JAKARTA – Lembaga riset Biohub yang didirikan oleh CEO Meta Mark Zuckerberg bersama Priscilla Chan meluncurkan model kecerdasan buatan (AI) baru yang berfokus pada biologi protein. Teknologi ini membuka jalan baru bagi percepatan penemuan obat di masa depan.
Biohub memperkenalkan sistem AI tersebut pada Rabu (27/5/2026). Mereka menargetkan penggunaan teknologi ini untuk membantu ilmuwan memahami cara kerja protein sekaligus merancang protein baru yang dapat menjadi kandidat obat berbagai penyakit.
Peluncuran ini mempertegas ambisi Meta dan Biohub dalam memperluas peran AI dari sekadar pemrosesan data menjadi alat eksplorasi ilmiah tingkat lanjut. Fokus utama mereka kini bergeser ke biologi komputasional yang lebih kompleks dan berdampak langsung pada kesehatan manusia.
AI Baru Ini Pahami “Dunia” Protein Layaknya Sistem Hidup
Biohub menyebut model ini sebagai world model, yakni sistem AI yang tidak hanya mengenali pola, tetapi juga mempelajari bagaimana suatu sistem bekerja dan memprediksi perubahan jika sistem tersebut dimodifikasi.
Dalam konteks ini, AI tersebut mempelajari protein—molekul penting yang mengatur hampir seluruh fungsi biologis tubuh manusia, mulai dari pembentukan jaringan hingga produksi energi.
Pendekatan ini memberi ilmuwan kemampuan baru untuk mensimulasikan perilaku protein secara lebih cepat dibanding metode laboratorium konvensional yang selama ini memakan waktu panjang.
Teknologi ESM Generasi Keempat Jadi Fondasi Utama
Biohub membangun model ini menggunakan teknologi Evolutionary Scale Modeling (ESM) generasi keempat. Sistem ini mempelajari jutaan urutan protein hasil proses evolusi untuk menemukan pola biologis yang tersembunyi.
Model ini juga hadir dalam bentuk kumpulan sistem open-source yang memungkinkan peneliti di seluruh dunia ikut mengembangkan dan memanfaatkannya.
Biohub menegaskan bahwa pendekatan ini membuka peluang besar dalam desain protein baru yang lebih stabil, aman, dan efektif untuk kebutuhan medis.
Uji Awal Tunjukkan Hasil Menjanjikan di Penyakit Imun dan Kanker
Priscilla Chan menegaskan bahwa tim peneliti sudah menguji model ini pada beberapa kasus penyakit imun dan kanker.
“Kami telah memverifikasi kemampuan model ini dan memvalidasi banyak prediksinya pada kasus penyakit imun maupun kanker. Hasilnya sangat menjanjikan,” ujar Priscilla Chan kepada Reuters.
Dalam uji laboratorium, peneliti juga berhasil menciptakan protein binder baru yang menargetkan sel kanker dan penyakit imun. Protein tersebut bahkan mampu mengaktifkan kembali sel imun dalam pengujian awal.
Biohub Dorong Akses Global untuk Peneliti
Kepala sains Biohub, Alex Rives, menjelaskan bahwa pihaknya akan menyediakan akses model AI ini melalui berbagai platform analisis biologi, termasuk situs biohub.ai.
Biohub juga menyiapkan kredit komputasi agar peneliti bisa menjalankan model ini tanpa hambatan biaya infrastruktur.
Selain platform internal, teknologi ini juga akan tersedia melalui AWS Bio Discovery dan SandboxAQ, sehingga memperluas jangkauan penggunaan di komunitas ilmiah global.
Biohub Jadi Mesin Riset Baru Keluarga Zuckerberg-Chan
Chan Zuckerberg Initiative (CZI) berdiri pada 2015 dan mengonsolidasikan riset biomedisnya di bawah Biohub pada November 2025, termasuk akuisisi startup EvolutionaryScale yang fokus pada AI biologi.
Sejak berdiri, pasangan ini sudah menggelontorkan lebih dari 7 miliar dolar AS atau sekitar Rp125 triliun untuk berbagai program filantropi di bidang kesehatan dan pendidikan.
Mereka juga berkomitmen menyumbangkan 99 persen saham Meta sepanjang hidup, yang sebagian besar akan dialirkan melalui Biohub.
FAQ
1. Apa itu AI Biohub dari Meta?
AI Biohub merupakan model kecerdasan buatan yang fokus pada biologi protein untuk membantu penemuan obat baru dan penelitian medis.
2. Apa yang dimaksud “world model” dalam AI ini?
World model berarti AI mempelajari cara kerja suatu sistem (dalam hal ini protein) dan memprediksi perubahan jika sistem tersebut dimodifikasi.
3. Apa manfaat utama teknologi ini?
Teknologi ini mempercepat desain protein baru yang berpotensi menjadi obat untuk penyakit seperti kanker dan gangguan imun.
4. Apakah AI ini sudah digunakan di dunia nyata?
Biohub sudah menguji model ini di laboratorium dan melaporkan hasil awal yang menjanjikan pada kasus penyakit imun dan kanker.
5. Apakah teknologi ini terbuka untuk peneliti lain?
Ya, Biohub menyediakan model ini sebagai open-source dan menyiapkan akses melalui beberapa platform riset global.
Penulis : Mosa
Editor : Ichwan Diaspora









