SUMBAR – Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah, memantau langsung pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 di SMA Negeri 1 Bukittinggi, Selasa (30/6/2026). Melalui kunjungan itu, ia memastikan setiap tahapan seleksi berlangsung transparan, objektif, serta bebas dari segala bentuk intervensi.
Selain memantau proses seleksi, Mahyeldi ingin memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap sistem penerimaan siswa baru. Karena itu, ia mengecek setiap tahapan secara langsung bersama pihak sekolah.
Menurut Mahyeldi, pemerintah harus menjaga integritas SPMB sejak tahap awal. Dengan demikian, seluruh calon peserta didik memperoleh kesempatan yang sama berdasarkan kemampuan dan persyaratan yang berlaku.
Gubernur Cek Verifikasi Jalur Prestasi
Dalam kunjungannya, Mahyeldi meninjau proses verifikasi berkas pendaftaran jalur prestasi akademik maupun non akademik. Petugas sekolah memeriksa setiap dokumen sesuai persyaratan yang telah mereka umumkan kepada masyarakat.
Selanjutnya, Mahyeldi menegaskan bahwa sekolah menjalankan seluruh tahapan seleksi sesuai aturan. Karena itu, tidak satu pun peserta memperoleh perlakuan khusus selama proses penerimaan berlangsung.
Orang Tua Diminta Melengkapi Dokumen
Di sisi lain, Mahyeldi mengingatkan calon peserta didik dan orang tua agar melengkapi seluruh dokumen persyaratan sebelum mengikuti tahapan berikutnya.
Setelah sekolah menuntaskan seleksi jalur prestasi, panitia akan membuka jalur domisili sesuai ketentuan yang berlaku pada masing-masing sekolah.
Khusus SMA Negeri 1 Bukittinggi, wilayah domisili mencakup Kelurahan Pakan Kurai, Campago Ipuh, Aua Tajungkang Tangah Sawah (ATTS), dan Tarok Dipo. Sementara itu, sekolah lain menerapkan pembagian wilayah sesuai ketentuan domisili yang telah pemerintah tetapkan.
Sistem Digital Tentukan Hasil Seleksi
Mahyeldi menjelaskan bahwa sistem komputer mengolah seluruh data pendaftaran sekaligus menyusun pemeringkatan peserta secara otomatis. Oleh sebab itu, siapa pun tidak dapat mengubah hasil seleksi di luar mekanisme yang berlaku.
Selain itu, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat terus menjaga integritas SPMB agar seluruh peserta menikmati kesempatan yang sama tanpa membedakan latar belakang maupun kedekatan dengan pejabat.
Anak Gubernur Juga Tidak Lolos Seleksi
Sebagai contoh, Mahyeldi mengungkapkan pengalaman keluarganya sendiri. Ia mengatakan anak kandungnya tidak lolos di sekolah negeri yang menjadi tujuan karena nilai yang diperoleh belum memenuhi standar seleksi.
Ia juga menyebut anak Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Barat mengalami kondisi serupa. Setelah gagal lolos seleksi, keluarga tersebut memilih pondok pesantren sebagai tempat melanjutkan pendidikan.
“Aturan berlaku sama bagi semua. Tidak ada perlakuan khusus. Kami ingin memastikan proses penerimaan berjalan jujur, adil, dan dapat dipertanggungjawabkan,” tegas Mahyeldi.
Jangan Terpaku pada Sekolah Favorit
Lebih lanjut, Mahyeldi meminta para orang tua agar tidak memaksakan anak masuk ke satu sekolah tertentu. Sebaliknya, ia mendorong keluarga memilih sekolah sesuai minat, bakat, kemampuan, dan potensi anak.
Menurutnya, SMK juga menawarkan pendidikan berkualitas sekaligus membuka peluang kerja yang luas bagi para lulusannya.
Di samping itu, Mahyeldi mendorong sekolah swasta dan pondok pesantren terus meningkatkan mutu pendidikan. Langkah tersebut akan memperluas pilihan masyarakat sekaligus memperkuat pemerataan layanan pendidikan di Sumatera Barat.
Pemprov Siapkan Penambahan Sekolah
Mahyeldi mengatakan pemerintah siap mempertimbangkan pembangunan unit sekolah baru di daerah yang mengalami pertumbuhan penduduk cukup tinggi, termasuk Kota Bukittinggi. Namun, rencana tersebut memerlukan dukungan penyediaan lahan dari masyarakat maupun pemerintah daerah.
Sekolah Rakyat dan PJJ Perluas Akses Pendidikan
Selain meningkatkan daya tampung sekolah, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat terus memperluas akses pendidikan melalui Program Sekolah Rakyat. Pemerintah menargetkan kehadiran sedikitnya satu unit Sekolah Rakyat di setiap kabupaten dan kota untuk melayani anak-anak dari keluarga kurang mampu.
Selanjutnya, pemerintah mengembangkan Program Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) yang berpusat di SMA Negeri 8 Padang. Program tersebut memberi kesempatan kepada peserta didik dari berbagai daerah untuk mengikuti pembelajaran tanpa terkendala jarak.
Menutup kunjungannya, Mahyeldi kembali menegaskan bahwa pemerintah tidak hanya mengejar angka penerimaan di sekolah negeri, tetapi juga memastikan setiap anak di Sumatera Barat memperoleh layanan pendidikan yang berkualitas.
“Yang terpenting bukan hanya diterima di sekolah tertentu, tetapi setiap anak Sumatera Barat memperoleh kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendidikan yang berkualitas. Pemerintah akan terus menghadirkan layanan pendidikan yang semakin luas, adil, dan merata,” tutup Mahyeldi.
FAQ
Apa tujuan kunjungan Gubernur Mahyeldi ke SMA Negeri 1 Bukittinggi?
Mahyeldi memantau langsung pelaksanaan SPMB sekaligus memastikan seluruh tahapan seleksi berjalan transparan, objektif, dan bebas intervensi.
Jalur apa yang dipantau dalam kunjungan tersebut?
Mahyeldi memantau verifikasi berkas pada jalur prestasi akademik dan non akademik.
Bagaimana sistem menentukan hasil seleksi?
Sistem komputer mengolah data pendaftaran dan menyusun pemeringkatan peserta secara otomatis sesuai ketentuan yang berlaku.
Apa pesan Gubernur kepada orang tua?
Mahyeldi meminta orang tua melengkapi dokumen persyaratan serta tidak memaksakan anak masuk ke satu sekolah tertentu.
Program apa yang pemerintah siapkan untuk memperluas akses pendidikan?
Pemerintah Provinsi Sumatera Barat mengembangkan Program Sekolah Rakyat dan Program Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) agar lebih banyak anak memperoleh layanan pendidikan berkualitas.(Tim)









