Purbaya Kritik Biaya Mahal Perbankan Syariah di Indonesia

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 20 Februari 2026 - 10:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

Jakarta — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengkritik praktik perbankan syariah di Indonesia. Ia menilai sistem perbankan syariah belum mencerminkan prinsip ekonomi Islam secara penuh. Ia juga menyoroti biaya layanan bank syariah yang masih lebih mahal dibanding bank konvensional.

Biaya Layanan Belum Kompetitif

Selain itu, dalam forum ekonomi syariah di Jakarta, Rabu (18/2/2026), Purbaya mengatakan pelaku usaha masih menganggap layanan bank syariah mahal. Mereka juga merasa proses layanan lebih rumit.

Menurutnya, ekonomi syariah harus menghadirkan sistem yang adil dan efisien. Sistem tersebut juga harus memudahkan masyarakat memperoleh pembiayaan. Dengan kata lain, pelaku industri tidak cukup hanya mengganti istilah. Mereka harus menjalankan prinsip syariah secara nyata dalam sistem keuangan.

Potensi Besar Belum Dimanfaatkan Maksimal

Di sisi lain, Purbaya menyebut Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi pusat ekonomi syariah global. Jumlah penduduk Muslim yang besar menjadi kekuatan utama. Namun demikian, sektor keuangan syariah belum memanfaatkan pasar domestik secara maksimal.

Baca Juga :  Niat Baik Presiden Prabowo

Sebagai perbandingan, ia mencontohkan sistem perbankan di Jerman. Menurutnya, sistem di sana menekan biaya pinjaman dan menjaga keberlanjutan ekonomi. Sistem tersebut tidak hanya mengejar keuntungan.

Oleh karena itu, pemerintah harus memasukkan ekonomi syariah ke dalam strategi pembangunan nasional. Pemerintah menempatkan ekonomi syariah sejajar dengan ekonomi digital dan ekonomi hijau.

Muhammadiyah Minta Semua Pihak Terbuka

Sementara itu, Ketua PP Muhammadiyah, Anwar Abbas, meminta semua pihak menerima kritik pemerintah secara terbuka. Ia menilai kritik tersebut bisa membantu perbaikan industri.

Ia menjelaskan bahwa perbankan syariah tidak hanya mengganti istilah bunga. Bank syariah menggunakan akad seperti murabahah dan sistem bagi hasil seperti mudharabah dan musyarakah. Sistem tersebut bertujuan menghindari riba.

Skala Bisnis dan Cost of Fund Jadi Tantangan

Meski begitu, Anwar Abbas mengakui biaya pembiayaan syariah masih relatif mahal. Skala bisnis bank syariah yang lebih kecil menjadi salah satu penyebab. Selain itu, bank syariah menanggung biaya dana lebih tinggi karena dana murah masih terbatas.

Baca Juga :  Kode Redeem Mobile Legends Hari Ini

Karena itu, ia mendorong pemerintah menambah penempatan dana di bank syariah. Langkah tersebut dapat menurunkan biaya dana dan meningkatkan daya saing pembiayaan syariah.

Kritik Jadi Momentum Perbaikan Industri

Pada akhirnya, bank syariah tetap memiliki keunggulan. Bank syariah memberikan kepastian cicilan hingga akhir kontrak dan menjaga transparansi akad. Bank syariah juga tidak mengambil keuntungan dari denda keterlambatan karena dana tersebut masuk ke program sosial.

Dengan demikian, pemerintah dan industri dapat menggunakan kritik ini sebagai momentum perbaikan. Industri perbankan syariah dapat memperkuat perannya dan meningkatkan kontribusi terhadap ekonomi nasional.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

Mahasiswa Keguruan Daerah Ini Resah, Jalur Menjadi Guru Kian Tidak Pasti
BGN Wajibkan Telur Lokal di Program MBG, Perkuat Peternak
Presiden Prabowo Turunkan Bunga Kredit Mekaar Jadi 8 Persen
Driver Ojol Kini Bisa Bernapas Lega, Potongan Aplikasi Resmi Turun Jadi 8 Persen
Audiensi dengan BPK, LBH Nadi Serahkan Kajian Hukum Soal Audit
Dolar AS Tembus Rp17.421, Rupiah Tertekan akibat Penguatan Pasar Global
Bansos Digital Mulai Juni 2026, Pemerintah Benahi Data Penerima
Kemendagri Minta e-KTP Tak Lagi Difotokopi, Dorong Layanan Lebih Praktis dan Digital
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 18 Mei 2026 - 20:44 WIB

Mahasiswa Keguruan Daerah Ini Resah, Jalur Menjadi Guru Kian Tidak Pasti

Minggu, 17 Mei 2026 - 11:00 WIB

BGN Wajibkan Telur Lokal di Program MBG, Perkuat Peternak

Minggu, 17 Mei 2026 - 09:00 WIB

Presiden Prabowo Turunkan Bunga Kredit Mekaar Jadi 8 Persen

Kamis, 14 Mei 2026 - 18:00 WIB

Driver Ojol Kini Bisa Bernapas Lega, Potongan Aplikasi Resmi Turun Jadi 8 Persen

Selasa, 12 Mei 2026 - 10:40 WIB

Audiensi dengan BPK, LBH Nadi Serahkan Kajian Hukum Soal Audit

Berita Terbaru

Oplus_0

Teknologi

Kenaikan Harga Chipset Baru Ancam Lonjakan Harga HP Android

Selasa, 19 Mei 2026 - 04:00 WIB