Prabowo Optimistis Delapan Negara Muslim Bisa Tawar dengan AS

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 5 Februari 2026 - 23:00 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

JAKARTA – Mantan Wakil Menteri Luar Negeri, Dino Patti Djalal, menyatakan bahwa Presiden Prabowo Subianto yakin delapan negara berpenduduk mayoritas muslim yang tergabung dalam Board of Peace (BoP) memiliki posisi tawar terhadap Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

 

“Beliau menyatakan, ‘Kami yakin bisa mengimbangi karena segala sesuatu yang kita lakukan harus sejalan dan kompak dengan negara-negara Islam,’” ujar Dino. Dino menyampaikan pernyataan itu usai menghadiri pertemuan dengan Prabowo dan mantan pejabat Kementerian Luar Negeri di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (5/2/2026).

 

Delapan Negara Muslim dalam Board of Peace

 

Selain Indonesia, tujuh negara mayoritas Islam lain ikut dalam BoP. Negara-negara itu meliputi Turkiye, Mesir, Yordania, Pakistan, Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab.

Baca Juga :  Mantan Kabid Dikdas Sungai Penuh Gagal Jadi Eselon II Kerinci

 

Dengan demikian, BoP memberi forum strategis bagi negara-negara Muslim untuk menyuarakan kepentingannya di tingkat global. Dino menilai Prabowo mengambil langkah realistis dengan membawa Indonesia bergabung.

 

Namun, risiko gagal tetap tinggi karena perbedaan kepentingan antarnegara.

 

Prabowo Pegang Opsi Keluar

 

Prabowo menegaskan bahwa Indonesia selalu memegang opsi keluar dari BoP.

Indonesia bisa keluar jika organisasi itu tidak lagi sejalan dengan kepentingan nasional, khususnya dalam mendukung kemerdekaan Palestina dan solusi dua negara.

Baca Juga :  Nasib Bupati Langkat Syah Afandin Ditentukan Hari Ini, KPK Dalami Dugaan Suap Proyek dan Aliran Uang

 

“Presiden menekankan, kita selalu pegang opsi keluar,” jelas Dino. Dengan strategi ini, Indonesia tetap fleksibel dalam mengambil keputusan diplomasi.

 

Pertemuan dengan Mantan Menlu dan Tokoh Diplomasi

 

Prabowo mengundang mantan pejabat pada 4 Februari 2026 di Istana Kepresidenan Jakarta. Selain itu, hadir mantan Menteri Luar Negeri Hassan Wirajuda, Alwi Shihab, Retno Marsudi, dan Marty Natalegawa.

 

Ketua Komisi I DPR RI, Dave Laksono, hadir juga. Tokoh dari Center for Strategic and International Studies (CSIS), Jusuf Wanandi, ikut hadir. Pertemuan membahas strategi diplomasi Indonesia dan menekankan perlunya sinergi dengan negara-negara Muslim di forum internasional.

Berita Terkait

Pemilu Lokal 2031 Picu Gugatan, Masa Jabatan Anggota DPRD Jadi Sorotan
Ribuan Perawat Bakal Berkumpul di Bengkulu, Sultan Najamudin Buka Munas XI PPNI
Nuzran Joher Resmi Pimpin Ombudsman RI 2026-2031, Prabowo Lantik di Istana Negara
Dari Kajari Jakarta Pusat ke Kejagung, Antonius Despinola Kini Jadi Kasubdit Jampidum
5 Kilometer Jadi Panggung Bripda Yunita, Polwan Brimob Kaltara Tembus Podium HUT ke-81 TNI
CPNS 2027 Buka Peluang Baru! PPPK Guru Bisa Ikut Seleksi PNS, Ini Proyeksinya
DPR Ketuk Palu! Nuzran Joher Resmi Pimpin Ombudsman RI, Gantikan Hery Susanto
66 Kepala Dapur MBG Dipecat, BGN Bongkar Kasus Judi Online, Penipuan hingga Minta Uang
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 21:34 WIB

Pemilu Lokal 2031 Picu Gugatan, Masa Jabatan Anggota DPRD Jadi Sorotan

Jumat, 9 Oktober 2026 - 17:59 WIB

Ribuan Perawat Bakal Berkumpul di Bengkulu, Sultan Najamudin Buka Munas XI PPNI

Kamis, 1 Oktober 2026 - 16:14 WIB

Nuzran Joher Resmi Pimpin Ombudsman RI 2026-2031, Prabowo Lantik di Istana Negara

Jumat, 25 September 2026 - 07:44 WIB

Dari Kajari Jakarta Pusat ke Kejagung, Antonius Despinola Kini Jadi Kasubdit Jampidum

Minggu, 20 September 2026 - 21:09 WIB

5 Kilometer Jadi Panggung Bripda Yunita, Polwan Brimob Kaltara Tembus Podium HUT ke-81 TNI

Berita Terbaru

Oplus_0

Sungai Penuh

Dari MoU hingga Bantuan Pupuk, Azhar Hamzah Dorong Kemajuan Petani

Sabtu, 31 Okt 2026 - 14:35 WIB