ST016 Segera Meluncur Awal Mei 2026, Ini Perkiraan Kupon dan Daya Tariknya bagi Investor Ritel

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 1 Mei 2026 - 17:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

JAKARTA – Pemerintah bersiap kembali menawarkan Surat Berharga Negara (SBN) ritel Sukuk Tabungan seri ST016 pada 8 Mei hingga 3 Juni 2026. Instrumen ini menjadi salah satu andalan pembiayaan negara sekaligus alternatif investasi bagi masyarakat ritel yang mencari imbal hasil stabil.

Setelah menerbitkan ORI029 dan SR024, Kementerian Keuangan melanjutkan penerbitan SBN ritel tahun ini dengan ST016 yang berbasis syariah. Produk ini menawarkan skema imbal hasil mengambang dengan batas minimum atau floating with floor.

ST016 Tawarkan Imbal Hasil Stabil

Kepala Ekonom BCA David Sumual menilai ST016 masih menarik di tengah kondisi suku bunga tinggi yang bertahan lama. Ia menyebut kupon SBN ritel tetap kompetitif dibandingkan deposito perbankan.

Menurut David, pemerintah selalu menetapkan kupon SBN ritel di atas BI Rate sehingga investor mendapat kepastian imbal hasil. Ia juga melihat kondisi pasar saat ini mendorong investor ritel beralih ke instrumen lebih aman.

“Tekanan di pasar saham dan konsolidasi harga emas membuat investor cenderung mencari instrumen defensif seperti SBN ritel,” ujar David.

Baca Juga :  Pemerintah Serap Rp 40 Triliun dari Lelang SUN, Permintaan Investor Tembus Rp 74,95 Triliun

Perkiraan Kupon ST016

Ekonom memproyeksikan ST016 akan menawarkan kupon yang tetap menarik, meski tidak setinggi seri sukuk sebelumnya. David memperkirakan kupon ST016 tenor 2 tahun berada di kisaran 5,30%–5,50%.

Sementara itu, untuk tenor 4 tahun, kupon diperkirakan mencapai 5,65%–5,85%. Perhitungan ini menempatkan spread sekitar 55–110 basis poin di atas BI Rate.

David menegaskan pemerintah masih menjaga daya tarik SBN ritel, tetapi ruang kenaikan kupon mulai terbatas karena kebijakan suku bunga yang cenderung stabil.

Investor Ritel Masih Jadi Penopang

Ekonom CORE Indonesia Yusuf Rendy Manilet menilai ST016 tetap punya peluang besar terserap pasar. Ia melihat minat investor ritel masih kuat setelah tingginya permintaan pada SR024 dan ORI029.

Menurut Yusuf, ST016 tetap menarik bagi investor syariah karena memberikan pendapatan rutin dengan risiko rendah. Namun ia mengingatkan karakter ST yang tidak bisa diperdagangkan membuat daya tariknya berbeda dengan SR.

Baca Juga :  ADMR Gaspol Smelter Aluminium Tahun Ini

“Investor kini tidak hanya melihat BI Rate, tetapi juga memperhatikan yield pasar dan inflasi,” kata Yusuf.

Pemerintah Diminta Jaga Daya Tarik Kupon

Yusuf menilai kunci utama keberhasilan ST016 terletak pada besaran floor rate. Ia menyebut pemerintah harus menjaga tingkat imbal hasil agar tetap kompetitif.

Ia memperkirakan pasar akan menerima ST016 dengan baik jika pemerintah menetapkan kupon sesuai ekspektasi pasar. Namun, jika terlalu rendah, investor bisa menahan pembelian setelah beberapa seri ritel sebelumnya.

Penyerapan Jadi Indikator Pasar

Selain kupon, kecepatan penyerapan ST016 juga menjadi perhatian pelaku pasar. Jika ST016 terserap cepat, pasar akan menilai minat investor ritel masih kuat dan likuiditas tetap terjaga.

Sebaliknya, jika penyerapan melambat, pasar bisa membaca adanya kejenuhan pada instrumen SBN ritel yang diterbitkan berdekatan.

Dengan kondisi pasar yang masih penuh ketidakpastian global, ST016 diprediksi tetap menjadi pilihan utama investor ritel yang mencari stabilitas pendapatan dan risiko rendah.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

Harga Emas Pegadaian Belum Bergerak Hari Ini 17 Juni 2026, Antam dan UBS Bertahan di Level Ini
UEA Siapkan Investasi Baru untuk RI, Dari Ketahanan Pangan hingga Bandara Bali Jadi Fokus Utama
Target Ekonomi 8 Persen Bukan Sekadar Wacana, Pemerintah Kejar Investasi Rp13.032 Triliun hingga 2029
Harga Emas Antam Tak Bergerak di Rp2,711 Juta per Gram, Momentum Beli atau Tunggu?
Harga Emas Perhiasan 12 Juni 2026, Kadar 24 Karat Masih Bertahan di Rp2,24 Juta per Gram
Harga Emas Antam Masih Bertahan di Rp2,733 Juta per Gram, Momentum Tepat untuk Mulai Investasi?
Harga Emas Pegadaian Hari Ini 8 Juni 2026 Stabil, Pilih Antam, UBS atau Galeri24?
Harga Emas Pegadaian Hari Ini 7 Juni 2026: Antam, UBS dan Galeri 24 Terbaru
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 17 Juni 2026 - 08:00 WIB

Harga Emas Pegadaian Belum Bergerak Hari Ini 17 Juni 2026, Antam dan UBS Bertahan di Level Ini

Selasa, 16 Juni 2026 - 08:00 WIB

UEA Siapkan Investasi Baru untuk RI, Dari Ketahanan Pangan hingga Bandara Bali Jadi Fokus Utama

Selasa, 16 Juni 2026 - 07:00 WIB

Target Ekonomi 8 Persen Bukan Sekadar Wacana, Pemerintah Kejar Investasi Rp13.032 Triliun hingga 2029

Senin, 15 Juni 2026 - 08:00 WIB

Harga Emas Antam Tak Bergerak di Rp2,711 Juta per Gram, Momentum Beli atau Tunggu?

Jumat, 12 Juni 2026 - 08:10 WIB

Harga Emas Perhiasan 12 Juni 2026, Kadar 24 Karat Masih Bertahan di Rp2,24 Juta per Gram

Berita Terbaru