JAKARTA – Apple mencatat kinerja kuat pada kuartal Maret 2026. Perusahaan teknologi asal Cupertino itu berhasil membukukan pertumbuhan dua digit di sejumlah pasar negara berkembang, termasuk Indonesia. Kondisi ini memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pasar penting dalam strategi ekspansi Apple di kawasan Asia Pasifik.
Pertumbuhan Kuat di Pasar Negara Berkembang
Chief Financial Officer Apple, Kevan Parekh, menegaskan perusahaan mencatat pertumbuhan solid di berbagai wilayah, baik pasar maju maupun berkembang. Ia menyebut Indonesia dan India sebagai contoh pasar yang memberikan kontribusi signifikan.
Apple menilai permintaan produk dan layanan di negara berkembang terus meningkat seiring bertambahnya kelas menengah dan adopsi perangkat digital yang semakin luas.
CEO Apple, Tim Cook, juga menyoroti tren positif tersebut. Ia menyebut Apple mencetak rekor pendapatan pada kuartal Maret 2026. Cook mengatakan hampir semua pasar emerging yang dipantau perusahaan menunjukkan pertumbuhan dua digit.
Indonesia Masuk Radar Strategis Apple
Apple tidak mengungkapkan angka spesifik untuk Indonesia, tetapi penyebutan langsung negara ini dalam laporan resmi menunjukkan peran Indonesia semakin penting dalam peta bisnis global Apple.
Perusahaan melihat Indonesia sebagai pasar potensial dengan basis pengguna smartphone yang besar dan terus berkembang. Apple juga menilai ekosistem digital Indonesia semakin matang, terutama di sektor layanan digital, e-commerce, dan aplikasi.
Pendapatan Apple Tembus Rekor Baru
Apple mencatat pendapatan sebesar 111,2 miliar dolar AS atau sekitar Rp1.881 triliun pada kuartal Maret 2026. Angka ini naik 17 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya dan menjadi rekor baru bagi perusahaan.
Dari total pendapatan tersebut, penjualan produk menyumbang 80,2 miliar dolar AS atau sekitar Rp1.357 triliun. Segmen layanan juga tumbuh kuat dengan pendapatan 31 miliar dolar AS atau sekitar Rp524 triliun.
Selain itu, Apple membukukan laba bersih sebesar 29,6 miliar dolar AS atau sekitar Rp500 triliun. Laba per saham naik menjadi 2,01 dolar AS atau tumbuh 22 persen secara tahunan.
Basis Pengguna Tembus 2,5 Miliar Perangkat
Apple juga mencatat peningkatan signifikan pada basis pengguna global. Perusahaan menyebut jumlah perangkat aktif Apple kini melampaui 2,5 miliar unit di seluruh dunia. Angka ini menjadi rekor tertinggi sepanjang sejarah perusahaan.
iPhone masih menjadi produk utama yang mendorong pertumbuhan pendapatan Apple. Namun, segmen layanan seperti App Store, iCloud, dan Apple Music juga terus memperkuat kinerja perusahaan secara keseluruhan.
Ekspansi Lanjut ke Negara Berkembang
Apple melihat peluang besar di negara berkembang, termasuk Indonesia. Perusahaan terus mendorong penetrasi produk dan layanan di wilayah tersebut melalui peningkatan ekosistem dan inovasi perangkat.
Dengan pertumbuhan ekonomi digital yang cepat, Indonesia berpotensi menjadi salah satu pasar kunci Apple di Asia dalam beberapa tahun ke depan.
Penutup
Kinerja Apple pada kuartal terbaru menunjukkan perusahaan masih mampu tumbuh kuat di tengah persaingan global yang ketat. Indonesia pun muncul sebagai salah satu pasar yang ikut mendorong pertumbuhan tersebut, terutama di segmen negara berkembang yang kini menjadi fokus utama Apple.
Penulis : Idp
Editor : Ichwan Diaspora









