JAKARTA – PT Multi Prima Sejahtera Tbk (LPIN) resmi menetapkan pembagian dividen tunai sebesar Rp45 per saham untuk tahun buku 2025. Total dividen yang perusahaan bagikan mencapai Rp19,125 miliar setelah Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPS) menyetujui keputusan tersebut pada 28 April 2026.
Manajemen LPIN mengonfirmasi bahwa perusahaan akan membagikan dividen kepada pemegang 425 juta saham yang telah beredar di pasar. Perusahaan menjadwalkan pembayaran dividen pada 25 Mei 2026, sementara investor harus tercatat dalam daftar pemegang saham pada 11 Mei 2026 pukul 16.00 WIB untuk menerima hak dividen.
Jadwal Dividen LPIN 2026
LPIN merilis sejumlah tahapan penting terkait pembagian dividen tunai. Investor perlu mencermati setiap tanggal agar tidak kehilangan hak dividen.
Cum dividen pasar reguler dan negosiasi: 7 Mei 2026
Ex dividen pasar reguler dan negosiasi: 8 Mei 2026
Cum dividen pasar tunai: 11 Mei 2026
Recording date: 11 Mei 2026 (pukul 16.00 WIB)
Ex dividen pasar tunai: 12 Mei 2026
Pembayaran dividen: 25 Mei 2026
Perusahaan menegaskan bahwa investor yang ingin memperoleh dividen harus memastikan kepemilikan saham sebelum tanggal ex dividen.
Kinerja Keuangan LPIN 2025
LPIN mencatat kinerja yang relatif stabil sepanjang tahun buku 2025. Perusahaan membukukan pendapatan sebesar Rp165,69 miliar, naik dibandingkan Rp153,77 miliar pada tahun sebelumnya.
Di sisi beban, perusahaan mencatat kenaikan beban pokok penjualan menjadi Rp114,52 miliar dari sebelumnya Rp108,20 miliar. Kenaikan ini tetap mendorong laba bruto perusahaan menjadi Rp51,16 miliar, lebih tinggi dibandingkan Rp45,56 miliar pada periode sebelumnya.
Namun, tekanan biaya tetap terjadi pada beban operasional. LPIN mencatat beban penjualan sebesar Rp8,19 miliar dan beban umum serta administrasi sebesar Rp16,81 miliar.
Laba Bersih dan Posisi Aset
LPIN mencatat laba bersih Rp33,04 miliar pada 2025. Angka ini sedikit menurun dibandingkan laba bersih tahun 2024 yang mencapai Rp34,20 miliar.
Dari sisi neraca, total aset perusahaan naik menjadi Rp379,57 miliar dari Rp372,24 miliar pada tahun sebelumnya. Kenaikan ini terutama berasal dari peningkatan aset tidak lancar, termasuk investasi pada entitas asosiasi yang mencapai Rp208,70 miliar.
Dividen Jadi Sinyal Stabilitas Emiten
Keputusan LPIN membagikan dividen tunai menunjukkan perusahaan masih menjaga komitmen terhadap pemegang saham meski laba bersih mengalami koreksi tipis. Investor kini menantikan apakah tren kinerja stabil ini bisa berlanjut hingga semester berikutnya.
Dengan jadwal yang sudah jelas, pasar kini akan memantau pergerakan saham LPIN menjelang cum date pada awal Mei 2026.
Penulis : Idp
Editor : Ichwan Diaspora









