JAKARTA – OJK mencatat penyaluran pembiayaan di sektor fintech peer-to-peer (P2P) lending dan multifinance meningkat seiring Ramadan dan menjelang Lebaran. Hal ini terjadi karena masyarakat meningkatkan kebutuhan dan UMKM menambah modal kerja secara musiman.
Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan OJK, Agusman, menyebutkan, penyaluran pembiayaan P2P lending pada Maret 2024 naik 8,9% dibanding bulan sebelumnya, sementara Maret 2025 naik 3,8%. Karena Lebaran jatuh pada 9–10 April 2024 dan 30–31 Maret 2025, momentum ini mendorong peningkatan pembiayaan.
OJK memperkirakan kualitas pendanaan (TWP90) tetap di bawah 5%. Oleh karena itu, Agusman menekankan pelaku usaha perlu memperkuat credit scoring dan memverifikasi borrower agar pertumbuhan pembiayaan tetap sehat.
Di sektor multifinance, piutang pembiayaan meningkat menjelang Lebaran. Pada Maret 2024, penyaluran pembiayaan naik 2,05% dengan NPF gross 2,45%, sedangkan Maret 2025 naik 0,78% dengan NPF gross 2,71%. Data ini menunjukkan bahwa Lebaran mendorong pertumbuhan pembiayaan sekaligus menjaga kualitas kredit.
OJK mengimbau pelaku usaha memperkuat manajemen risiko sesuai POJK 42/2024. Upaya ini mencakup pengawasan aktif manajemen, identifikasi risiko, pengendalian risiko, dan sistem pengendalian internal yang memadai.
Dengan langkah-langkah tersebut, OJK memastikan momentum Ramadan dan Lebaran mendorong pertumbuhan pembiayaan sekaligus menjaga kualitas kredit tetap sehat dan berkelanjutan.
Penulis : Idp
Editor : Ichwan Diaspora









