JAKARTA – Pergerakan kekayaan miliarder RI kembali berubah
Peta kekayaan orang terkaya Indonesia kembali bergeser pada awal Juni 2026. Data terbaru dari Forbes Real-Time Billionaires menunjukkan persaingan ketat di antara para konglomerat yang menguasai sektor energi, perbankan, hingga teknologi data center.
Prajogo Pangestu kembali merebut posisi teratas setelah nilai aset dan sahamnya mengalami pemulihan. Sementara itu, nama-nama besar lain tetap bertahan di papan atas meski mengalami fluktuasi kekayaan akibat dinamika pasar global.
Kondisi ini menegaskan bahwa peringkat miliarder Indonesia sangat dinamis dan bisa berubah hanya dalam hitungan hari, seiring pergerakan pasar saham dan komoditas dunia.
Prajogo Pangestu Kembali ke Puncak
Forbes mencatat Prajogo Pangestu kembali menjadi orang terkaya di Indonesia pada 1 Juni 2026. Pengusaha sektor petrokimia dan energi itu mengumpulkan kekayaan sekitar 16,3 miliar dolar AS atau setara Rp 290,1 triliun (kurs Rp 17.800 per dolar AS).
Sebelumnya, kekayaan Prajogo sempat tertekan akibat penurunan harga saham perusahaan yang terhubung dengan bisnisnya. Namun, pemulihan pasar mendorong kenaikan kembali nilai asetnya hingga ia kembali menyalip para pesaingnya.
Persaingan Ketat di Posisi Dua dan Tiga
Di posisi kedua, Robert Budi Hartono mempertahankan dominasinya di sektor perbankan dan tembakau dengan kekayaan sekitar 14,7 miliar dolar AS atau Rp 261,7 triliun.
Sementara itu, Low Tuck Kwong menempati posisi ketiga dengan kekayaan sekitar 14,2 miliar dolar AS atau Rp 252,8 triliun melalui bisnis batu bara yang masih menjadi salah satu sektor utama di Indonesia.
Ketiga nama ini terus bersaing ketat dan jarak kekayaan mereka relatif tipis jika dibandingkan dengan volatilitas pasar.
Daftar 10 Orang Terkaya Indonesia Awal Juni 2026
Berikut susunan lengkap versi Forbes Real-Time Billionaires per 1 Juni 2026:
Prajogo Pangestu
Kekayaan: 16,3 miliar dolar AS (Rp 290,1 triliun)
Sektor: Petrokimia dan energi
Robert Budi Hartono
Kekayaan: 14,7 miliar dolar AS (Rp 261,7 triliun)
Sektor: Perbankan dan tembakau
Low Tuck Kwong
Kekayaan: 14,2 miliar dolar AS (Rp 252,8 triliun)
Sektor: Batu bara
Anthony Salim
Kekayaan: 11 miliar dolar AS (Rp 195,8 triliun)
Sektor: Diversifikasi usaha
Tahir dan keluarga
Kekayaan: 9,1 miliar dolar AS (Rp 162 triliun)
Sektor: Diversifikasi usaha
Sri Prakash Lohia
Kekayaan: 8,6 miliar dolar AS (Rp 153,1 triliun)
Sektor: Petrokimia
Otto Toto Sugiri
Kekayaan: 8 miliar dolar AS (Rp 142,4 triliun)
Sektor: Pusat data (data center)
Marina Budiman
Kekayaan: 5,7 miliar dolar AS (Rp 101,5 triliun)
Sektor: Pusat data (data center)
Lim Hariyanto Wijaya Sarwono
Kekayaan: 4,4 miliar dolar AS (Rp 78,3 triliun)
Sektor: Kelapa sawit dan nikel
Sukanto Tanoto
Kekayaan: 4,1 miliar dolar AS (Rp 73 triliun)
Sektor: Diversifikasi usaha
Tren Kekayaan: Energi, Data, dan Perbankan Masih Mendominasi
Komposisi 10 besar menunjukkan pola menarik. Sektor energi dan petrokimia tetap mendominasi, sementara industri data center mulai memperkuat posisi sebagai pemain baru di ekonomi digital.
Selain itu, fluktuasi harga komoditas seperti batu bara dan minyak sawit ikut memengaruhi posisi beberapa nama dalam daftar ini.
Dengan kondisi tersebut, persaingan kekayaan di Indonesia tidak hanya bergantung pada skala bisnis, tetapi juga pada sensitivitas pasar global.
FAQ
1. Siapa orang terkaya di Indonesia per Juni 2026?
Prajogo Pangestu menempati posisi pertama menurut Forbes Real-Time Billionaires per 1 Juni 2026.
2. Berapa kekayaan Prajogo Pangestu?
Ia mengantongi sekitar 16,3 miliar dolar AS atau setara Rp 290,1 triliun.
3. Siapa pesaing terdekat di posisi kedua?
Robert Budi Hartono berada di posisi kedua dengan kekayaan sekitar 14,7 miliar dolar AS.
4. Sektor apa yang paling banyak muncul di daftar ini?
Sektor energi, petrokimia, perbankan, dan data center mendominasi daftar.
5. Apakah peringkat ini bisa berubah?
Ya, Forbes memperbarui data secara real-time sehingga posisi bisa berubah kapan saja mengikuti pergerakan pasar.(Tim)









