Cina Pangkas Target Ekonomi di Tengah Ketidakpastian Global

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 7 Maret 2026 - 23:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Pemerintah Cina memangkas target pertumbuhan ekonominya karena ketidakpastian global terus meningkat. Akibatnya, proyeksi pertumbuhan menjadi terendah sejak tiga dekade terakhir dan menarik perhatian pasar internasional, termasuk Indonesia.

Pengumuman itu muncul saat sidang tahunan “Two Sessions”, yaitu Kongres Rakyat Nasional (NPC) dan Komite Nasional Konsultatif Politik Rakyat Cina (CPPCC). Di forum ini, pemerintah Cina memaparkan arah kebijakan ekonomi, politik, dan pembangunan.

Perdana Menteri Li Qiang menyatakan target pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) tahun ini berada di kisaran 4,5%–5%. Angka ini sekaligus menjadi yang paling rendah sejak 1991, dan menunjukkan tekanan domestik yang belum mereda, mulai dari permintaan dalam negeri yang lemah, kelesuan sektor properti, hingga beban utang pemerintah daerah.

Baca Juga :  Saham BBRI Turun 2,13 Persen

Selain tantangan domestik, tekanan eksternal juga menambah risiko ekonomi. Ketegangan geopolitik dan ketidakpastian perdagangan global, termasuk potensi tarif dari Amerika Serikat (AS), memperumit prospek ekonomi Cina.

Dampak bagi Indonesia

Perlambatan ekonomi Cina tentu memengaruhi Indonesia, terlebih lagi Cina menjadi mitra dagang terbesar. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan nilai ekspor nonmigas Indonesia ke Cina mencapai US$64,82 miliar pada 2025, sekitar 24% dari total ekspor nonmigas nasional.

Jika permintaan Cina melemah, sektor ekspor Indonesia—terutama komoditas, bahan baku industri, dan produk manufaktur—berpotensi menurun. Dampak lain juga muncul pada investasi, karena perusahaan Cina yang menjadi investor besar di Indonesia mungkin menunda ekspansi dan proyek baru. Sektor yang paling terpengaruh mencakup pengolahan mineral, manufaktur, energi, dan kawasan industri.

Baca Juga :  Prabowo Optimistis Delapan Negara Muslim Bisa Tawar dengan AS

Ekonom senior Chatib Basri menyebutkan setiap penurunan 1% pertumbuhan ekonomi Cina bisa menekan pertumbuhan Indonesia sekitar 0,3%. Dengan demikian, perlambatan ekonomi Cina memengaruhi perdagangan, harga komoditas, dan arus investasi di Indonesia.

Oleh karena itu, pemerintah dan pelaku industri Indonesia perlu bersiap menghadapi potensi dampak dari penurunan target ekonomi Cina agar pertumbuhan domestik tetap stabil.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

Mulai 1 Agustus, Jutaan Seller Shopee, TikTok Shop hingga Marketplace Lain Bakal Nikmati Diskon Biaya Layanan 50 Persen
Emas Pegadaian Mendadak Kompak Menguat Hari Ini 25 Juni 2026, Investor Langsung Bidik Antam, UBS dan Galeri 24
Mulai 1 Juli, Pendapatan Driver Ojol Berubah? GoTo dan Grab Buka Aturan Komisi 8 Persen
Harga Emas Antam Hari Ini 22 Juni 2022 Stabil, Investor Cermati Peluang di Level Rp2,668 Juta per Gram
Promo Shopee 20 Juni 2026 Bikin Belanja Makin Hemat, Ada Diskon Rp200 Ribu hingga Flash Sale Eksklusif
Pertamax Green 95 Tembus 180 SPBU, Pertamina Buka Akses BBM Ramah Lingkungan Lebih Luas
Promo Shopee 19 Juni 2026 Meledak Hari Ini, Adidas Gelar Diskon Terakhir dan Flash Sale Malam Siap Diserbu
Promo Shopee VIP Day Hari Ini 15 Juni 2026, Diskon hingga Rp1,5 Juta dan Gratis Ongkir Jadi Buruan
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 8 Juli 2026 - 19:39 WIB

Mulai 1 Agustus, Jutaan Seller Shopee, TikTok Shop hingga Marketplace Lain Bakal Nikmati Diskon Biaya Layanan 50 Persen

Kamis, 25 Juni 2026 - 08:00 WIB

Emas Pegadaian Mendadak Kompak Menguat Hari Ini 25 Juni 2026, Investor Langsung Bidik Antam, UBS dan Galeri 24

Rabu, 24 Juni 2026 - 21:00 WIB

Mulai 1 Juli, Pendapatan Driver Ojol Berubah? GoTo dan Grab Buka Aturan Komisi 8 Persen

Senin, 22 Juni 2026 - 08:00 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini 22 Juni 2022 Stabil, Investor Cermati Peluang di Level Rp2,668 Juta per Gram

Sabtu, 20 Juni 2026 - 08:00 WIB

Promo Shopee 20 Juni 2026 Bikin Belanja Makin Hemat, Ada Diskon Rp200 Ribu hingga Flash Sale Eksklusif

Berita Terbaru