Samsung Galaxy Watch Mampu Deteksi Risiko Pingsan Lebih Awal, Akurasi Capai 84 Persen

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 15 Mei 2026 - 18:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

JAKARTA – Samsung Electronics bersama peneliti dari Chung-Ang University Hospital di Gwangmyeong, Korea Selatan, mengembangkan studi yang menunjukkan kemampuan smartwatch dalam memprediksi risiko pingsan. Hasil riset ini menyoroti potensi besar perangkat wearable dalam dunia kesehatan, khususnya untuk membantu pengguna menghindari cedera akibat kehilangan kesadaran mendadak.

Perusahaan teknologi asal Korea Selatan itu meneliti kondisi sinkop vasovagal atau vasovagal syncope (VVS), yaitu keadaan ketika tekanan darah dan detak jantung turun secara tiba-tiba hingga membuat seseorang pingsan. Kondisi ini sering terjadi tanpa peringatan jelas dan dapat menimbulkan risiko cedera serius.

Teknologi Sensor di Galaxy Watch

Penelitian ini memanfaatkan sensor photoplethysmography (PPG) yang tertanam pada perangkat Samsung Electronics melalui lini jam tangan pintarnya Galaxy Watch 6. Sensor tersebut menangkap sinyal biologis pengguna secara real-time, termasuk perubahan detak jantung.

Data yang terkumpul kemudian masuk ke sistem analisis berbasis kecerdasan buatan (AI). Sistem ini mengolah variabilitas detak jantung atau heart rate variability (HRV) untuk mendeteksi pola yang mengarah pada kemungkinan terjadinya pingsan.

Samsung menggabungkan data fisiologis dengan algoritma prediktif untuk menemukan tanda-tanda awal gangguan sirkulasi darah. Pendekatan ini memungkinkan sistem mengenali perubahan kecil yang tidak disadari pengguna.

Baca Juga :  Cara Praktis Nyalakan HP Tanpa Tombol Power

Hasil Studi: Prediksi Hingga 5 Menit Sebelum Kejadian

Hasil penelitian menunjukkan bahwa model AI mampu mendeteksi risiko pingsan hingga lima menit sebelum kejadian berlangsung. Tingkat akurasi prediksi mencapai 84,6 persen berdasarkan uji klinis yang melibatkan 132 pasien dengan gejala VVS.

Para peneliti melakukan simulasi kondisi pingsan secara terkontrol untuk menguji respons perangkat. Mereka kemudian membandingkan data yang terekam dengan kejadian sinkop yang benar-benar terjadi.

Profesor Junhwan Cho dari Departemen Kardiologi Chung-Ang University Hospital Gwangmyeong memimpin penelitian ini. Ia menjelaskan bahwa deteksi dini sangat penting karena pasien yang mengalami pingsan sering mengalami jatuh mendadak tanpa sempat melindungi diri.

Potensi Pengurangan Risiko Cedera

Peneliti menekankan bahwa peringatan dini dari smartwatch dapat membantu pengguna mengambil langkah pencegahan, seperti duduk atau berbaring sebelum kehilangan kesadaran. Langkah sederhana ini berpotensi menurunkan risiko cedera seperti patah tulang, benturan kepala, atau komplikasi lebih serius.

Cho juga menyoroti bahwa banyak kasus sinkop menyebabkan trauma fisik karena terjadi di ruang publik atau saat aktivitas harian. Dengan sistem peringatan berbasis wearable, pengguna bisa menerima notifikasi sebelum kondisi memburuk.

Baca Juga :  Galaxy Watch Kini Bisa Cek Tekanan Darah, Ini Syarat dan Cara Kerjanya

Integrasi AI dan Data Kesehatan

Samsung mengandalkan kombinasi sensor biologis dan model pembelajaran mesin untuk meningkatkan akurasi prediksi. Sistem ini terus belajar dari data pasien untuk memperbaiki pola deteksi.

Pendekatan berbasis AI ini menunjukkan tren baru dalam teknologi kesehatan digital, di mana perangkat konsumen tidak hanya memantau kebugaran, tetapi juga membantu pencegahan kondisi medis tertentu.

Dampak dan Pengembangan ke Depan

Samsung menyebut hasil studi ini telah dipublikasikan dalam jurnal medis European Heart Journal – Digital Health. Publikasi tersebut menjadi salah satu bukti awal bahwa smartwatch komersial dapat berfungsi sebagai alat prediksi medis non-invasif.

Ke depan, perusahaan berencana memperluas kemampuan kesehatan di lini perangkat wearable mereka. Samsung juga membuka peluang kerja sama lebih luas dengan institusi medis untuk meningkatkan akurasi serta cakupan deteksi berbagai kondisi kesehatan lainnya.

Dengan perkembangan ini, smartwatch tidak lagi hanya berfungsi sebagai alat pemantau aktivitas, tetapi juga mulai berperan sebagai sistem peringatan dini yang dapat membantu menyelamatkan pengguna dari risiko kesehatan mendadak.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

Huawei Watch Fit 5 Series: Smartwatch Canggih Rp2 Jutaan dengan Fitur Kesehatan Lengkap
One UI 9 Beta Resmi Dibuka, Pengguna Galaxy S26 Sudah Bisa Mendaftar
iPad Air M4: Harga, Spesifikasi, Kelebihan, dan Kekurangan Terbaru 2026
Honor Magic 9 Pro Max Bocoran: Kamera 200MP, Baterai 8.000mAh, Ini Kelebihan dan Risikonya
Microsoft Puncaki Daftar Perusahaan Paling Andal di AS, Google dan IBM Ikut Bersaing Ketat
iPhone 17e Masuk Indonesia, Bawa Performa Kencang dan Harga yang Lebih Bersahabat
MacBook Neo Resmi Masuk Indonesia, Preorder Dibuka 15 Mei 2026, Harga Entry-Level Jadi Sorotan
Xiaomi Siapkan Smartphone dengan Bezel Tertipis di Dunia, Flagship 2026 Makin Futuristis
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 15 Mei 2026 - 18:00 WIB

Samsung Galaxy Watch Mampu Deteksi Risiko Pingsan Lebih Awal, Akurasi Capai 84 Persen

Jumat, 15 Mei 2026 - 14:00 WIB

One UI 9 Beta Resmi Dibuka, Pengguna Galaxy S26 Sudah Bisa Mendaftar

Jumat, 15 Mei 2026 - 13:00 WIB

iPad Air M4: Harga, Spesifikasi, Kelebihan, dan Kekurangan Terbaru 2026

Jumat, 15 Mei 2026 - 11:00 WIB

Honor Magic 9 Pro Max Bocoran: Kamera 200MP, Baterai 8.000mAh, Ini Kelebihan dan Risikonya

Jumat, 15 Mei 2026 - 05:00 WIB

Microsoft Puncaki Daftar Perusahaan Paling Andal di AS, Google dan IBM Ikut Bersaing Ketat

Berita Terbaru