Jakarta – Akademisi asal Jambi, Dr. Toni Indrayadi, M.Pd., terus menunjukkan kiprah di panggung internasional. Ia mengajar sebagai dosen Pendidikan Bahasa Inggris di Institut Agama Islam Negeri Kerinci. Selain mengajar, ia aktif mempublikasikan riset di jurnal bereputasi global dan rutin berbagi pengalaman dalam forum akademik lintas negara.
Produktif Tembus Jurnal Q1 dan Q2
Publikasi di jurnal terindeks Scopus dan Web of Science menuntut kualitas riset tinggi serta proses seleksi ketat. Banyak akademisi menghadapi tahapan panjang, mulai dari pengiriman naskah hingga revisi berulang.
Namun, Toni menjaga konsistensi dan disiplin dalam meneliti. Ia menembus jurnal internasional kategori Q1 dan Q2 di sejumlah negara. Capaian itu memperkuat reputasinya sebagai peneliti di bidang pendidikan bahasa Inggris.
Jadi Reviewer di Penerbit Global
Tidak hanya menulis, Toni juga menelaah artikel ilmiah dari peneliti mancanegara. Ia menjalankan peran sebagai reviewer jurnal bereputasi dari Amerika Serikat, Inggris, Australia, Thailand, hingga Meksiko.
Selain itu, dua penerbit akademik global, yakni Elsevier dan Taylor & Francis, mempercayai Toni untuk mereview naskah ilmiah. Kepercayaan itu menunjukkan pengakuan internasional atas kapasitas dan integritas akademiknya.
Universitas Pannonia Undang Toni
Rekam jejak publikasi Toni menarik perhatian University of Pannonia di Hungaria. Pihak kampus kemudian mengundangnya untuk melatih mahasiswa pascasarjana bidang applied linguistics dalam penulisan artikel ilmiah tahun lalu, tepatnya 26 Maret 2025.
Toni menjelaskan bahwa seorang profesor dari Pannonia menghubunginya secara langsung. Pihak kampus menilai rekam jejak publikasinya melalui Google Scholar dan profil Scopus Author yang terbuka untuk umum.
“Saya dihubungi langsung oleh profesor dari Pannonia untuk memberikan pelatihan. Mungkin mereka melihat rekam jejak tulisan saya di Google Scholar dan Scopus Author,” ujarnya.
Harumkan Nama Kampus dan Indonesia
Undangan tersebut membawa kebanggaan bagi Institut Agama Islam Negeri Kerinci dan dunia akademik Indonesia. Toni menunjukkan bahwa dosen dari daerah mampu bersaing di tingkat global melalui karya ilmiah.
Menurut Toni, dosen dan peneliti di berbagai negara menghadapi tantangan yang sama dalam publikasi internasional. Karena itu, ia mendorong akademisi untuk membangun tekad kuat dan konsistensi belajar.
“Untuk bisa menerbitkan tulisan berstandar internasional, kita harus memiliki tekad kuat dan terus belajar,” tegasnya.
Disiplin Waktu dan Konsistensi Riset
Toni mengatur waktunya secara disiplin sebagai akademisi dan ayah dua anak. Setelah mengajar, ia langsung meneliti dan menulis. Ia bahkan melanjutkan pekerjaannya hingga malam hari.
Ia menjaga produktivitas publikasi setiap tahun dan memperluas jejaring akademik internasional melalui kerja keras tersebut.
“Kesungguhan itulah yang membuat saya memiliki publikasi rutin setiap tahun dan mendapat undangan untuk mereview artikel dari berbagai negara,” tutupnya.
Penulis : Idp
Editor : Ichwan Diaspora