Singapura Menyambut Anda: Peluang Jadi WN Baru Terbuka

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 2 Maret 2026 - 07:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Singapura membuka peluang besar bagi calon warga negara baru. Pemerintah akan menerima hingga 30.000 warga negara baru setiap tahun selama lima tahun ke depan.

Wakil Perdana Menteri Singapura, Gan Kim Yong, menyatakan, tahun lalu pemerintah memberikan sekitar 25.000 kewarganegaraan. Sementara itu, dalam lima tahun mendatang, pemerintah menargetkan jumlah warga baru mencapai 25.000–30.000 orang per tahun.

“Kami menyesuaikan jumlah warga negara baru berdasarkan tren demografi, termasuk TFR,” ujar Gan dalam debat anggaran Kantor Perdana Menteri, dikutip Strait Times, Jumat (27/2/2026).

Baca Juga :  Kekuasaan Presiden di Indonesia dan Amerika Serikat: Antara Mandat Rakyat dan Pembatasan Politik dalam Sistem Presidensial Modern

Selain itu, pemerintah juga menyesuaikan penerimaan permanent resident (PR) atau penduduk tetap, jalur utama menuju kewarganegaraan. Saat ini, populasi PR stabil di kisaran 540.000 orang. Pemerintah merencanakan menerima sekitar 40.000 PR per tahun selama lima tahun ke depan, sedikit lebih tinggi dibandingkan 35.000 PR yang diberikan tahun lalu.

Gan menekankan, pemerintah akan meninjau jumlah imigran setiap tahun. Dengan kata lain, pemerintah mempertimbangkan TFR, faktor demografi lain, kualitas pelamar, serta kesiapan infrastruktur dan kapasitas sosial masyarakat.

Baca Juga :  Tarawih 2026: 13 Rakaat di Dua Masjid Suci

Ia menambahkan, pertumbuhan populasi warga Singapura menurun dari 0,9% menjadi 0,8%, lalu 0,7% tahun lalu. Ke depannya, pemerintah memperkirakan pertumbuhan turun hingga 0,5% per tahun, tergantung pada kemampuan menjaga tingkat kelahiran.

“Bahkan dengan pertumbuhan setengah persen, tantangannya tetap besar karena bergantung pada TFR,” kata Gan.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

Kekuasaan Presiden di Indonesia dan Amerika Serikat: Antara Mandat Rakyat dan Pembatasan Politik dalam Sistem Presidensial Modern
Eropa Terguncang Krisis Energi, Albania Jadi Contoh Ketahanan
Pentagon Incar Tanah Jarang Malaysia, Tantang Dominasi China di Pasar Global
Iran Perdana Kantongi Pendapatan Tarif Tol Selat Hormuz, Simpan di Bank Sentral
Paspor Indonesia 2026: Daftar 42 Negara Bebas Visa Terbaru untuk WNI
12 Negara Ajukan Pinjaman ke IMF, Krisis Energi Picu Tekanan Ekonomi Global
Kapal Malaysia Tembus Selat Hormuz, Bawa 1 Juta Barel Minyak di Tengah Krisis Global
Industri Plastik China Tertekan Dampak Penutupan Selat Hormuz
Berita ini 26 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 17 Mei 2026 - 22:05 WIB

Kekuasaan Presiden di Indonesia dan Amerika Serikat: Antara Mandat Rakyat dan Pembatasan Politik dalam Sistem Presidensial Modern

Kamis, 30 April 2026 - 10:00 WIB

Eropa Terguncang Krisis Energi, Albania Jadi Contoh Ketahanan

Rabu, 29 April 2026 - 12:00 WIB

Pentagon Incar Tanah Jarang Malaysia, Tantang Dominasi China di Pasar Global

Sabtu, 25 April 2026 - 20:00 WIB

Iran Perdana Kantongi Pendapatan Tarif Tol Selat Hormuz, Simpan di Bank Sentral

Rabu, 22 April 2026 - 21:00 WIB

Paspor Indonesia 2026: Daftar 42 Negara Bebas Visa Terbaru untuk WNI

Berita Terbaru

Oplus_0

Teknologi

Kenaikan Harga Chipset Baru Ancam Lonjakan Harga HP Android

Selasa, 19 Mei 2026 - 04:00 WIB