JAKARTA – Xiaomi mulai menggulirkan sistem operasi terbaru Android 17 dalam versi beta atau Developer Preview ke sejumlah perangkat terpilih. Dalam pembaruan ini, Xiaomi langsung menyertakan antarmuka HyperOS 3.3 tanpa melewati versi HyperOS 3.2.
Langkah ini menarik perhatian karena Xiaomi melompati satu versi pembaruan yang biasanya hadir secara bertahap. Perusahaan asal China itu juga belum menjelaskan apakah HyperOS 3.2 akan rilis terpisah atau sepenuhnya tergabung ke versi 3.3.
Android 17 Beta Masih Tahap Uji Coba
Xiaomi menyebut Android 17 Beta ini masih berada pada tahap pengembangan awal. Karena itu, sistem ini masih ditujukan untuk pengembang aplikasi dan pengguna yang ingin mencoba fitur terbaru lebih cepat.
Meski menawarkan pengalaman baru, versi beta ini masih membawa risiko. Pengguna bisa menemukan bug, ketidakstabilan sistem, hingga masalah kompatibilitas aplikasi. Xiaomi pun menyarankan pengguna tidak memasang versi ini di perangkat utama.
Perusahaan juga mengingatkan pengguna untuk melakukan pencadangan data sebelum instalasi agar tidak kehilangan data penting jika terjadi kegagalan sistem.
Baru Empat Perangkat yang Mendapat Akses
Pada tahap awal, Xiaomi hanya memberikan akses Android 17 Beta ke empat perangkat. Daftar tersebut meliputi Xiaomi 17, Xiaomi 17 Ultra, Leica Leitz Phone (Powered by Xiaomi), dan Xiaomi 15T Pro.
Semua perangkat itu baru mendapatkan akses untuk pasar global terbatas. Xiaomi berencana memperluas distribusi ke lebih banyak model setelah proses pengujian berjalan stabil.
Untuk bisa menjalankan pembaruan ini, perangkat juga harus memenuhi syarat firmware minimum. Jika belum memenuhi syarat, pengguna harus memperbarui sistem terlebih dahulu melalui menu pembaruan perangkat lunak.
Cara Instal Android 17 Beta di Xiaomi
Xiaomi menyediakan cara instal manual untuk pengguna yang ingin mencoba Android 17 Beta lebih awal. Proses ini tidak berjalan otomatis seperti update biasa.
Pengguna perlu mengunduh file ZIP firmware sesuai tipe perangkat dari server resmi Xiaomi. Setelah itu, pengguna memindahkan file ke penyimpanan internal ponsel.
Selanjutnya, pengguna masuk ke menu Settings, lalu About Phone. Pengguna kemudian menekan logo HyperOS beberapa kali hingga menu tersembunyi terbuka. Dari sana, pengguna memilih opsi “Choose update package” dan memasukkan file ZIP yang sudah diunduh.
Setelah proses verifikasi selesai, sistem akan memulai instalasi. Proses ini bisa memakan waktu lebih lama dibanding pembaruan OTA biasa.
Syarat dan Risiko Instalasi
Xiaomi meminta pengguna menyiapkan baterai minimal 40 persen dan ruang penyimpanan kosong sekitar 10 GB sebelum instalasi. Perusahaan juga menekankan pentingnya backup data.
Selain itu, Xiaomi juga menyediakan opsi rollback ke versi stabil. Namun, proses downgrade ini akan menghapus seluruh data di perangkat, sehingga pengguna harus berhati-hati sebelum melakukannya.
Penutup
Dengan hadirnya Android 17 Beta dan HyperOS 3.3, Xiaomi mempercepat langkah pengembangan ekosistem software mereka. Meski begitu, pengguna perlu mempertimbangkan risiko sebelum mencoba versi uji coba ini karena sistem masih belum stabil untuk penggunaan harian.
Penulis : Idp
Editor : Ichwan Diaspora









