Jangan Timbun Uang di Rekening, Ini Risikonya

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 11 Mei 2026 - 21:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

JAKARTA – Masyarakat selama ini menganggap rekening tabungan sebagai tempat paling aman untuk menyimpan uang. Banyak orang memilih menaruh sebagian besar dana di rekening harian karena aksesnya mudah dan proses transaksi berlangsung cepat. Namun, pakar keuangan justru mengingatkan bahwa kebiasaan menimbun uang terlalu banyak di rekening biasa dapat memicu sejumlah risiko finansial.

Selain membuat nilai uang terus tergerus inflasi, penyimpanan dana berlebihan di rekening harian juga meningkatkan potensi kehilangan akibat pembobolan akun hingga kesalahan transaksi. Karena itu, perencana keuangan mulai mendorong masyarakat untuk mengatur ulang cara menyimpan uang agar kondisi finansial tetap sehat dan aman dalam jangka panjang.

Rekening Harian Bukan Tempat Menimbun Uang

Perencana keuangan bersertifikat asal Pennsylvania, Jessica Goedtel, menjelaskan bahwa rekening tabungan tidak memiliki perlindungan sekuat kartu kredit. Saat terjadi transaksi ilegal atau pembobolan rekening, pemilik dana sering menghadapi proses panjang untuk memulihkan uang yang hilang.

Menurut Jessica, risiko tersebut semakin besar ketika seseorang menyimpan dana dalam jumlah besar di rekening yang aktif digunakan setiap hari. Aktivitas transaksi yang tinggi membuat peluang penyalahgunaan rekening ikut meningkat.

Ia menilai banyak orang masih salah memahami fungsi rekening tabungan harian. Sebagian masyarakat menjadikan rekening tersebut sebagai tempat utama menyimpan seluruh dana, termasuk tabungan jangka panjang dan dana darurat. Padahal, rekening harian seharusnya hanya berfungsi untuk kebutuhan transaksi rutin.

Baca Juga :  Cina Pangkas Target Ekonomi di Tengah Ketidakpastian Global

Jessica juga menyoroti dampak inflasi terhadap uang yang terlalu lama mengendap di rekening biasa. Nilai uang akan terus menurun apabila pemilik dana tidak memindahkannya ke instrumen yang memberikan imbal hasil lebih baik.

Simpan Dana Sesuai Kebutuhan

Konselor perencanaan pensiun berlisensi asal New Jersey, Gregory Guenther, menyarankan masyarakat menyimpan dana secukupnya di rekening harian. Ia menilai jumlah ideal biasanya hanya cukup untuk kebutuhan tagihan dan pengeluaran satu hingga dua minggu.

Menurut Gregory, saldo yang terlalu sedikit memang dapat memicu rasa cemas karena seseorang harus terus memantau sisa uang untuk kebutuhan harian. Namun, saldo yang terlalu besar juga tidak memberikan keuntungan karena uang kehilangan peluang tumbuh melalui instrumen dengan imbal hasil lebih tinggi.

Ia menegaskan bahwa setiap orang memiliki kebutuhan berbeda sesuai gaya hidup dan besaran pengeluaran bulanan. Meski begitu, prinsip utama pengelolaan rekening tetap sama, yakni menjaga keseimbangan antara kenyamanan transaksi dan efisiensi pengelolaan dana.

Dengan pola tersebut, seseorang tetap dapat memenuhi kebutuhan harian tanpa harus menimbun uang berlebihan di rekening aktif.

Pisahkan Dana Darurat dari Rekening Utama

Gregory juga mengingatkan pentingnya memisahkan dana darurat dari rekening transaksi sehari-hari. Banyak orang masih mencampur seluruh dana dalam satu rekening sehingga penggunaan uang menjadi tidak terkontrol.

Dana darurat seharusnya hanya digunakan untuk situasi mendesak, seperti kehilangan pekerjaan, biaya kesehatan mendadak, atau kebutuhan penting lainnya. Karena itu, penyimpanan dana darurat memerlukan tempat terpisah agar penggunaannya tetap disiplin.

Baca Juga :  Inflasi April 2026 Terkendali, Purbaya Sebut Subsidi BBM Jadi Penahan Lonjakan Harga

Perencana keuangan umumnya menyarankan dana darurat sebesar tiga hingga enam bulan pengeluaran rutin. Jumlah tersebut dinilai cukup untuk membantu seseorang bertahan ketika menghadapi kondisi tak terduga.

Selain memisahkan rekening, masyarakat juga dapat menempatkan dana darurat pada tabungan berbunga tinggi atau instrumen keuangan yang tetap mudah dicairkan. Cara ini membantu dana berkembang lebih optimal dibanding hanya disimpan di rekening biasa.

Pentingnya Strategi Mengelola Keuangan

Pengelolaan uang tidak hanya soal menabung sebanyak mungkin, tetapi juga menentukan lokasi penyimpanan dana secara tepat. Menaruh seluruh uang di rekening harian memang terasa praktis, tetapi langkah tersebut dapat mengurangi potensi pertumbuhan aset dalam jangka panjang.

Masyarakat perlu mulai membagi dana berdasarkan fungsi masing-masing, seperti rekening transaksi, dana darurat, tabungan jangka panjang, hingga investasi. Strategi tersebut membantu kondisi keuangan menjadi lebih stabil sekaligus meminimalkan risiko kehilangan dana.

Pakar keuangan juga mengimbau masyarakat untuk rutin memantau aktivitas rekening dan meningkatkan keamanan digital perbankan. Penggunaan verifikasi ganda, pembaruan kata sandi secara berkala, serta kewaspadaan terhadap tautan mencurigakan dapat membantu mengurangi risiko pembobolan rekening.

Dengan pengelolaan yang tepat, masyarakat tetap dapat menikmati kemudahan transaksi tanpa harus mengorbankan keamanan dan pertumbuhan nilai uang di masa depan.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

Pakar Keuangan Sebut Jangan Timbun Uang di Rekening
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 11 Mei 2026 - 21:00 WIB

Jangan Timbun Uang di Rekening, Ini Risikonya

Jumat, 27 Maret 2026 - 20:00 WIB

Pakar Keuangan Sebut Jangan Timbun Uang di Rekening

Berita Terbaru

Oplus_0

Ekonomi Digital

UMKM Beralih Kanal Penjualan, E-Commerce Indonesia Tetap Tumbuh Stabil

Rabu, 13 Mei 2026 - 21:00 WIB

Oplus_0

Market

Rama Indonesia Kuasai DPUM Usai Akuisisi Saham PPI

Rabu, 13 Mei 2026 - 19:00 WIB