SUMBAR – Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah, mendorong pemerintah kabupaten dan kota memperkuat sinergi dalam mengembangkan potensi ekonomi daerah. Langkah itu bertujuan mempercepat pertumbuhan ekonomi di Sumatera Barat. Selain itu, kolaborasi antardaerah dinilai penting agar setiap potensi daerah memberi manfaat lebih luas bagi masyarakat.
Mahyeldi menyampaikan hal tersebut saat memimpin rapat koordinasi Pemerintah Provinsi Sumbar bersama Pemerintah Kota Pariaman di Aula Balaikota Pariaman, Minggu (15/3/2026).
Rakor Bahas Percepatan Ekonomi dan Investasi
Dalam rapat tersebut, jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) provinsi dan kota hadir untuk membahas strategi percepatan pertumbuhan ekonomi. Mereka juga membahas upaya memaksimalkan potensi investasi di Sumatera Barat.
Mahyeldi menilai setiap kabupaten dan kota memiliki potensi ekonomi yang perlu dikembangkan secara bersama.
“Kita ingin kabupaten dan kota mengkolaborasikan potensi daerah dengan baik. Kita memperkuat sektor pertanian, mendorong hilirisasi agroindustri, dan mengembangkan pariwisata. Dengan langkah itu, pembangunan daerah memberi hasil maksimal,” ujar Mahyeldi.
Pertumbuhan Ekonomi Sumbar dan Target 2029
Selanjutnya, Mahyeldi menjelaskan pertumbuhan ekonomi Sumbar pada 2025 mencapai sekitar 3,37 persen. Namun, angka tersebut melambat akibat dampak bencana pada paruh akhir tahun.
Meski demikian, pemerintah provinsi tetap optimistis. Pemerintah provinsi menargetkan pertumbuhan ekonomi daerah mencapai 7,2 persen pada 2029.
Proyek Strategis Dorong Pergerakan Ekonomi
Mahyeldi kemudian menyebut sejumlah proyek strategis yang tengah berjalan dan berpotensi mendorong pergerakan ekonomi daerah.
Pemerintah membangun Flyover Sitinjau Lauik dengan nilai investasi sekitar Rp2,7 triliun. Selain itu, pemerintah juga merencanakan pembangunan jalan tol dengan nilai investasi yang diperkirakan mencapai Rp25 triliun.
Di sisi lain, pemerintah provinsi berupaya memastikan masyarakat daerah merasakan manfaat ekonomi dari proyek tersebut. Pemerintah mendorong penggunaan material lokal. Pemerintah juga meminta perusahaan pelaksana proyek membuka kantor perwakilan di Sumbar.
Antisipasi Lonjakan Wisatawan Saat Lebaran
Mahyeldi juga mengingatkan pemerintah daerah untuk bersiap menghadapi lonjakan kunjungan wisatawan dan pemudik saat Idulfitri, terutama di daerah tujuan wisata seperti Kota Pariaman.
Karena itu, Mahyeldi meminta pengelola objek wisata meningkatkan kebersihan kawasan. Ia juga meminta pengelola menjaga transparansi harga serta memastikan keselamatan transportasi laut bagi wisatawan yang berkunjung ke Pulau Angso Duo.
“Momentum libur Lebaran biasanya membawa peningkatan kunjungan wisata. Karena itu, kita perlu memastikan pelayanan kepada masyarakat dan wisatawan berjalan baik. Dengan cara itu, pengunjung merasa nyaman dan ekonomi daerah ikut bergerak,” katanya.
Pariaman Fokus Kembangkan Wisata dan Perikanan
Sementara itu, Wali Kota Pariaman, Yota Balad, menegaskan pemerintah kota akan memperkuat sektor pariwisata dan perikanan sebagai penggerak utama ekonomi daerah.
“Potensi terbesar Kota Pariaman berada pada sektor wisata dan perikanan. Karena itu, kami berharap dukungan dari pemerintah provinsi untuk pengembangannya,” ujar Yota.
Penulis : Idp
Editor : Ichwan Diaspora









