JAKARTA – Perubahan harga pangan kembali menarik perhatian masyarakat pada hari ini, Selasa, 30 Juni 2026. Sejumlah komoditas utama mencatat penurunan harga di pasar nasional. Kondisi tersebut membuat konsumen memiliki peluang mendapatkan bahan makanan dengan biaya lebih ringan.
Penurunan paling besar terjadi pada kelompok cabai. Selain itu, beras, daging sapi, ayam, dan telur juga mengalami koreksi harga. Namun, beberapa komoditas seperti bawang putih, gula premium, dan minyak goreng kemasan justru bergerak naik.
Berdasarkan catatan Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Bank Indonesia, perubahan harga ini mengikuti kondisi pasokan, permintaan, serta distribusi pangan di berbagai wilayah.
Harga Beras Mulai Melemah di Sejumlah Kategori
Kelompok beras menunjukkan tren penurunan pada perdagangan hari ini. Beras kualitas bawah I turun 2,39 persen hingga mencapai Rp14.300 per kilogram.
Kemudian, beras kualitas bawah II turun 3,10 persen menjadi Rp14.050 per kilogram. Pada kategori medium, beras medium I turun 5,20 persen menjadi Rp15.500 per kilogram.
Sementara itu, beras medium II mencatat penurunan lebih besar hingga 9,32 persen dengan harga Rp14.600 per kilogram. Beras super I turun menjadi Rp17.250 per kilogram, sedangkan beras super II berada di level Rp16.050 per kilogram.
Penurunan harga beras memberi dampak positif bagi rumah tangga. Pasalnya, masyarakat masih menjadikan beras sebagai kebutuhan utama setiap hari.
Cabai Menjadi Komoditas dengan Penurunan Terbesar
Di sisi lain, kelompok cabai mencatat perubahan harga paling signifikan. Harga cabai merah besar turun 21,58 persen menjadi Rp43.050 per kilogram.
Tidak hanya itu, cabai merah keriting juga turun 10,20 persen menjadi Rp48.850 per kilogram. Penurunan terbesar terjadi pada cabai rawit hijau yang mencapai 36,14 persen menjadi Rp33.750 per kilogram.
Selanjutnya, cabai rawit merah turun 20,60 persen menjadi Rp57.050 per kilogram.
Pergerakan harga cabai ini menunjukkan kondisi pasokan yang mulai membaik. Sebelumnya, harga cabai sempat mengalami tekanan akibat perubahan produksi dan permintaan pasar.
Beberapa Bahan Pokok Justru Mengalami Kenaikan
Meski mayoritas pangan mengalami penurunan, tidak semua komoditas bergerak ke arah yang sama. Harga bawang putih ukuran sedang naik 7,33 persen menjadi Rp46.850 per kilogram.
Selain itu, minyak goreng kemasan juga mengalami kenaikan. Minyak goreng kemasan bermerek I naik 5,58 persen menjadi Rp25.550 per liter.
Sementara minyak goreng kemasan bermerek II naik 2,35 persen menjadi Rp23.950 per liter. Adapun minyak goreng curah masih berada pada harga Rp20.600 per liter.
Pada kelompok gula, gula pasir premium naik 3,70 persen menjadi Rp21.000 per kilogram. Namun, gula pasir lokal turun 2,36 persen menjadi Rp18.650 per kilogram.
Harga Daging, Ayam, dan Telur Ikut Turun
Selain bahan pokok, harga pangan hewani juga mengalami penyesuaian. Harga daging sapi kualitas I turun 7,49 persen menjadi Rp138.300 per kilogram.
Kemudian, daging sapi kualitas II turun 6,48 persen menjadi Rp131.400 per kilogram. Harga ayam ras segar ikut turun 3,10 persen menjadi Rp35.950 per kilogram.
Sementara itu, harga telur ayam ras segar turun 2,51 persen menjadi Rp29.100 per kilogram.
Kondisi tersebut membantu masyarakat memenuhi kebutuhan protein dengan pengeluaran yang lebih terkendali.
Pasar Pangan Masih Bergerak Dinamis
Secara keseluruhan, harga pangan pada 30 Juni 2026 menunjukkan tren penurunan. Cabai menjadi penyumbang koreksi terbesar, sedangkan beberapa komoditas lain masih menghadapi tekanan kenaikan.
Ke depan, perubahan harga tetap bergantung pada kelancaran distribusi, ketersediaan stok, serta keseimbangan permintaan pasar.
FAQ
Apa komoditas yang mengalami penurunan paling besar?
Cabai rawit hijau mencatat penurunan paling besar dengan koreksi 36,14 persen.
Apakah harga beras turun pada 30 Juni 2026?
Ya. Beberapa kategori beras mengalami penurunan harga dibandingkan periode sebelumnya.
Mengapa harga cabai turun?
Perubahan harga cabai berkaitan dengan kondisi pasokan dan permintaan pasar.
Komoditas apa yang mengalami kenaikan harga?
Bawang putih, gula pasir premium, serta minyak goreng kemasan mengalami kenaikan.
Apa dampak penurunan harga pangan bagi masyarakat?
Penurunan harga membantu konsumen mengurangi pengeluaran harian dan menjaga daya beli.
Apakah harga pangan bisa berubah kembali?
Bisa. Harga pangan selalu mengikuti kondisi produksi, distribusi, cuaca, dan permintaan pasar.(Tim)









