JAKARTA – Dosen dari Universitas Maryland, Amerika Serikat, Prof. Thomas C. Hilde, Ph.D, mengunjungi Ibu Kota Nusantara (IKN) di Penajem Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur (Kaltim). Setelah itu, ia berkeliling dan melihat langsung IKN. Ia menegaskan bahwa Nusantara adalah proyek yang dirancang matang karena memadukan dimensi sosial, lingkungan, teknologi, dan pengembangan manusia secara utuh.
IKN Sebagai Sumber Inspirasi Global
Selain itu, ketika diminta menggambarkan IKN dalam satu kata, dia menyebutnya inspirational. Menurutnya, IKN menjadi sumber inspirasi global. Proyek ini menunjukkan bagaimana pembangunan hijau dapat diwujudkan secara nyata, dan sekaligus menjadi cahaya bagi kota-kota masa depan.
Ambisi Proyek untuk Masa Depan Hijau
“Kurasa ini adalah proyek yang benar-benar ambisius dan luar biasa. Terlebih lagi, kita berada pada titik di mana kita membutuhkan ambisi semacam itu untuk masa depan hijau. Khususnya, proyek ini membantu mengatasi perubahan iklim dan hilangnya keanekaragaman hayati. Ambisi seperti ini jarang terlihat, dan saya sangat senang melihat Indonesia mewujudkannya,” kata dia, Sabtu (28/2/2026).
Proyek Hijau Terbaik Dunia
Lebih jauh, Thomas menyebut proyek IKN sangat menginspirasi. Menurutnya, proyek ini menjadi proyek hijau terbaik di dunia karena infrastruktur negara memadukan konsep konservasi satwa liar dan hutan.
“Negara ini kaya dalam hal sumber daya alam dan manusia, dan memiliki satwa liar serta pemandangan yang indah. Jadi, ambisi seperti ini sangat penting. Selain itu, apa yang dibicarakan rekan saya menginspirasi dunia. Saya berharap proyek ini bergerak maju sehingga bisa menjadi cahaya yang bersinar sebagai model pembangunan hijau global,” ujarnya.
Pertemuan dengan Kepala Otorita IKN
Di samping itu, Thomas bertemu langsung dengan Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, dan timnya. Selain itu, dia menyanjung cara Indonesia menangani proyek ini, dan menilai proyek IKN memberi dampak besar.
Kesimpulan dan Penegasan
“Akhirnya, saya sangat senang melihatnya. Menurut saya, inspirasi, saya pikir itu kata yang tepat,” tutupnya.
Penulis : Idp
Editor : Ichwan Diaspora









