Generasi Z Dinilai Lebih Lemah dalam Kognisi

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 10 Februari 2026 - 18:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

Jakarta – Selama ini, setiap generasi baru kerap dianggap lebih cerdas dibandingkan pendahulunya. Namun, tren itu tampaknya terhenti pada Generasi Z. Sejumlah pakar saraf di Amerika Serikat memperingatkan bahwa Gen Z menjadi generasi pertama yang menunjukkan penurunan kemampuan kognitif dibandingkan generasi milenial.

 

EdTech Memicu Penurunan Kognitif

 

Ahli saraf Jared Cooney Horvath menyebut teknologi pendidikan (EdTech) sebagai penyebab utama penurunan kemampuan kognitif ini. Menurutnya, penggunaan perangkat digital secara masif di sekolah menurunkan hampir semua aspek kognitif Gen Z. Hal ini mencakup rentang perhatian, memori, kemampuan literasi dan numerasi, serta kemampuan memecahkan masalah.

 

“Data menunjukkan bahwa begitu sekolah menerapkan teknologi digital secara luas, performa akademik menurun signifikan,” ujar Horvath, dikutip Wion.

Baca Juga :  Garuda Siap Bawa Wisatawan Arab Saudi ke Indonesia Mulai Musim Haji 2027

 

Dengan kata lain, teknologi digital tidak hanya berfungsi sebagai alat bantu. Ia juga mengubah cara otak anak muda memproses informasi.

 

Ironi Generasi yang Sekolah Lebih Lama

 

Ironisnya, penurunan ini terjadi pada generasi yang menghabiskan lebih banyak waktu di sekolah dibandingkan generasi sebelumnya. Horvath menjelaskan, otak manusia tidak dirancang untuk menerima informasi dalam format video singkat atau ringkasan teks digital.

 

Selain itu, ketergantungan anak muda pada konten instan dan kecerdasan buatan menurunkan kemampuan berpikir kritis. Padahal, kemampuan ini seharusnya mereka asah melalui pembelajaran mendalam.

 

Interaksi Langsung dan Membaca Buku Fisik Lebih Efektif

 

Oleh karena itu, Horvath menekankan pentingnya interaksi langsung dan membaca buku fisik. Proses ini membantu anak muda menguasai ide-ide kompleks dengan lebih baik.

Baca Juga :  AHY Pangkas Akses Bandara Singkawang Jadi 5 Menit

 

“Evolusi manusia menuntut belajar melalui interaksi sosial nyata dengan guru dan teman. Anak muda tidak bisa hanya menggulir layar untuk membaca poin-poin ringkasan,” katanya.

 

Dengan demikian, sekolah perlu menekankan pembelajaran tatap muka dan studi mendalam untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis.

 

Fenomena Global

 

Tidak hanya di Amerika Serikat, penurunan kognitif juga terjadi di lebih dari 80 negara. Negara-negara itu mengintegrasikan teknologi digital secara masif di ruang kelas.

 

Sebagai akibatnya, dunia pendidikan menghadapi tantangan global. Sekolah perlu menyeimbangkan pemanfaatan teknologi dengan kebutuhan perkembangan kognitif anak muda.

 

Berita Terkait

Babak Baru Kasus Korupsi Langkat, KPK Tetapkan Bupati Syah Afandin Tersangka, Dugaan Gratifikasi Rp3,5 Miliar Ikut Terungkap
Skandal MBG Kian Terkuak, Brigjen LMI Jadi Tersangka, Peran Kolonel BU dalam Proyek Rp1,03 Triliun Ikut Disorot
Terbongkar! 833 Pendamping PKH Rangkap Kerja, Kemensos Tagih Pengembalian Gaji Capai Rp7,9 Miliar
PermenPANRB Nomor 9 Tahun 2026 Buka Peluang PPPK Paruh Waktu Naik Status, Ini Syaratnya
Nasib Bupati Langkat Syah Afandin Ditentukan Hari Ini, KPK Dalami Dugaan Suap Proyek dan Aliran Uang
Koperasi Siap Kuasai Bisnis Sawit dari Hulu ke Hilir, Pemerintah Bidik Produksi CPO hingga Minyak Goreng
SMA Taruna Nusantara Cari 60 Pamong Baru, Rekrutmen P3 2026 Dibuka hingga 9 Juli, Cek Syarat Lengkapnya
Perpres KopDes Merah Putih Dikebut, Pengamat Ungkap Tantangan Terbesar Justru Bukan Soal Regulasi
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 4 Juli 2026 - 14:00 WIB

Babak Baru Kasus Korupsi Langkat, KPK Tetapkan Bupati Syah Afandin Tersangka, Dugaan Gratifikasi Rp3,5 Miliar Ikut Terungkap

Sabtu, 4 Juli 2026 - 13:00 WIB

Skandal MBG Kian Terkuak, Brigjen LMI Jadi Tersangka, Peran Kolonel BU dalam Proyek Rp1,03 Triliun Ikut Disorot

Sabtu, 4 Juli 2026 - 12:00 WIB

Terbongkar! 833 Pendamping PKH Rangkap Kerja, Kemensos Tagih Pengembalian Gaji Capai Rp7,9 Miliar

Jumat, 3 Juli 2026 - 19:00 WIB

PermenPANRB Nomor 9 Tahun 2026 Buka Peluang PPPK Paruh Waktu Naik Status, Ini Syaratnya

Jumat, 3 Juli 2026 - 18:00 WIB

Nasib Bupati Langkat Syah Afandin Ditentukan Hari Ini, KPK Dalami Dugaan Suap Proyek dan Aliran Uang

Berita Terbaru