SUNGAI PENUH – Kekhawatiran menyelimuti para petani di Desa Pinggir Air, Kecamatan Kumun Debai, Kota Sungai Penuh. Saat memasuki musim tanam, mereka justru menemukan dugaan masalah pada pupuk subsidi yang mereka gunakan. Kondisi itu memicu pertanyaan mengenai mutu pupuk yang beredar di tingkat petani.
Kecurigaan tersebut muncul setelah beberapa petani menguji lima sampel pupuk menggunakan cara sederhana. Hasil pengamatan menunjukkan perbedaan mencolok pada setiap sampel. Karena itu, para petani mulai mempertanyakan kualitas sekaligus keaslian pupuk subsidi yang mereka terima.
Oleh sebab itu, mereka meminta pemerintah segera mengambil langkah konkret. Mereka berharap instansi terkait memeriksa sampel pupuk melalui uji laboratorium agar seluruh pihak memperoleh kepastian berdasarkan hasil ilmiah, bukan sekadar dugaan.
Uji Sederhana Menunjukkan Perbedaan
Para petani mengumpulkan lima sampel pupuk subsidi, kemudian memasukkannya ke dalam air sebagai uji awal.
Hasil pengamatan menunjukkan reaksi yang tidak sama. Sebagian butiran pupuk mengapung di permukaan air. Sampel lain langsung hancur dan melebur. Sementara itu, beberapa butiran justru mengendap di dasar wadah.
Perbedaan tersebut memunculkan banyak pertanyaan. Para petani mengaku kesulitan menentukan pupuk yang memiliki kualitas baik maupun pupuk yang mereka curigai bermasalah.
“Satu jenis pupuk mengapung, ada yang langsung hancur saat dimasukkan ke air, dan ada pula yang mengendap. Kami jadi bingung mana yang bagus dan mana yang asli,” ujar salah seorang petani kepada wartawan, Kamis (2/7/2026).
Menurut mereka, kualitas pupuk sangat menentukan pertumbuhan tanaman sejak awal penanaman hingga masa panen. Karena itu, mereka tidak ingin mengabaikan persoalan tersebut.
Petani Langsung Melapor
Selanjutnya, para petani menghubungi sejumlah pihak untuk menyampaikan keluhan mereka. Mereka menghubungi dinas terkait, kios penyalur pupuk subsidi, serta Petugas Penyuluh Lapangan (PPL).
Namun, hingga tiga hari setelah penyampaian laporan, mereka belum melihat adanya pemeriksaan lapangan maupun penjelasan dari instansi yang berwenang.
“Kami sudah menghubungi dinas, kios penjualan, dan PPL. Sampai sekarang belum ada yang turun melihat kondisi ini dan belum ada penjelasan kepada petani,” ungkapnya.
Akibat kondisi tersebut, keresahan petani terus meningkat. Mereka berharap pemerintah segera merespons laporan itu agar persoalan tidak semakin berlarut.
Petani Minta Uji Laboratorium
Selain meminta pemeriksaan lapangan, para petani juga mendesak pemerintah segera menguji sampel pupuk di laboratorium.
Mereka menilai langkah tersebut mampu memberikan kepastian mengenai kualitas maupun keaslian pupuk subsidi. Di sisi lain, hasil pengujian juga dapat menjadi dasar bagi pemerintah untuk menentukan langkah lanjutan apabila menemukan ketidaksesuaian mutu produk.
Menurut para petani, kepastian ilmiah jauh lebih penting daripada dugaan yang terus berkembang di tengah masyarakat.
Kualitas Pupuk Menentukan Produktivitas
Bagi petani, pupuk memegang peranan penting dalam setiap musim tanam. Kualitas pupuk yang baik akan membantu pertumbuhan tanaman secara optimal. Sebaliknya, mutu pupuk yang rendah berpotensi menghambat perkembangan tanaman sekaligus mengurangi hasil panen.
Selain berdampak pada produktivitas lahan, kondisi tersebut juga berpengaruh terhadap pendapatan petani. Karena itu, mereka meminta pemerintah bergerak cepat agar aktivitas pertanian tetap berjalan dengan baik.
Di sisi lain, persoalan pupuk subsidi masih muncul di berbagai daerah. Berbagai keluhan mulai dari distribusi hingga kualitas produk terus menjadi perhatian. Ombudsman RI juga beberapa kali menyoroti pentingnya pengawasan terhadap penyaluran pupuk subsidi agar petani memperoleh produk yang sesuai standar.
Petani Menunggu Respons Pemerintah
Kini para petani menunggu langkah nyata dari pemerintah daerah. Mereka berharap instansi terkait segera datang ke lokasi, mengambil sampel pupuk, lalu mengirimkannya ke laboratorium untuk menjalani pengujian.
Melalui langkah tersebut, pemerintah dapat memberikan kepastian kepada petani sekaligus menjaga kepercayaan masyarakat terhadap program pupuk subsidi.
Hingga berita ini terbit, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) belum memberikan keterangan resmi mengenai keluhan para petani Desa Pinggir Air.
FAQ
Mengapa petani mengeluhkan pupuk subsidi?
Petani menemukan perbedaan karakteristik pada lima sampel pupuk yang mereka uji. Sebagian pupuk mengapung, sebagian cepat hancur, sedangkan sampel lainnya mengendap di air.
Apa yang sudah dilakukan petani?
Petani telah menghubungi dinas terkait, kios penyalur pupuk subsidi, dan Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) untuk meminta pemeriksaan.
Apa yang diminta petani kepada pemerintah?
Petani meminta pemerintah segera mengambil sampel pupuk dan melakukan uji laboratorium agar kualitas serta keaslian pupuk dapat dipastikan secara ilmiah.
Mengapa uji laboratorium penting?
Uji laboratorium dapat memberikan kepastian mengenai mutu pupuk sekaligus menjadi dasar bagi pemerintah untuk mengambil langkah lanjutan apabila menemukan ketidaksesuaian kualitas.
Apakah pemerintah sudah memberikan penjelasan?
Hingga berita ini terbit, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) belum menyampaikan keterangan resmi terkait keluhan para petani.(Tim)









