Solok Selatan Raih WTP ke-10 dari BPK RI, Bukti Konsistensi Tata Kelola Keuangan Daerah

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 30 Mei 2026 - 06:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

SOLSEL – Kabupaten Solok Selatan (Solsel) kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu daerah dengan kinerja pengelolaan keuangan yang stabil di Sumatera Barat. Pemerintah daerah ini berhasil mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan RI untuk laporan keuangan tahun anggaran 2025. Capaian ini sekaligus menandai WTP ke-10 yang berhasil diraih secara beruntun.

Konsistensi Tata Kelola Jadi Sorotan Utama

Pencapaian tersebut tidak hanya mencerminkan kepatuhan administratif, tetapi juga menunjukkan konsistensi Pemkab Solok Selatan dalam menjaga kualitas tata kelola anggaran. Pemerintah daerah menempatkan transparansi dan akuntabilitas sebagai fondasi utama dalam setiap proses pengelolaan keuangan, mulai dari perencanaan hingga pelaporan.

Bupati Solok Selatan H. Khairunas menegaskan bahwa capaian ini tidak berdiri sendiri, melainkan lahir dari kerja kolektif seluruh perangkat daerah. Ia menyebut penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) sebagai momentum untuk memperkuat komitmen reformasi birokrasi di daerah.

“Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kualiyas pengelolaan keuangan daeeah sebagai bentik tanggungjawab kepada masyarakat serta wujud sinergi dalam membangun daerah yang lebih baik,” kata Khairunas, Jumat (29/5/2026).

Penguatan Sistem dan Evaluasi Berkelanjutan

Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) Solok Selatan, Marfiandhika Arief, menjelaskan bahwa capaian WTP ini lahir dari proses pemeriksaan ketat yang dilakukan oleh BPK RI. Ia menilai hasil tersebut mencerminkan tingkat kepatuhan perangkat daerah dalam menjalankan standar akuntansi pemerintahan.

Baca Juga :  Sekda Sumbar Ingatkan ASN Jangan Salah Paham, Jabatan Fungsional Bukan Hak yang Bisa Dituntut

Menurutnya, kolaborasi lintas perangkat daerah menjadi kunci utama dalam menjaga konsistensi laporan keuangan. Ia juga menyoroti masih adanya catatan dari BPK, terutama terkait optimalisasi pendapatan daerah yang membutuhkan pembaruan sistem.

“Meski begitu memang terdapat catatan dari BPK untuk melakukan optimalisasi pendapatan daerah. Salah satunya adalah pemutakhiran aplikasi,” kata Marfiandhika

Arah Transformasi Digital Keuangan Daerah

Ke depan, Pemkab Solok Selatan mendorong percepatan transformasi digital dalam sistem pengelolaan keuangan daerah. Pemerintah daerah menargetkan integrasi penuh sistem berbasis digital untuk meningkatkan efisiensi, transparansi, dan akurasi data keuangan.

Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya jangka panjang untuk memperkuat kepercayaan publik terhadap pengelolaan anggaran daerah sekaligus memperkecil potensi kesalahan administrasi.

“Ke delan kami bertekad untuk melakukan transformasi pengelolaan keuangan menjadi sepenuhnya digital,” tutupnya.

Dampak dan Relevansi Capaian WTP ke-10

Capaian WTP ke-10 ini memperkuat reputasi Solok Selatan sebagai daerah dengan tata kelola keuangan yang konsisten. Selain itu, prestasi ini juga membuka ruang lebih besar bagi pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas layanan publik melalui pengelolaan anggaran yang lebih efektif.

Baca Juga :  Arab Saudi Turun Tangan, Sumbar Kini Punya Harapan Baru untuk Selamatkan Ribuan Anak dengan Kelainan Jantung

Dengan capaian tersebut, Pemkab Solok Selatan menempatkan penguatan sistem dan digitalisasi sebagai prioritas utama dalam menjaga keberlanjutan reformasi birokrasi.

FAQ

1. Apa itu opini WTP?

Opini WTP merupakan penilaian tertinggi dari BPK RI atas laporan keuangan pemerintah daerah yang dianggap sesuai dengan standar akuntansi pemerintahan.

2. Berapa kali Solok Selatan meraih WTP?

Solok Selatan meraih opini WTP untuk yang ke-10 kalinya secara beruntun.

3. Siapa yang memberikan opini WTP?

Opini diberikan oleh Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI).

4. Apa tantangan utama yang masih ditemukan BPK?

BPK masih menyoroti perlunya optimalisasi pendapatan daerah, termasuk pembaruan sistem dan aplikasi.

5. Apa langkah ke depan Pemkab Solok Selatan?

Pemerintah daerah akan mempercepat transformasi digital dalam pengelolaan keuangan untuk meningkatkan transparansi dan efisiensi.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

Mahyeldi Buka Suara soal Masa Depan Guru Sumbar: Kompetensi Harus Kuat, Profesi Wajib Dilindungi
Belanja Modal Sumbar Nyaris Rp1 Triliun, Perubahan APBD 2026 Buka Jalan Baru untuk Pembangunan
Mahyeldi Pasang Alarm untuk Generasi Muda Sumbar: Kuasai AI, Jangan Biarkan Karakter Tergeser
Kelangkaan Solar di Sumbar, Mahyeldi Bawa Keluhan Warga ke Danantara: Pertamina Segera Dipanggil
Bukan Sekadar Piala, Kafilah Sumbar Pulang ke BIM Bawa Rekor 3 Kali Juara Umum MTQ Korpri
2,1 Ton Rendang Sumbar Meluncur ke NTT, Bekal Pangan untuk Warga di Tengah Bencana
Bukan Sekadar Berebut Piala, Lomba Khutbah dan Azan di Padang Siapkan Khatib-Muazin Muda
Dari 367 Jadi 38, Kafilah Sumbar Berangkat ke Makassar Bawa Misi Pertahankan Juara Umum
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 19:34 WIB

Mahyeldi Buka Suara soal Masa Depan Guru Sumbar: Kompetensi Harus Kuat, Profesi Wajib Dilindungi

Sabtu, 5 September 2026 - 18:59 WIB

Belanja Modal Sumbar Nyaris Rp1 Triliun, Perubahan APBD 2026 Buka Jalan Baru untuk Pembangunan

Jumat, 4 September 2026 - 14:00 WIB

Mahyeldi Pasang Alarm untuk Generasi Muda Sumbar: Kuasai AI, Jangan Biarkan Karakter Tergeser

Senin, 31 Agustus 2026 - 12:07 WIB

Bukan Sekadar Piala, Kafilah Sumbar Pulang ke BIM Bawa Rekor 3 Kali Juara Umum MTQ Korpri

Rabu, 26 Agustus 2026 - 11:34 WIB

2,1 Ton Rendang Sumbar Meluncur ke NTT, Bekal Pangan untuk Warga di Tengah Bencana

Berita Terbaru