Meta Guncang Dunia Kesehatan, AI Biohub Buka Jalan Baru Percepatan Temuan Obat Kanker dan Penyakit Imun

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 31 Mei 2026 - 23:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

JAKARTA – Lembaga riset Biohub yang didirikan oleh CEO Meta Mark Zuckerberg bersama Priscilla Chan meluncurkan model kecerdasan buatan (AI) baru yang berfokus pada biologi protein. Teknologi ini membuka jalan baru bagi percepatan penemuan obat di masa depan.

Biohub memperkenalkan sistem AI tersebut pada Rabu (27/5/2026). Mereka menargetkan penggunaan teknologi ini untuk membantu ilmuwan memahami cara kerja protein sekaligus merancang protein baru yang dapat menjadi kandidat obat berbagai penyakit.

Peluncuran ini mempertegas ambisi Meta dan Biohub dalam memperluas peran AI dari sekadar pemrosesan data menjadi alat eksplorasi ilmiah tingkat lanjut. Fokus utama mereka kini bergeser ke biologi komputasional yang lebih kompleks dan berdampak langsung pada kesehatan manusia.

AI Baru Ini Pahami “Dunia” Protein Layaknya Sistem Hidup

Biohub menyebut model ini sebagai world model, yakni sistem AI yang tidak hanya mengenali pola, tetapi juga mempelajari bagaimana suatu sistem bekerja dan memprediksi perubahan jika sistem tersebut dimodifikasi.

Dalam konteks ini, AI tersebut mempelajari protein—molekul penting yang mengatur hampir seluruh fungsi biologis tubuh manusia, mulai dari pembentukan jaringan hingga produksi energi.

Pendekatan ini memberi ilmuwan kemampuan baru untuk mensimulasikan perilaku protein secara lebih cepat dibanding metode laboratorium konvensional yang selama ini memakan waktu panjang.

Teknologi ESM Generasi Keempat Jadi Fondasi Utama

Biohub membangun model ini menggunakan teknologi Evolutionary Scale Modeling (ESM) generasi keempat. Sistem ini mempelajari jutaan urutan protein hasil proses evolusi untuk menemukan pola biologis yang tersembunyi.

Baca Juga :  Facebook Tawarkan Insentif Hingga Rp50 Juta, Meta Buru Kreator TikTok dan YouTube

Model ini juga hadir dalam bentuk kumpulan sistem open-source yang memungkinkan peneliti di seluruh dunia ikut mengembangkan dan memanfaatkannya.

Biohub menegaskan bahwa pendekatan ini membuka peluang besar dalam desain protein baru yang lebih stabil, aman, dan efektif untuk kebutuhan medis.

Uji Awal Tunjukkan Hasil Menjanjikan di Penyakit Imun dan Kanker

Priscilla Chan menegaskan bahwa tim peneliti sudah menguji model ini pada beberapa kasus penyakit imun dan kanker.

“Kami telah memverifikasi kemampuan model ini dan memvalidasi banyak prediksinya pada kasus penyakit imun maupun kanker. Hasilnya sangat menjanjikan,” ujar Priscilla Chan kepada Reuters.

Dalam uji laboratorium, peneliti juga berhasil menciptakan protein binder baru yang menargetkan sel kanker dan penyakit imun. Protein tersebut bahkan mampu mengaktifkan kembali sel imun dalam pengujian awal.

Biohub Dorong Akses Global untuk Peneliti

Kepala sains Biohub, Alex Rives, menjelaskan bahwa pihaknya akan menyediakan akses model AI ini melalui berbagai platform analisis biologi, termasuk situs biohub.ai.

Biohub juga menyiapkan kredit komputasi agar peneliti bisa menjalankan model ini tanpa hambatan biaya infrastruktur.

Selain platform internal, teknologi ini juga akan tersedia melalui AWS Bio Discovery dan SandboxAQ, sehingga memperluas jangkauan penggunaan di komunitas ilmiah global.

Baca Juga :  Honor Pad 20 Rilis, Tablet Tipis dengan Layar Mirip Kertas

Biohub Jadi Mesin Riset Baru Keluarga Zuckerberg-Chan

Chan Zuckerberg Initiative (CZI) berdiri pada 2015 dan mengonsolidasikan riset biomedisnya di bawah Biohub pada November 2025, termasuk akuisisi startup EvolutionaryScale yang fokus pada AI biologi.

Sejak berdiri, pasangan ini sudah menggelontorkan lebih dari 7 miliar dolar AS atau sekitar Rp125 triliun untuk berbagai program filantropi di bidang kesehatan dan pendidikan.

Mereka juga berkomitmen menyumbangkan 99 persen saham Meta sepanjang hidup, yang sebagian besar akan dialirkan melalui Biohub.

FAQ

1. Apa itu AI Biohub dari Meta?

AI Biohub merupakan model kecerdasan buatan yang fokus pada biologi protein untuk membantu penemuan obat baru dan penelitian medis.

2. Apa yang dimaksud “world model” dalam AI ini?

World model berarti AI mempelajari cara kerja suatu sistem (dalam hal ini protein) dan memprediksi perubahan jika sistem tersebut dimodifikasi.

3. Apa manfaat utama teknologi ini?

Teknologi ini mempercepat desain protein baru yang berpotensi menjadi obat untuk penyakit seperti kanker dan gangguan imun.

4. Apakah AI ini sudah digunakan di dunia nyata?

Biohub sudah menguji model ini di laboratorium dan melaporkan hasil awal yang menjanjikan pada kasus penyakit imun dan kanker.

5. Apakah teknologi ini terbuka untuk peneliti lain?

Ya, Biohub menyediakan model ini sebagai open-source dan menyiapkan akses melalui beberapa platform riset global.

Penulis : Mosa

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

Bos Nvidia Ungkap Masa Depan Pendidikan: Jurusan Kuliah Tak Lagi Jadi Penentu Karier di Era AI
Honor Win Turbo Muncul dengan Baterai 10.000mAh, Main Game 14 Jam Tanpa Cari Colokan
Motorola Edge 70 Pro+ Bocor Total! Kamera Periskop 50MP, Baterai 6.500 mAh dan Layar 5.200 Nits Siap Guncang Flagship
HP 3 Jutaan Rasa Mahal? Xiaomi Poco C71 Bawa Layar 120Hz, Benarkah Selancar Itu atau Cuma Angka?
Ledakan Konten AI di YouTube, Sistem Baru Otomatis Pasang Label Demi Transparansi Video Digital
Xiaomi 17T Series Gebrak Indonesia: Baterai 7.000 mAh, Kamera Leica 120x Zoom Siap Rilis 2 Juni 2026
BYD Gegerkan Industri Otomotif, Klaim Teknologi ADAS Tekan Risiko Kecelakaan hingga 80 Persen
Xiaomi Watch S5 Resmi Meluncur: Baterai 21 Hari, Desain Super Tipis Bikin Smartwatch Ini Jadi Sorotan 2026
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 31 Mei 2026 - 23:00 WIB

Meta Guncang Dunia Kesehatan, AI Biohub Buka Jalan Baru Percepatan Temuan Obat Kanker dan Penyakit Imun

Minggu, 31 Mei 2026 - 22:00 WIB

Bos Nvidia Ungkap Masa Depan Pendidikan: Jurusan Kuliah Tak Lagi Jadi Penentu Karier di Era AI

Minggu, 31 Mei 2026 - 18:00 WIB

Honor Win Turbo Muncul dengan Baterai 10.000mAh, Main Game 14 Jam Tanpa Cari Colokan

Minggu, 31 Mei 2026 - 14:00 WIB

Motorola Edge 70 Pro+ Bocor Total! Kamera Periskop 50MP, Baterai 6.500 mAh dan Layar 5.200 Nits Siap Guncang Flagship

Minggu, 31 Mei 2026 - 06:00 WIB

HP 3 Jutaan Rasa Mahal? Xiaomi Poco C71 Bawa Layar 120Hz, Benarkah Selancar Itu atau Cuma Angka?

Berita Terbaru

Oplus_0

Internasional

Veda Ega Lolos Drama Lap Akhir, Finis Kedelapan di Moto3 Italia

Minggu, 31 Mei 2026 - 20:00 WIB