Camat Depati Tujuh Atur Pembagian Air Sawah

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 15 Februari 2026 - 08:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

Kerinci – Menanggapi keluhan masyarakat, Camat Depati Tujuh, Indra Hermawan, bergerak cepat untuk menormalkan aliran air Irigasi Kasigi. Saluran irigasi ini memasok sawah di beberapa desa. Sebagai langkah awal, ia turun langsung ke lapangan untuk memantau kondisi.

Masyarakat Diduga Sebabkan Kekurangan Air

Dari hasil pemantauan, Camat menemukan bahwa masyarakat membuat sekat-sekat di sekitar Desa Tebat Ijuk dan Desa Baru Kubang. Selain itu, warga menutup sebagian aliran di jalur irigasi Koto Majidin, sehingga distribusi air menjadi tidak merata.

Camat Koordinasi Langsung dengan Warga

Untuk mengatasi masalah ini, Rabu (11/2), Indra Hermawan mengajak perangkat desa dan tokoh masyarakat berdiskusi. Mereka bekerja sama untuk menemukan solusi yang adil dan mencegah konflik antara petani.
“Kita harus berbagi air secara adil. Jangan sampai satu desa kelebihan air, sementara desa lain kekurangan. Ini menyangkut hajat hidup petani kita,” tegasnya.

Camat Terapkan Sistem Bergilir

Sebagai langkah sementara, Camat mengusulkan sistem pengairan bergilir. Desa Koto Majidin mendapat aliran air selama 12 jam, lalu desa-desa lain bergantian 12 jam berikutnya.
Dengan skema ini, semua desa mendapatkan air secara seimbang meski debit terbatas. Camat juga meminta warga untuk tidak membuat sekat tambahan tanpa koordinasi, karena hal itu bisa memicu ketegangan dan merugikan petani lain.

Gerak Cepat Camat Wujudkan Semboyan “Pejuang Petani”

Lebih jauh, Camat Indra Hermawan mendapat apresiasi karena bertindak cepat. Warga menilai langkah ini sebagai implementasi nyata semboyan Bupati “Pejuang Petani”, yang menekankan keberpihakan pada sektor pertanian melalui tindakan langsung di lapangan.

Gotong Royong untuk Ketahanan Pangan

Dengan semangat gotong royong dan musyawarah, pihak kecamatan ingin menyelesaikan persoalan irigasi Kasigi secara adil. Sehingga, produktivitas pertanian tetap tinggi, dan ketahanan pangan daerah semakin kuat.
Baca Juga :  Kerinci Percepat Transformasi Digital

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

Sentuh Warga Lewat Khitan Massal Gratis, PT Kerinci Merangin Hidro Fasilitasi 50 Anak dari Sembilan Desa
Mulai Berlaku di NTT, Kendaraan Mati Pajak Tak Lagi Bebas Isi BBM Subsidi, Pertamina Siapkan Pengawasan
39 Pemda Kewalahan Bayar Gaji PPPK, Kemenkeu Siapkan Bantuan Lewat TKD
Pemkab Dharmasraya Gandeng NU Hadapi Era Efisiensi, Ini Empat Fokus Program untuk Warga
Sekda Alpian Ungkap Kunci Pembangunan Sungai Penuh, Sensus Ekonomi 2026 Jadi Penentu Arah Baru
Petani Kentang Kayu Aro Kerinci Tertekan, Harga Turun Rp1.500 per Kg Saat Panen Raya
Akhiri Penantian Bertahun-Tahun, Jembatan Garuda di Kerinci Buka Jalur Emas Petani dan Ubah Wajah Ekonomi Desa
Tenggat Terlewati, Tiga Desa di Kerinci Masih Tertahan Pencairan Dana Desa Tahap I 2026
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 2 Juli 2026 - 16:00 WIB

Sentuh Warga Lewat Khitan Massal Gratis, PT Kerinci Merangin Hidro Fasilitasi 50 Anak dari Sembilan Desa

Senin, 29 Juni 2026 - 20:00 WIB

Mulai Berlaku di NTT, Kendaraan Mati Pajak Tak Lagi Bebas Isi BBM Subsidi, Pertamina Siapkan Pengawasan

Rabu, 24 Juni 2026 - 20:00 WIB

39 Pemda Kewalahan Bayar Gaji PPPK, Kemenkeu Siapkan Bantuan Lewat TKD

Selasa, 23 Juni 2026 - 21:00 WIB

Pemkab Dharmasraya Gandeng NU Hadapi Era Efisiensi, Ini Empat Fokus Program untuk Warga

Senin, 22 Juni 2026 - 13:00 WIB

Sekda Alpian Ungkap Kunci Pembangunan Sungai Penuh, Sensus Ekonomi 2026 Jadi Penentu Arah Baru

Berita Terbaru