LNG Baru Harus Tekan Harga Gas Industri

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 2 Maret 2026 - 17:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Forum Industri Pengguna Gas Bumi (FIPGB) menilai pembangunan pabrik LNG yang terintegrasi dengan produksi LPG dan kondensat sebagai tambahan penting bagi infrastruktur gas nasional. Namun demikian, kalangan industri menekankan bahwa proyek tersebut harus memperkuat daya saing sektor manufaktur.

Ketua Umum FIPGB, Yustinus Gunawan, menyatakan bahwa industri tidak cukup menilai keberhasilan proyek LNG dari kapasitas produksi. Sebaliknya, industri menilai dampaknya pada stabilitas harga gas dan kepastian pasokan.

Infrastruktur Energi Bertambah

Pada satu sisi, pembangunan fasilitas LNG baru menambah kapasitas pasokan energi nasional. Dengan demikian, infrastruktur ini membantu industri menjaga ketersediaan gas ketika produksi dari sektor hulu menurun.

Baca Juga :  8 Negara Kaya Tanpa Minyak

Selain itu, proyek LNG terintegrasi juga memaksimalkan pemanfaatan gas melalui produksi LPG dan kondensat. Oleh karena itu, proyek tersebut memperkuat efisiensi rantai pasok energi nasional.

Permintaan Gas Industri Terus Naik

Di sisi lain, FIPGB mencatat kebutuhan gas industri di Jawa dan Sumatra terus meningkat. Kenaikan ini terjadi karena aktivitas manufaktur berkembang dan berbagai sektor industri melakukan ekspansi.

Akibatnya, tambahan LNG dapat menutup kekurangan pasokan gas. Penurunan alami produksi hulu (natural decline) serta gangguan teknis di lapangan gas sering memicu kekurangan tersebut.

Baca Juga :  Harga Emas Antam Hari Ini 

Harga Tetap Jadi Sorotan

Meski demikian, industri tidak hanya mempersoalkan volume pasokan gas. Lebih jauh lagi, pelaku industri memprioritaskan harga yang kompetitif serta kepastian distribusi.

Yustinus menegaskan bahwa LNG hasil regasifikasi harus tetap berada pada harga yang ekonomis. Jika harga LNG melampaui batas keekonomian, biaya produksi industri akan meningkat. Pada akhirnya, kondisi tersebut menekan efisiensi sekaligus melemahkan daya saing industri nasional.

Karena itu, FIPGB mendorong pemerintah dan pelaku industri energi menjaga efisiensi distribusi LNG domestik. Dengan begitu, industri memperoleh pasokan gas yang stabil dengan harga yang tetap kompetitif.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

Samudera Indonesia Raup Laba Rp 885 Miliar, Kinerja Tumbuh di Tengah Tantangan Global
Harga Emas Antam Hari Ini Melejit, Rp 2,9 Juta per Gram
Pembelian Pertalite dan Solar Dibatasi Mulai Hari Ini 1 April 2026
Honda dan Sony Akhiri Kerja Sama, Proyek Mobil Listrik Afeela Kandas
PEDRO Official Store Ramai Diburu, Ini Cara Dapat Produk Asli
Perusahaan Antre IPO di BEI, Didominasi Emiten Jumbo dan Sektor Konsumer
Jetour T2 Diserbu Aksesori, SUV Gagah Ini Makin Dilirik Pecinta Off-Road
Maybank Indonesia Usul Tebar Dividen Rp580 Miliar di RUPST April 2026
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 2 April 2026 - 22:00 WIB

Samudera Indonesia Raup Laba Rp 885 Miliar, Kinerja Tumbuh di Tengah Tantangan Global

Rabu, 1 April 2026 - 16:30 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini Melejit, Rp 2,9 Juta per Gram

Rabu, 1 April 2026 - 15:30 WIB

Pembelian Pertalite dan Solar Dibatasi Mulai Hari Ini 1 April 2026

Selasa, 31 Maret 2026 - 08:00 WIB

Honda dan Sony Akhiri Kerja Sama, Proyek Mobil Listrik Afeela Kandas

Senin, 30 Maret 2026 - 23:00 WIB

PEDRO Official Store Ramai Diburu, Ini Cara Dapat Produk Asli

Berita Terbaru

Oplus_0

Olahraga

Jung Ho-young Jadi Rebutan Klub V-League Korea Selatan

Jumat, 3 Apr 2026 - 05:00 WIB