JAKARTA – Pemerintah Cina memangkas target pertumbuhan ekonominya karena ketidakpastian global terus meningkat. Akibatnya, proyeksi pertumbuhan menjadi terendah sejak tiga dekade terakhir dan menarik perhatian pasar internasional, termasuk Indonesia.
Pengumuman itu muncul saat sidang tahunan “Two Sessions”, yaitu Kongres Rakyat Nasional (NPC) dan Komite Nasional Konsultatif Politik Rakyat Cina (CPPCC). Di forum ini, pemerintah Cina memaparkan arah kebijakan ekonomi, politik, dan pembangunan.
Perdana Menteri Li Qiang menyatakan target pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) tahun ini berada di kisaran 4,5%–5%. Angka ini sekaligus menjadi yang paling rendah sejak 1991, dan menunjukkan tekanan domestik yang belum mereda, mulai dari permintaan dalam negeri yang lemah, kelesuan sektor properti, hingga beban utang pemerintah daerah.
Selain tantangan domestik, tekanan eksternal juga menambah risiko ekonomi. Ketegangan geopolitik dan ketidakpastian perdagangan global, termasuk potensi tarif dari Amerika Serikat (AS), memperumit prospek ekonomi Cina.
Dampak bagi Indonesia
Perlambatan ekonomi Cina tentu memengaruhi Indonesia, terlebih lagi Cina menjadi mitra dagang terbesar. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan nilai ekspor nonmigas Indonesia ke Cina mencapai US$64,82 miliar pada 2025, sekitar 24% dari total ekspor nonmigas nasional.
Jika permintaan Cina melemah, sektor ekspor Indonesia—terutama komoditas, bahan baku industri, dan produk manufaktur—berpotensi menurun. Dampak lain juga muncul pada investasi, karena perusahaan Cina yang menjadi investor besar di Indonesia mungkin menunda ekspansi dan proyek baru. Sektor yang paling terpengaruh mencakup pengolahan mineral, manufaktur, energi, dan kawasan industri.
Ekonom senior Chatib Basri menyebutkan setiap penurunan 1% pertumbuhan ekonomi Cina bisa menekan pertumbuhan Indonesia sekitar 0,3%. Dengan demikian, perlambatan ekonomi Cina memengaruhi perdagangan, harga komoditas, dan arus investasi di Indonesia.
Oleh karena itu, pemerintah dan pelaku industri Indonesia perlu bersiap menghadapi potensi dampak dari penurunan target ekonomi Cina agar pertumbuhan domestik tetap stabil.
Penulis : Idp
Editor : Ichwan Diaspora








