Mesin CASA BRI Makin Kuat, BRImo dan BRILink Dorong Likuiditas Tembus Rp1.555 Triliun

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 2 Mei 2026 - 21:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

JAKARTA – DPK BRI Tembus Rp1.555 Triliun PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk mencatat penguatan dana pihak ketiga (DPK) pada kuartal I-2026. BRI membukukan DPK sebesar Rp1.555 triliun hingga akhir Maret 2026. Angka ini tumbuh 9,4% secara tahunan.

Jaga Pertumbuhan Bisnis

Direktur Utama BRI Hery Gunardi menegaskan perseroan menjaga pertumbuhan bisnis dengan disiplin dan kehati-hatian di tengah kondisi ekonomi yang masih menantang. Ia menilai transformasi bisnis berjalan konsisten dan memberi hasil nyata.

CASA Naik Tajam Jadi Sumber Utama Dana BRI mencatat dana murah atau current account savings account (CASA) menjadi motor utama pertumbuhan likuiditas. CASA naik 13,2% secara tahunan menjadi Rp1.058,6 triliun.

Pertumbuhan CASA ini memperkuat struktur pendanaan BRI dan menekan biaya dana. Cost of fund turun dari 3% menjadi 2,3% pada kuartal I-2026. Penurunan ini memperkuat efisiensi operasional bank.

Direktur Network & Retail Funding BRI Aquarius Rudiantoro menyebut berbagai kanal digital mempercepat akumulasi dana murah di masyarakat.

BRImo dan QRIS Dorong Transaksi Digital Super app BRImo menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan dana murah. Pengguna BRImo mencapai 47,8 juta nasabah, naik 18,6% secara tahunan.

Baca Juga :  Rupiah Rebound! Dolar AS Tergelincir ke Rp17.125 di Awal Perdagangan

Volume transaksi BRImo juga melonjak hingga Rp2.042,2 triliun atau tumbuh 29,4% secara tahunan. Pertumbuhan ini menunjukkan peningkatan aktivitas transaksi digital nasabah BRI.

Transaksi QRIS juga naik signifikan hingga 76%. Lonjakan ini menunjukkan masyarakat semakin aktif menggunakan pembayaran digital dalam aktivitas sehari-hari.

BRILink Perluas Akses Keuangan Desa BRI memperkuat jaringan layanan melalui BRILink. Hingga kuartal I-2026, agen BRILink menembus lebih dari 1,18 juta agen yang tersebar di 66 ribu desa. Jaringan ini menjangkau sekitar 80% wilayah Indonesia.

BRILink mencatat volume transaksi sebesar Rp420 triliun. Rata-rata saldo CASA harian agen mencapai sekitar Rp30 triliun. Jaringan ini memperkuat inklusi keuangan di tingkat akar rumput.

Ekosistem UMKM Perkuat Arus Kas BRI juga mendorong pertumbuhan CASA melalui ekosistem UMKM. Platform LinkUMKM telah menjangkau lebih dari 15,5 juta pelaku usaha.

BRI menjalankan program Desa BRILiaN yang membina sekitar 5.000 desa. Selain itu, program Klasterku Hidupku mengelola lebih dari 43 ribu kelompok usaha.

Baca Juga :  BRIN Genap 5 Tahun, Gaspol Hilirisasi Riset demi Kesejahteraan Masyarakat

Pendekatan ini tidak hanya menyalurkan kredit, tetapi juga menjaga arus kas pelaku usaha tetap berada dalam ekosistem BRI.

Ultra Mikro dan Tabungan Emas Tumbuh Holding ultra mikro BRI kini menjangkau lebih dari 34,2 juta nasabah. Total rekening simpanan mencapai 166,3 juta rekening.

1,2 Juta Debitur Naik Kelas

BRI mencatat sekitar 1,2 juta debitur naik kelas dalam ekosistem ultra mikro ini. Selain itu, produk tabungan emas dan bullion ikut memperkuat portofolio layanan, dengan total kepemilikan emas mencapai 22 ton.

Laba Tumbuh 13,7% Jadi Rp15,5 Triliun Kinerja keuangan BRI ikut menguat seiring efisiensi biaya dana. Net interest income naik 11,9% menjadi Rp40,15 triliun.

Return on assets (ROA) naik ke 2,8% dan return on equity (ROE) mencapai 18,4%. BRI juga mencatat laba bersih Rp15,5 triliun pada kuartal I-2026, tumbuh 13,7% secara tahunan.

BRI menegaskan strategi digitalisasi, perluasan jaringan, dan penguatan ekosistem UMKM menjadi kunci utama pertumbuhan bisnis ke depan.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

BRI Perketat Risiko Kredit UMKM, Fokus Pertumbuhan Sehat di Tengah Ketidakpastian Global
ANTAM Siap Tebar Dividen 50 Persen, Manajemen Buka Peluang DPR Naik
GOTO Cetak Laba Perdana, Saham Diprediksi Melonjak Hingga 100%
May Day 2026: Deretan Emiten Raksasa RI Serap Ratusan Ribu Tenaga Kerja
Danantara Resmi Masuk Saham Aplikator Ojol, DPR Dorong Potongan Turun
Laba PTBA Tembus 105%, Efisiensi Dorong Kinerja di Tengah Tekanan Produksi
Laba Antam Melonjak 60% di Awal 2026, Tembus Rp3,4 Triliun
Laba BLES Meledak 4.000%, Emiten Hermanto Tanoko Cetak Lonjakan Kinerja Kuartal I-2026
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 2 Mei 2026 - 21:00 WIB

Mesin CASA BRI Makin Kuat, BRImo dan BRILink Dorong Likuiditas Tembus Rp1.555 Triliun

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:00 WIB

BRI Perketat Risiko Kredit UMKM, Fokus Pertumbuhan Sehat di Tengah Ketidakpastian Global

Sabtu, 2 Mei 2026 - 14:00 WIB

ANTAM Siap Tebar Dividen 50 Persen, Manajemen Buka Peluang DPR Naik

Jumat, 1 Mei 2026 - 23:00 WIB

GOTO Cetak Laba Perdana, Saham Diprediksi Melonjak Hingga 100%

Jumat, 1 Mei 2026 - 21:27 WIB

May Day 2026: Deretan Emiten Raksasa RI Serap Ratusan Ribu Tenaga Kerja

Berita Terbaru

Oplus_0

Entrepreneur

Pejabat Ini Pilih Sepeda, Tolak Mobil Dinas Saat BBM Naik

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:30 WIB