema Seleksinya
SPMB SMA Negeri 2 Sungai Penuh Jadi Sorotan, Hardizal Minta Gubernur Jambi Turun Tangan
Mahyeldi Bongkar Bukti SPMB Sumbar Bebas Titipan, Anak Gubernur hingga Anak Sekda Sama-sama Gagal Lolos
Polemik Pemira FKIP UNJA 2026, Chat WA Pimpinan Fakultas Picu Tudingan Tak Netral dan Desakan Evaluasi
Seleksi PPPK Sekolah Rakyat Masuk Babak Penentu, Tes CAT Mulai 13 Juli
Berita ini 197 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 3 Juli 2026 - 21:00 WIB

Polemik SPMB Berakhir, 14 Siswa Pondok Tinggi Akhirnya Diterima di SMA Negeri 2 Sungai Penuh

Jumat, 3 Juli 2026 - 20:00 WIB

Bimbel Dharmasraya Juara Cetak Prestasi Perdana, Alumni Lolos Kedokteran USU Meski Akhirnya Pilih Kampus Beasiswa

Jumat, 3 Juli 2026 - 16:00 WIB

SMA Taruna Nusantara Cari 60 Pamong Baru, Rekrutmen P3 2026 Dibuka hingga 9 Juli, Cek Syarat Lengkapnya

Jumat, 3 Juli 2026 - 08:00 WIB

CPNS Guru 2027 Resmi Dipersiapkan, Indonesia Masih Kekurangan 561 Ribu Guru, Ini Syarat dan Skema Seleksinya

Kamis, 2 Juli 2026 - 21:10 WIB

SPMB SMA Negeri 2 Sungai Penuh Jadi Sorotan, Hardizal Minta Gubernur Jambi Turun Tangan

Berita Terbaru