Pertamina Kebut Proyek Bioetanol E20, Gandeng PTPN III–Medco demi Energi Mandiri 2028

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 2 Mei 2026 - 06:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

JAKARTA – PT Pertamina (Persero) mempercepat pengembangan bioetanol berbasis sumber daya domestik untuk mencapai target campuran 20 persen etanol dalam bensin (E20) pada 2028. Langkah ini sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional di tengah ketidakpastian geopolitik global.

Direktur Transformasi dan Keberlanjutan Bisnis Pertamina, Agung Wicaksono, menegaskan bahwa Indonesia harus mengandalkan energi dari dalam negeri. Ia menyebut bioetanol sebagai solusi strategis untuk menekan impor bahan bakar minyak sekaligus mengurangi emisi karbon.

Kolaborasi Strategis Tiga Sektor

Pertamina melalui Pertamina New & Renewable Energy (PNRE) langsung tancap gas dengan menggandeng PT Perkebunan Nusantara III (Persero) dan PT Medco Energi Internasional Tbk. Ketiganya menandatangani tiga nota kesepahaman (MoU) untuk mempercepat pembangunan industri bioetanol nasional.

Kolaborasi ini mencakup revitalisasi pabrik bioetanol di Lampung, pembangunan fasilitas baru di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, serta pengembangan pabrik berbasis molase bersama PT Sinergi Gula Nusantara (SGN).

Agung menilai sinergi lintas sektor ini membuka peluang besar dalam memanfaatkan potensi domestik. Ia juga optimistis kerja sama ini mampu mempercepat substitusi impor energi.

Baca Juga :  Harga Emas Kembali Bergolak

Target Besar E20 pada 2028

Pertamina menargetkan implementasi penuh bioetanol E20 pada 2028. CEO PNRE, John Anis, mengungkapkan kebutuhan bioetanol nasional bisa mencapai 3 hingga 5 juta kiloliter per tahun untuk memenuhi target tersebut.

Ia menegaskan bahwa perusahaan harus membangun ekosistem bioetanol secara terintegrasi dari hulu hingga hilir. Dengan pendekatan ini, industri bioetanol nasional bisa berkembang secara berkelanjutan dan efisien.

Proyek Kunci di Lampung dan Sulawesi

Kerja sama pertama fokus pada revitalisasi pabrik bioetanol di Lampung dengan konsep multi-feedstock. Proyek ini memanfaatkan berbagai bahan baku seperti ubi kayu dan komoditas pertanian lainnya.

Sementara itu, proyek kedua mengarah pada pembangunan pabrik baru di Bone, Sulawesi Selatan. Pertamina dan PTPN III akan mengembangkan rantai pasok berbasis ubi kayu, jagung, dan tebu untuk mendukung produksi.

Untuk proyek ketiga, PNRE menggandeng SGN dalam pengembangan pabrik bioetanol berbasis molase. Integrasi dengan industri gula nasional diharapkan mampu meningkatkan efisiensi produksi sekaligus memberi nilai tambah bagi sektor perkebunan.

Baca Juga :  Harga Emas Antam Naik Tipis

Dorong Hilirisasi dan Energi Bersih

Pertamina terus memperkuat hilirisasi energi terbarukan melalui berbagai proyek bioetanol di sejumlah daerah. Perusahaan telah membangun pabrik di Glenmore, Banyuwangi, serta menjalin kerja sama internasional, termasuk dengan Toyota Tsusho di Lampung.

Selain itu, Pertamina juga mengembangkan proyek percontohan berbasis aren di Garut yang melibatkan masyarakat perhutanan sosial. Program ini tidak hanya menghasilkan energi bersih, tetapi juga meningkatkan ekonomi lokal.

Perkuat Kemandirian Energi Nasional

Pertamina menempatkan bioetanol sebagai bagian penting dari strategi transisi energi nasional. Perusahaan ingin menciptakan ekosistem energi bersih yang terintegrasi dan dapat direplikasi di berbagai daerah.

Dengan kolaborasi lintas sektor dan dukungan pemerintah, Pertamina optimistis Indonesia mampu mengurangi ketergantungan pada impor BBM. Upaya ini sekaligus membuka peluang investasi dan menciptakan lapangan kerja baru di sektor energi terbarukan.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

Daftar 10 Orang Terkaya RI Mei 2026: Prajogo Pangestu Masih Puncaki Forbes
Konglomerat RI Bisnis Tol, Dari Salim hingga Jusuf Hamka Kuasai Proyek Triliunan
Kurs Rupiah ke Dolar AS 2 Mei 2026: 1 Rupiah Cuma 0,000058 USD, Cek Pergerakannya
TRIN Gandeng Perumda Way Rilau, Holdwell Business Park Dapat Akses Air Bersih
Harga BBM 2 Mei 2026 Masih Stabil, Ini Daftar Lengkap dari Pertalite hingga Pertamax Turbo
Harga Emas Antam 2 Mei 2026 Stabil di Rp2,79 Juta, Investor Tunggu Sinyal Baru
Prabowo Luncurkan Kredit Rakyat Bunga 5 Persen, Dorong Akses Modal Murah
Bukalapak Rugi Rp 425 Miliar di Kuartal I 2026 Meski Pendapatan Tumbuh
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 2 Mei 2026 - 16:30 WIB

Daftar 10 Orang Terkaya RI Mei 2026: Prajogo Pangestu Masih Puncaki Forbes

Sabtu, 2 Mei 2026 - 13:30 WIB

Kurs Rupiah ke Dolar AS 2 Mei 2026: 1 Rupiah Cuma 0,000058 USD, Cek Pergerakannya

Sabtu, 2 Mei 2026 - 13:00 WIB

TRIN Gandeng Perumda Way Rilau, Holdwell Business Park Dapat Akses Air Bersih

Sabtu, 2 Mei 2026 - 10:30 WIB

Harga BBM 2 Mei 2026 Masih Stabil, Ini Daftar Lengkap dari Pertalite hingga Pertamax Turbo

Sabtu, 2 Mei 2026 - 09:30 WIB

Harga Emas Antam 2 Mei 2026 Stabil di Rp2,79 Juta, Investor Tunggu Sinyal Baru

Berita Terbaru