Harga Perak Tembus US$90 per Ounce, Antam Ikut Meroket

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 1 Maret 2026 - 16:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

JAKARTA – Harga perak mencatat lonjakan tajam pada awal Maret 2026 dan menembus level psikologis US$90 per ounce di pasar internasional. Lonjakan ini memicu gelombang pembelian baru dari investor global yang memburu aset safe haven di tengah meningkatnya ketidakpastian ekonomi dan geopolitik.

Dalam sepekan terakhir, tren penguatan perak semakin jelas. Pasar mencatat kenaikan lebih dari 6 persen hanya dalam satu hari perdagangan pada akhir Februari, dan momentum itu berlanjut hingga awal Maret. Para pelaku pasar menilai tekanan permintaan jauh lebih kuat dibandingkan pasokan jangka pendek.

Lonjakan Harga Picu Aksi Beli Spekulatif

Investor ritel maupun institusi langsung merespons pergerakan harga tersebut dengan meningkatkan posisi beli. Banyak trader melihat level US$90 sebagai titik psikologis penting yang bisa membuka ruang kenaikan lebih tinggi jika pasar mampu bertahan di atasnya.

Analis pasar komoditas menilai sentimen spekulatif ikut mempercepat kenaikan harga. Mereka melihat banyak pelaku pasar masuk untuk mengejar momentum, bukan hanya karena faktor fundamental. Kondisi ini membuat volatilitas meningkat tajam dalam beberapa sesi perdagangan terakhir.

Selain itu, ketegangan global yang masih berlangsung ikut memperkuat minat terhadap logam mulia. Investor global mulai mengalihkan dana dari aset berisiko ke instrumen yang dianggap lebih aman, termasuk perak dan emas.

Harga Perak Antam Ikut Melonjak di Pasar Domestik

Di dalam negeri, harga perak batangan produksi Antam ikut bergerak naik. Perusahaan mencatat harga perak berada di level Rp58.050 per gram, naik signifikan dibandingkan hari perdagangan sebelumnya.

Baca Juga :  Emas Antam Hari Ini Turun, Investor Tunggu Tren Baru

Kenaikan ini mengikuti pergerakan harga global yang terus menanjak. Pelaku pasar domestik juga mulai meningkatkan pembelian, terutama investor yang ingin melindungi nilai aset dari tekanan inflasi dan pelemahan mata uang.

Sejumlah toko logam mulia melaporkan peningkatan transaksi dalam beberapa hari terakhir. Pembeli tidak hanya berasal dari investor besar, tetapi juga masyarakat umum yang mulai melirik perak sebagai alternatif investasi selain emas.

Permintaan Industri Perkuat Harga Perak

Selain faktor investasi, permintaan dari sektor industri juga ikut menopang harga perak. Industri teknologi, elektronik, hingga energi terbarukan meningkatkan konsumsi logam putih ini secara signifikan.

Perusahaan elektronik menggunakan perak dalam komponen konduktor karena daya hantar listriknya sangat tinggi. Industri panel surya juga menyerap perak dalam jumlah besar untuk produksi sel fotovoltaik. Sementara itu, sektor kendaraan listrik menambah kebutuhan material ini seiring ekspansi produksi global.

Kombinasi permintaan industri dan investasi membuat pasar perak semakin ketat. Banyak analis menilai kondisi ini menciptakan struktur pasar yang kuat untuk tren kenaikan jangka menengah.

Sentimen Geopolitik Dorong Safe Haven

Ketidakpastian geopolitik yang masih berlangsung di beberapa kawasan dunia ikut mendorong investor mencari perlindungan nilai. Banyak pelaku pasar mengurangi eksposur pada aset berisiko tinggi dan beralih ke komoditas logam mulia.

Baca Juga :  Harga Emas Hari Ini 10 Juni 2026 di Pegadaian Stabil, Berapa Selisih Antam, UBS dan Galeri 24?

Pergerakan ini tidak hanya terjadi pada perak, tetapi juga pada emas. Namun, perak mencatat kenaikan lebih agresif karena karakteristiknya yang memiliki dua fungsi, yaitu sebagai aset investasi dan bahan industri.

Kondisi ekonomi global yang belum stabil juga memperkuat tren ini. Inflasi di beberapa negara masih berada di atas target bank sentral, sementara suku bunga mulai menunjukkan potensi penurunan dalam beberapa periode ke depan.

Prospek Harga Masih Mengarah Naik

Para analis memperkirakan harga perak masih berpotensi bergerak naik dalam beberapa hari ke depan, selama permintaan tetap kuat dan tidak muncul tekanan jual besar dari pasar global.

Namun mereka juga mengingatkan risiko koreksi jangka pendek tetap terbuka. Lonjakan cepat biasanya diikuti aksi ambil untung oleh investor yang masuk lebih awal.

Pelaku pasar disarankan untuk memantau pergerakan harga harian secara ketat. Volatilitas yang tinggi dapat memberikan peluang keuntungan besar, tetapi juga meningkatkan risiko kerugian dalam waktu singkat.

Dengan kombinasi faktor fundamental dan sentimen pasar yang kuat, perak kini kembali menjadi salah satu komoditas yang paling banyak diperhatikan investor global.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

SIMPEDA Nasional 2026 Guncang Bengkulu, Ungu Bikin Malam Puncak Makin Spektakuler
Mian Buka Suara soal Masa Depan BPD: Bank Bengkulu Diminta Tancap Gas Jadi Penggerak Ekonomi Daerah
Bingung Urus OSS-RBA? BESAN ALIA DPMPTSP Dharmasraya Siap Bantu Pelaku Usaha
PEKA Bengkulu Buka Jalan Baru bagi Penerima Manfaat, Usaha Keluarga Didorong Makin Mandiri
Bupati Annisa Bongkar Beban Fiskal Dharmasraya, Tambahan TKD 2027 Jadi Harapan
Ojol Bisa Punya Motor Listrik Tanpa DP, Bunga Cicilan Ikut Dipangkas Prabowo
Sawit Tua Mulai Ditebang, Harapan Baru Petani Dharmasraya Tumbuh dari PSR Tahap III
Industri Alas Kaki Indonesia Melaju 11,3 Persen, Ekspansi Besar Menanti di Semester II 2026
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 23 Agustus 2026 - 07:17 WIB

SIMPEDA Nasional 2026 Guncang Bengkulu, Ungu Bikin Malam Puncak Makin Spektakuler

Jumat, 21 Agustus 2026 - 15:47 WIB

Mian Buka Suara soal Masa Depan BPD: Bank Bengkulu Diminta Tancap Gas Jadi Penggerak Ekonomi Daerah

Selasa, 18 Agustus 2026 - 17:14 WIB

Bingung Urus OSS-RBA? BESAN ALIA DPMPTSP Dharmasraya Siap Bantu Pelaku Usaha

Selasa, 18 Agustus 2026 - 14:58 WIB

PEKA Bengkulu Buka Jalan Baru bagi Penerima Manfaat, Usaha Keluarga Didorong Makin Mandiri

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 06:58 WIB

Bupati Annisa Bongkar Beban Fiskal Dharmasraya, Tambahan TKD 2027 Jadi Harapan

Berita Terbaru