RI Ngebut Masuk Era B50, Solar Campur Sawit 50 Persen Siap Jalan dan Diklaim Pertama di Dunia

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 30 Mei 2026 - 16:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

JAKARTA – Indonesia bersiap memasuki babak baru dalam kebijakan energi nasional. Pemerintah menargetkan implementasi bahan bakar biodiesel B50 mulai Juli 2026, menjadikan Indonesia sebagai negara pertama di dunia yang memakai campuran 50 persen biodiesel berbasis sawit untuk solar secara nasional.

Langkah ini bukan sekadar eksperimen energi alternatif. Pemerintah menilai B50 dapat menjadi senjata strategis untuk mengurangi ketergantungan impor BBM sekaligus memperkuat industri sawit domestik di tengah tekanan ekonomi global dan isu transisi energi.

Di saat banyak negara masih berkutat pada campuran biodiesel rendah, Indonesia justru melangkah lebih agresif dengan membawa campuran sawit hingga setengah komposisi bahan bakar diesel.

Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi, mengatakan program ini menjadi tonggak penting dalam pengembangan energi hijau nasional.

“Ini adalah contoh yang sangat bagus, ini adalah yang pertama di dunia. Tidak ada negara yang menggunakan 50% biodiesel untuk dicampur ke dalam solar,” ujar Eniya dalam ajang The 50th IPA Convention & Exhibition (Convex) di ICE BSD, Tangerang.

Uji Jalan B50 Diperluas ke Enam Sektor

Saat ini pemerintah tengah mempercepat pengujian B50 di berbagai sektor strategis. Pengujian dilakukan untuk memastikan campuran biodiesel tetap aman digunakan pada berbagai jenis mesin dan aktivitas industri.

Enam sektor yang kini menjalani road test meliputi:

Kendaraan otomotif

Alat mesin pertanian

Transportasi maritim

Alat berat pertambangan

Perkeretaapian

Pembangkit listrik

Menurut Eniya, pengujian dilakukan secara paralel agar implementasi B50 dapat berjalan lebih cepat dan minim kendala teknis ketika resmi diterapkan.

Baca Juga :  Koperasi Jambi Tembus Rantai Migas, Minyak Sumur Rakyat Resmi Mengalir ke Pertamina

“Jadi sekarang kita sedang melakukan uji jalan di enam sektor: otomotif, pertanian, mesin pabrik, transportasi maritim, dan juga alat berat pertambangan, kereta api, serta pembangkit listrik,” katanya.

Pemerintah Bidik Efek Ekonomi Jumbo

Selain mengejar target energi bersih, pemerintah juga membidik dampak ekonomi besar dari implementasi B50.

Berdasarkan proyeksi Kementerian ESDM, program ini diperkirakan mampu menghemat devisa negara hingga Rp157,28 triliun karena pengurangan impor solar.

Tak hanya itu, sektor hilirisasi sawit diprediksi ikut terdorong sehingga membuka lapangan kerja dalam jumlah besar. Pemerintah memperkirakan lebih dari 2,2 juta tenaga kerja dapat terserap dari ekosistem industri biodiesel nasional.

Kebijakan ini juga dinilai memperkuat posisi Indonesia sebagai produsen sawit terbesar dunia sekaligus memperbesar pemanfaatan produk sawit di dalam negeri.

Emisi Ditarget Turun Puluhan Juta Ton

Dari sisi lingkungan, implementasi B50 diklaim mampu membantu menekan emisi gas rumah kaca secara signifikan.

Pemerintah menargetkan penurunan emisi mencapai 46,72 juta ton CO2 sepanjang 2026 melalui penggunaan biodiesel sawit dalam skala nasional.

Di sisi lain, organisasi maritim internasional atau IMO disebut mulai membuka ruang penggunaan biodiesel sebagai instrumen pengurangan emisi sektor transportasi.

“Kabar baiknya adalah IMO sekarang menerima biodiesel ini sebagai alat yang dapat kita gunakan untuk mengurangi emisi,” ujar Eniya.

Spesifikasi B50 Dibuat Lebih Ketat

Agar tetap aman digunakan dalam jangka panjang, pemerintah juga memperketat standar teknis biodiesel B50.

Baca Juga :  Konglomerat RI Serbu Tambang Emas Australia, Prajogo hingga Salim Bergerak Agresif

Beberapa parameter yang diperbaiki meliputi:

Kadar air maksimal 300 ppm

Monogliserida maksimal 0,47 persen massa

Stabilitas oksidasi minimal 900 menit

Langkah ini dilakukan untuk menjaga kualitas bahan bakar selama distribusi dan penyimpanan, terutama di wilayah dengan kondisi cuaca ekstrem dan rantai logistik panjang.

Hingga pertengahan April 2026, realisasi penyaluran biodiesel nasional tercatat mencapai 3,90 juta kiloliter atau sekitar 24,9 persen dari total alokasi tahun ini sebesar 15,65 juta kiloliter.

Sektor Otomotif Jadi Penentu

Pemerintah menargetkan pengujian sektor otomotif selesai pada Juni 2026. Sementara itu, pengujian alat berat hingga perkeretaapian akan berjalan bertahap sampai akhir tahun.

Hasil sementara disebut menunjukkan performa yang cukup stabil dan aman untuk operasional harian.

Jika seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, maka Juli 2026 akan menjadi titik awal Indonesia memasuki era baru penggunaan solar campuran sawit 50 persen secara nasional.

FAQ

Apa itu B50?

B50 adalah bahan bakar solar yang dicampur 50 persen biodiesel berbasis minyak sawit.

Kapan B50 mulai diterapkan?

Pemerintah menargetkan implementasi dimulai pada Juli 2026.

Apa manfaat utama B50?

Mengurangi impor BBM, menekan emisi karbon, dan meningkatkan penyerapan sawit domestik.

Apakah B50 aman untuk kendaraan?

Pemerintah masih melakukan uji jalan di berbagai sektor untuk memastikan kompatibilitas mesin dan infrastruktur.

Mengapa Indonesia dianggap pertama di dunia?

Karena belum ada negara lain yang menerapkan campuran biodiesel hingga 50 persen dalam penggunaan nasional.

Penulis : Mosa

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

Di Tengah Krisis Hebat, BJ Habibie Selamatkan Rupiah dari Titik Terendahnya
Bensin Baru E5 Mulai Mengalir Juli 2026, Bioetanol Lokal 26 Ribu KL Siap Ubah Peta Energi RI
Harga Emas Perhiasan Hari Ini 29 Mei 2026 Stabil, Investor Waspadai Sinyal Pergerakan Baru di Tengah Tekanan Global dan Rupiah
Pajak Emas 10% Resmi Berlaku, Harga Logam Mulia Diprediksi Langsung Berubah
Harga Emas Perhiasan Hari Ini 28 Mei 2026 Stabil, Emas Kadar Favorit Mulai Diserbu Pembeli
Harga Emas Perhiasan Hari Ini 27 Mei 2026 Stabil, Ini Daftar Lengkap dan Peluang Investasinya
Cum Date Hari Ini! UNIC Bagikan Dividen Rp1.447 per Saham, Investor Serbu Peluang Cuan Menarik
BBM Naik Beruntun 4 Kali dalam 10 Hari, Krisis Energi Global Picu Lonjakan Harga dan Tekan Ekonomi Dunia
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 31 Mei 2026 - 09:00 WIB

Di Tengah Krisis Hebat, BJ Habibie Selamatkan Rupiah dari Titik Terendahnya

Sabtu, 30 Mei 2026 - 16:00 WIB

RI Ngebut Masuk Era B50, Solar Campur Sawit 50 Persen Siap Jalan dan Diklaim Pertama di Dunia

Jumat, 29 Mei 2026 - 19:00 WIB

Bensin Baru E5 Mulai Mengalir Juli 2026, Bioetanol Lokal 26 Ribu KL Siap Ubah Peta Energi RI

Jumat, 29 Mei 2026 - 09:00 WIB

Harga Emas Perhiasan Hari Ini 29 Mei 2026 Stabil, Investor Waspadai Sinyal Pergerakan Baru di Tengah Tekanan Global dan Rupiah

Kamis, 28 Mei 2026 - 11:00 WIB

Pajak Emas 10% Resmi Berlaku, Harga Logam Mulia Diprediksi Langsung Berubah

Berita Terbaru