Yamaha PG-1 Hadir di Indonesia, Ini Harganya 

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 8 Februari 2026 - 13:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

Jakarta – PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) meluncurkan Yamaha PG-1 di Indonesia pada awal Februari 2026. Melalui model ini, Yamaha langsung memasuki segmen motor bebek bergaya petualang yang masih jarang pemain.
Yamaha memasarkan motor ini dengan harga OTR Jakarta sekitar Rp29 juta. Dengan banderol tersebut, PG-1 menyasar konsumen yang membutuhkan motor harian sekaligus kendaraan untuk petualangan ringan. Berikut lima alasan utama yang membuat Yamaha PG-1 layak menjadi pilihan.

1. Yamaha Tampilkan Desain Tangguh Bergaya Scrambler

Pertama, Yamaha menghadirkan PG-1 dengan tampilan yang berbeda dari motor bebek konvensional. Desain scrambler klasik memberi kesan gagah dan berkarakter.
Selain itu, Yamaha memperkuat tampilannya melalui ban dual-purpose IRC Trial GP Series, sepatbor depan tinggi, serta suspensi depan dengan pelindung karet. Kombinasi ini membuat PG-1 siap melaju di berbagai kondisi jalan.

2. Yamaha Lengkapi Fitur Modern untuk Keamanan

Meski mengusung gaya klasik, Yamaha tetap menyematkan teknologi modern. PG-1 menggunakan panel instrumen digital dengan negative display yang mudah terbaca.
Tak hanya itu, Yamaha menambahkan sistem ABS single channel pada roda depan. Yamaha juga memasang cakram depan berdiameter 245 mm agar pengereman terasa lebih stabil dan aman.

3. Mesin Andal Beri Performa Efisien

Selanjutnya, Yamaha membekali PG-1 dengan mesin 114–115 cc berpendingin udara yang sudah terbukti tangguh.
Mesin ini menggunakan basis yang sama dengan Yamaha Lagenda dan Vega Force di beberapa pasar.
Mesin tersebut menghasilkan karakter halus dan responsif. PG-1 bergerak lincah di jalan perkotaan dan tetap stabil di jalur berkerikil. Di sisi efisiensi, motor ini mencatat konsumsi bahan bakar sekitar 1,69 liter per 100 km.

4. Harga Kompetitif dan Perawatan Mudah

Dari sisi harga, Yamaha menetapkan banderol PG-1 di angka Rp29 juta OTR Jakarta. Harga ini menempatkan PG-1 di tengah antara motor bebek standar dan motor petualang premium.
Selain itu, Yamaha menyediakan suku cadang yang melimpah di Indonesia. Kondisi ini membuat pemilik PG-1 dapat menekan biaya perawatan dalam jangka panjang.

5. Posisi Berkendara Dukung Aktivitas Harian dan Petualangan

Terakhir, Yamaha merancang PG-1 dengan posisi berkendara tegak dan santai. Setang tinggi dan jok split-seat yang panjang membantu pengendara menjaga kenyamanan saat berkendara jauh.
Baca Juga :  OJK Tutup Empat Bank

Berita Terkait

Harga Emas Antam Masih Bertahan di Rp2,733 Juta per Gram, Momentum Tepat untuk Mulai Investasi?
BPJS Kesehatan Terapkan Aturan Baru Kontrol 2026, Pasien Wajib Ikuti Jadwal Ketat Mulai Berlaku Juni
KPK Naikkan Status Kasus OTT Muara Enim, Bukti Mengarah ke Dugaan Korupsi Proyek Pendidikan
Dari Sumbar ke Kejagung, Putra Sungai Penuh Dipercaya Duduki Jabatan Penting
UGM Pimpin 10 Kampus dengan Skor SINTA Tertinggi 2026, IAIN Kerinci Ikut Disorot
Indonesia Stop Impor Beras, Kebijakan Baru Picu Dampak Global
Bupati di Sumsel Terjaring OTT KPK, Kantor Disegel dan Aktivitas Lumpuh
Sony Sanjaya Klaim Tertekan di Kasus MBG, Singgung Nama Besar dan Siap Ungkap Fakta
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 10 Juni 2026 - 06:47 WIB

Harga Emas Antam Masih Bertahan di Rp2,733 Juta per Gram, Momentum Tepat untuk Mulai Investasi?

Selasa, 9 Juni 2026 - 19:00 WIB

BPJS Kesehatan Terapkan Aturan Baru Kontrol 2026, Pasien Wajib Ikuti Jadwal Ketat Mulai Berlaku Juni

Selasa, 9 Juni 2026 - 11:36 WIB

KPK Naikkan Status Kasus OTT Muara Enim, Bukti Mengarah ke Dugaan Korupsi Proyek Pendidikan

Selasa, 9 Juni 2026 - 10:00 WIB

Dari Sumbar ke Kejagung, Putra Sungai Penuh Dipercaya Duduki Jabatan Penting

Senin, 8 Juni 2026 - 22:00 WIB

UGM Pimpin 10 Kampus dengan Skor SINTA Tertinggi 2026, IAIN Kerinci Ikut Disorot

Berita Terbaru

Oplus_0

Merangin

Kepala Sekolah Guru PPPK di Merangin Tuai Polemik

Rabu, 10 Jun 2026 - 08:27 WIB