Vivo Y60 Bidik Kelas Menengah Lewat Baterai Awet 6.500mAh

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 17 Mei 2026 - 12:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

JAKARTA – Vivo kembali memperluas lini smartphone seri Y dengan menghadirkan Vivo Y60 di pasar China. Perangkat ini menyasar pengguna kelas entry-level hingga menengah yang membutuhkan ponsel tahan lama untuk aktivitas harian, hiburan, hingga penggunaan internet berbasis 5G.

Peluncuran Vivo Y60 memperlihatkan strategi baru Vivo yang kini semakin fokus pada daya tahan baterai, efisiensi performa, dan ketahanan perangkat. Di tengah persaingan smartphone murah yang semakin ketat, Vivo mencoba menarik perhatian konsumen melalui kombinasi baterai jumbo 6.500mAh, layar 120Hz, serta chipset hemat daya Snapdragon 4 Gen 2.

Tidak hanya mengandalkan spesifikasi utama, Vivo juga membekali perangkat ini dengan sertifikasi IP65 dan perlindungan benturan SGS bintang lima. Langkah tersebut menunjukkan bahwa Vivo mulai memperhatikan kebutuhan pengguna aktif yang sering memakai smartphone di luar ruangan atau dalam mobilitas tinggi.

Desain Minimalis dengan Sentuhan Modern

Vivo tetap mempertahankan desain khas seri Y yang sederhana namun modern. Smartphone ini memakai bingkai datar dengan modul kamera berbentuk lingkar ganda di bagian belakang. Tampilan tersebut membuat Vivo Y60 terlihat lebih premium dibanding sebagian besar ponsel entry-level lain.

Vivo menghadirkan tiga pilihan warna yakni Shanhaiqing Blue, Lucky Purple, dan Obsidian Black. Ketiga warna tersebut menyasar karakter pengguna muda yang menginginkan perangkat stylish tetapi tetap terjangkau.

Meski mengusung baterai besar, Vivo masih menjaga bodi perangkat agar tetap nyaman digenggam. Pendekatan desain seperti ini penting karena banyak smartphone berkapasitas baterai jumbo biasanya terasa terlalu tebal dan berat.

Layar 120Hz Jadi Nilai Jual Utama

Vivo Y60 menggunakan layar LCD 6,74 inci dengan resolusi HD+ 1600 x 720 piksel dan rasio 20:9. Meski belum memakai panel AMOLED, Vivo tetap menghadirkan refresh rate 120Hz yang membuat animasi dan scrolling terasa lebih mulus.

Fitur tersebut memberi pengalaman lebih nyaman saat pengguna membuka media sosial, bermain game ringan, atau menonton video pendek. Di segmen harga menengah bawah, refresh rate tinggi masih menjadi daya tarik yang cukup kuat karena banyak kompetitor hanya menawarkan layar 90Hz.

Vivo juga meningkatkan tingkat kecerahan layar hingga 1.200 nits dalam kondisi tertentu. Pengguna pun tetap dapat melihat tampilan layar dengan cukup jelas saat berada di bawah sinar matahari.

Baca Juga :  YouTube Premium Naik Harga, Paket Termurah Tembus Rp137 Ribu per Bulan

Namun, penggunaan resolusi HD+ menjadi salah satu kompromi terbesar perangkat ini. Ketajaman layar tentu tidak sebaik smartphone Full HD+ yang kini mulai hadir di rentang harga serupa. Pengguna yang sering menonton film berkualitas tinggi kemungkinan akan melihat detail gambar yang kurang tajam.

Snapdragon 4 Gen 2 Fokus pada Efisiensi

Pada sektor performa, Vivo mempercayakan Snapdragon 4 Gen 2 sebagai otak utama perangkat. Chipset buatan Qualcomm ini menggunakan fabrikasi 4nm yang terkenal hemat daya.

Qualcomm merancang Snapdragon 4 Gen 2 untuk kebutuhan harian seperti multitasking ringan, streaming, media sosial, dan koneksi 5G. Vivo memadukan chipset tersebut dengan RAM LPDDR4X hingga 8GB dan penyimpanan UFS 3.1 hingga 256GB.

Kombinasi ini membuat proses buka aplikasi terasa lebih cepat dibanding banyak smartphone entry-level generasi sebelumnya. Pengguna juga dapat menjalankan beberapa aplikasi secara bersamaan tanpa penurunan performa yang terlalu signifikan.

Meski demikian, Vivo Y60 tetap bukan perangkat yang cocok untuk gaming berat. Pengguna masih bisa memainkan game populer dengan pengaturan grafis menengah, tetapi performa akan menurun jika menjalankan game kompetitif dengan setting tinggi dalam waktu lama.

Baterai 6.500mAh Jadi Senjata Utama

Bagian paling menarik dari Vivo Y60 terletak pada kapasitas baterainya. Vivo menyematkan baterai 6.500mAh yang tergolong besar untuk kelas smartphone menengah.

Kapasitas tersebut memungkinkan pengguna memakai perangkat lebih lama untuk streaming video, bermain media sosial, panggilan video, hingga navigasi harian. Pengguna aktif bahkan berpotensi menggunakan smartphone selama lebih dari satu hari tanpa perlu mengisi daya ulang.

Bagi pekerja lapangan, pengemudi ojek online, hingga pelajar yang sering belajar melalui smartphone, kapasitas baterai besar seperti ini tentu memberikan keuntungan besar. Pengguna tidak perlu terlalu sering membawa power bank atau mencari colokan listrik.

Vivo juga menghadirkan fitur reverse charging yang memungkinkan smartphone berfungsi sebagai sumber daya bagi perangkat lain seperti earphone TWS atau smartwatch.

Namun, Vivo hanya menyertakan pengisian daya 15W. Keputusan ini menjadi kelemahan utama karena proses pengisian baterai kemungkinan memakan waktu cukup lama. Di saat beberapa kompetitor sudah memakai fast charging 33W hingga 45W, Vivo terlihat cukup konservatif pada aspek ini.

Baca Juga :  WhatsApp Bisa Dipakai di Dua HP dengan Nomor Sama, Begini Caranya

Kamera Cukup untuk Kebutuhan Harian

Vivo Y60 membawa kamera utama 13MP dengan autofocus dan LED flash. Di bagian depan, Vivo memasang kamera selfie 5MP dengan desain waterdrop notch.

Konfigurasi tersebut memang tidak mengejar kualitas fotografi premium. Vivo lebih memfokuskan perangkat ini pada kebutuhan dokumentasi sederhana seperti foto harian, video call, dan unggahan media sosial.

Dalam kondisi cahaya cukup, kamera utama kemungkinan masih mampu menghasilkan foto yang layak. Namun, kualitas gambar akan menurun saat malam hari atau dalam pencahayaan minim.

Kamera depan 5MP juga terasa cukup standar untuk kebutuhan saat ini. Pengguna yang gemar membuat konten video atau selfie kemungkinan akan menganggap sektor kamera sebagai titik lemah Vivo Y60.

Fitur Tambahan Masih Lengkap

Meski berada di kelas menengah bawah, Vivo tetap menghadirkan sejumlah fitur penting seperti dual SIM 5G, Wi-Fi dual-band, Bluetooth 5.1, GPS, USB Type-C, dan jack audio 3,5mm.

Keberadaan jack audio menjadi nilai tambah karena sebagian pengguna masih memakai headset kabel untuk bermain game atau mendengarkan musik.

Vivo juga menyematkan sensor sidik jari di sisi bodi dan infrared remote control. Fitur infrared cukup jarang hadir di smartphone entry-level, padahal fitur ini memudahkan pengguna mengontrol televisi, AC, atau perangkat elektronik rumah tangga lainnya.

Harga dan Tantangan di Pasar

Di China, Vivo menjual varian 6GB/128GB dengan harga sekitar 1.799 yuan atau setara Rp4 jutaan. Varian 6GB/256GB dibanderol 1.999 yuan, sementara model tertinggi 8GB/256GB dijual 2.299 yuan.

Harga tersebut menempatkan Vivo Y60 di segmen yang cukup kompetitif. Vivo harus menghadapi persaingan ketat dari berbagai merek lain yang sudah menawarkan layar AMOLED, fast charging lebih tinggi, hingga kamera lebih baik pada rentang harga serupa.

Jika Vivo membawa perangkat ini ke Indonesia, faktor harga akan menjadi penentu utama. Konsumen Indonesia biasanya sangat memperhatikan keseimbangan spesifikasi dan harga, terutama pada kelas Rp3-4 jutaan.

Meski memiliki beberapa kekurangan, Vivo Y60 tetap menawarkan daya tarik kuat melalui baterai besar, refresh rate 120Hz, dan desain modern. Smartphone ini cocok bagi pengguna yang lebih mengutamakan ketahanan baterai dan penggunaan harian dibanding performa gaming atau fotografi profesional.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

Kemenkes Siapkan Robot Bedah AI Buatan Indonesia, Budi Gunadi Ungkap Strategi Besar Tingkatkan Layanan Medis
Kuota Internet Tak Hangus Lagi, Begini Cara Daftar Paket Rollover Telkomsel, IM3 dan XLSmart
MK Wajibkan Operator Hadirkan Opsi Kuota Tak Hangus, Jutaan Pengguna Internet Kini Lebih Terlindungi
Internet Seluler Indonesia Dibidik Tembus 100 Mbps, Komdigi Pasang Target Besar hingga 2029
Honor Robot Phone Meledak Usai Final Piala Dunia 2026, Kamera Robot AI yang Dipakai Eric Garcia Bikin Dunia Gadget Heboh
Bikin Konten Kini Lebih Hemat! Telkomsel Luncurkan Paket CapCut Premium Rp68 Ribu, Bonus Kuota Internet
BRIN Sulap Limbah Ampas Kopi Gayo Jadi Kemasan Pangan Antibakteri, Siap Tantang Dominasi Plastik
Lelang Frekuensi Rampung, Komdigi Resmi Tetapkan Pemenang 700 MHz dan 2,6 GHz
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 20:19 WIB

Kemenkes Siapkan Robot Bedah AI Buatan Indonesia, Budi Gunadi Ungkap Strategi Besar Tingkatkan Layanan Medis

Sabtu, 25 Juli 2026 - 19:00 WIB

Kuota Internet Tak Hangus Lagi, Begini Cara Daftar Paket Rollover Telkomsel, IM3 dan XLSmart

Kamis, 23 Juli 2026 - 18:00 WIB

MK Wajibkan Operator Hadirkan Opsi Kuota Tak Hangus, Jutaan Pengguna Internet Kini Lebih Terlindungi

Kamis, 23 Juli 2026 - 16:54 WIB

Internet Seluler Indonesia Dibidik Tembus 100 Mbps, Komdigi Pasang Target Besar hingga 2029

Rabu, 22 Juli 2026 - 14:00 WIB

Honor Robot Phone Meledak Usai Final Piala Dunia 2026, Kamera Robot AI yang Dipakai Eric Garcia Bikin Dunia Gadget Heboh

Berita Terbaru