Dinkes Klarifikasi Layanan Poli RSUD M.H.A. Thalib

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 20 Februari 2026 - 21:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

Sungai Penuh – Setelah keluhan masyarakat tentang pelayanan poli di RSUD M.H.A. Thalib viral di media sosial, Dinas Kesehatan Kota Sungai Penuh menyampaikan klarifikasi resmi. Dinas ingin meluruskan informasi yang beredar sekaligus menjelaskan mekanisme pelayanan poli secara terbuka.

Dinkes Tegaskan Aturan Pendaftaran Online

Kepala Dinas Kesehatan Kota Sungai Penuh, Gunardi, menegaskan bahwa manajemen rumah sakit menjalankan pelayanan poli sesuai prosedur. Ia memastikan petugas tetap mengikuti sistem yang sudah ditetapkan.

Gunardi menjelaskan bahwa pasien yang ingin berobat ke poli harus mendaftar melalui aplikasi Mobile JKN. Petugas menerapkan sistem ini untuk mengatur antrean dan menyesuaikan jumlah kunjungan dengan kapasitas layanan.

Baca Juga :  PPNI Sungai Penuh Diminta Jadi Motor Inovasi Layanan Kesehatan, Wali Kota Tekankan Peran Aktif Perawat di Lapangan

Setiap hari, manajemen rumah sakit membatasi kuota pasien poli sekitar 30 hingga 40 orang. Jumlah itu menyesuaikan jadwal dan ketersediaan dokter spesialis.

Pasien Darurat Langsung Datang ke IGD

Gunardi juga menjelaskan bahwa pasien dengan kondisi darurat bisa langsung datang ke Instalasi Gawat Darurat (IGD). Tenaga medis di IGD segera menangani pasien tanpa proses pendaftaran poli.

Namun, pasien rujukan non-darurat harus mengikuti jadwal praktik dokter spesialis. Selain itu, manajemen rumah sakit menutup layanan poli spesialis setiap hari Jumat. Karena itu, Dinkes meminta masyarakat mengecek jadwal sebelum mendaftar.

Baca Juga :  BGN Ungkap 65% Warga RI Butuh MBG, Ini Fokus Perbaikan

Dinkes Minta Masyarakat Pahami Alur Layanan

Dinas Kesehatan Kota Sungai Penuh meminta masyarakat memahami alur pelayanan dan sistem antrean yang berlaku di RSUD M.H.A. Thalib. Pemahaman ini membantu masyarakat menghindari kesalahpahaman saat datang berobat.

Di sisi lain, Dinkes mendorong tenaga kesehatan dan masyarakat membangun komunikasi yang baik. Dengan komunikasi yang terbuka, petugas dan pasien bisa menciptakan pelayanan yang profesional dan humanis.

Direktur RSUD Belum Sampaikan Pernyataan

Hingga berita ini terbit, Direktur RSUD M.H.A. Thalib belum menyampaikan pernyataan resmi terkait persoalan yang ramai diperbincangkan.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

Wajib Tahu! 5 Jenis Operasi Ini Tak Ditanggung BPJS Kesehatan, Jangan Sampai Kena Biaya Sendiri
Iuran BPJS Kesehatan Dipastikan Tak Berubah, Ini Rincian Resmi yang Wajib Diketahui Peserta JKN di Tengah Ramainya Isu Kenaikan
Dasbor MBG Dibuka ke Publik Juni 2026, Guru–Posyandu Pantau Kualitas Makan Bergizi Secara Real Time
BGN Hadirkan Reviu MBG, Sistem Digital Pemantau Kualitas Makan Bergizi Gratis di Lapangan
Banyak Warga Masih Salah Gunakan Obat, Dinkes Dharmasraya Gencarkan GEMA CERMAT
PPNI Sungai Penuh Diminta Jadi Motor Inovasi Layanan Kesehatan, Wali Kota Tekankan Peran Aktif Perawat di Lapangan
RSUD MHA Thalib Perketat Pengawasan, Ini Kata Dirut
Ini 21 Layanan dan Penyakit yang Tidak Ditanggung BPJS Kesehatan
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 31 Mei 2026 - 10:00 WIB

Wajib Tahu! 5 Jenis Operasi Ini Tak Ditanggung BPJS Kesehatan, Jangan Sampai Kena Biaya Sendiri

Sabtu, 30 Mei 2026 - 15:00 WIB

Iuran BPJS Kesehatan Dipastikan Tak Berubah, Ini Rincian Resmi yang Wajib Diketahui Peserta JKN di Tengah Ramainya Isu Kenaikan

Jumat, 29 Mei 2026 - 00:01 WIB

Dasbor MBG Dibuka ke Publik Juni 2026, Guru–Posyandu Pantau Kualitas Makan Bergizi Secara Real Time

Kamis, 28 Mei 2026 - 05:00 WIB

BGN Hadirkan Reviu MBG, Sistem Digital Pemantau Kualitas Makan Bergizi Gratis di Lapangan

Selasa, 26 Mei 2026 - 22:00 WIB

Banyak Warga Masih Salah Gunakan Obat, Dinkes Dharmasraya Gencarkan GEMA CERMAT

Berita Terbaru