IPO Masih Seret 2026, Airlangga Desak BEI Kebut Antrean Emiten Baru

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 30 April 2026 - 05:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

JAKARTA – Pemerintah mendorong pasar modal bergerak lebih agresif. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, meminta Bursa Efek Indonesia (BEI) mempercepat pipeline perusahaan yang akan melantai di bursa melalui skema Initial Public Offering (IPO).

Permintaan ini muncul karena realisasi IPO sepanjang awal 2026 masih sangat minim. Hingga April, BEI baru mencatat satu emiten baru yang berhasil masuk bursa. Perusahaan tersebut menghimpun dana sekitar Rp300 miliar.

IPO Lesu di Tengah Ketidakpastian

Airlangga menilai kondisi global yang penuh ketidakpastian ikut menahan laju IPO. Banyak perusahaan memilih menunda aksi korporasi mereka. Situasi ini membuat pipeline IPO belum terealisasi optimal.

Ia menegaskan pasar modal memiliki peran penting dalam mendukung pembiayaan ekonomi. Karena itu, pemerintah ingin BEI mempercepat realisasi perusahaan yang sudah masuk antrean.

“Pasar modal berfungsi menarik dana, terutama melalui IPO. Saat ini pipeline masih ada, tetapi belum muncul ke publik. Kita harus kejar ke depan,” ujar Airlangga.

Baca Juga :  Di Tengah Krisis Hebat, BJ Habibie Selamatkan Rupiah dari Titik Terendahnya

Kebutuhan Pembiayaan Terus Naik

Airlangga memaparkan kebutuhan pembiayaan nasional terus meningkat. Pada 2026, Indonesia memerlukan dana sekitar Rp7.400 triliun. Angka ini bahkan diproyeksi naik menjadi Rp9.200 triliun pada 2029.

Menurutnya, sektor swasta dan masyarakat akan menjadi motor utama pembiayaan tersebut. Sektor keuangan, termasuk pasar modal, harus mengambil peran strategis.

Tanpa dukungan pasar modal yang kuat, kebutuhan dana besar ini sulit terpenuhi. Karena itu, peningkatan jumlah emiten baru menjadi langkah penting.

Investasi Riil Tetap Tumbuh

Di sisi lain, Airlangga menyebut investasi sektor riil masih menunjukkan kinerja positif. Pada triwulan I-2026, realisasi investasi mencapai Rp498,79 triliun. Angka ini tumbuh 7,22% dibanding periode sebelumnya.

Pertumbuhan ini juga berdampak pada penyerapan tenaga kerja. Sepanjang kuartal pertama 2026, investasi berhasil membuka lapangan kerja bagi sekitar 706 ribu orang.

Capaian ini menunjukkan fondasi ekonomi tetap kuat. Namun, pemerintah tetap membutuhkan dukungan pembiayaan yang lebih luas untuk menjaga momentum pertumbuhan.

Baca Juga :  Rupiah Melemah ke Rp17.400 per Dolar AS Hari Ini, Tekanan Global Belum Reda

16 Perusahaan Masuk Antrean IPO

Data BEI menunjukkan ada 16 perusahaan dalam pipeline pencatatan saham hingga 17 April 2026. Meski jumlahnya cukup banyak, realisasi IPO masih tertahan.

Kondisi ini menjadi perhatian serius pemerintah. Airlangga berharap BEI mampu mendorong perusahaan-perusahaan tersebut segera melantai di bursa.

Ia juga mengingatkan bahwa pasar modal bukan sekadar tempat transaksi saham. Pasar modal berfungsi sebagai sumber pembiayaan jangka panjang bagi dunia usaha.

Dorongan Percepatan dari Pemerintah

Pemerintah berkomitmen menjaga stabilitas ekonomi dan iklim investasi. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan pelaku usaha untuk melakukan IPO.

Selain itu, koordinasi antara regulator, otoritas keuangan, dan pelaku pasar akan terus diperkuat. Tujuannya agar proses IPO berjalan lebih cepat dan efisien.

Dengan dorongan ini, pemerintah berharap jumlah emiten baru bisa meningkat signifikan pada paruh kedua 2026. Jika pipeline berhasil terealisasi, pasar modal Indonesia dapat memainkan peran lebih besar dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

Harga Emas Perhiasan Hari Ini 16 Juli 2026 Bergerak Beragam, Raja Emas Pangkas Mayoritas Kadar, Siapa Masih Bertahan?
Harga Emas Pegadaian Hari Ini 16 Juli 2026, Antam, UBS, dan Galeri 24 Tampil dengan Harga Berbeda
Harga Emas Perhiasan Hari Ini 15 Juli 2026 Belum Bergerak, Cek Daftar Lengkap per Gram Sebelum Membeli
Harga Emas Pegadaian Hari Ini 15 Juli 2026 Bikin Bingung Pembeli, Selisih Antam, UBS dan Galeri 24 Makin Terlihat
Harga Emas Perhiasan Hari Ini 14 Juli 2026 Masih Bertahan, Simak Daftar Lengkap dari 24 hingga 12 Karat
Harga Buyback Emas Pegadaian Hari Ini 14 Juli 2026 Naik, Galeri 24 Salip Antam dan UBS di Banyak Pecahan
Harga Emas Pegadaian Hari Ini 14 Juli 2026 Bergerak Berbeda, Antam Tembus Rp2,74 Juta per Gram, Mana yang Paling Untung?
Harga Emas Pegadaian Hari Ini 13 Juli 2026 Berubah, Antam Makin Mahal atau Galeri 24 Lebih Untung?
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 16 Juli 2026 - 09:00 WIB

Harga Emas Perhiasan Hari Ini 16 Juli 2026 Bergerak Beragam, Raja Emas Pangkas Mayoritas Kadar, Siapa Masih Bertahan?

Kamis, 16 Juli 2026 - 08:00 WIB

Harga Emas Pegadaian Hari Ini 16 Juli 2026, Antam, UBS, dan Galeri 24 Tampil dengan Harga Berbeda

Rabu, 15 Juli 2026 - 10:00 WIB

Harga Emas Perhiasan Hari Ini 15 Juli 2026 Belum Bergerak, Cek Daftar Lengkap per Gram Sebelum Membeli

Rabu, 15 Juli 2026 - 09:00 WIB

Harga Emas Pegadaian Hari Ini 15 Juli 2026 Bikin Bingung Pembeli, Selisih Antam, UBS dan Galeri 24 Makin Terlihat

Selasa, 14 Juli 2026 - 11:00 WIB

Harga Emas Perhiasan Hari Ini 14 Juli 2026 Masih Bertahan, Simak Daftar Lengkap dari 24 hingga 12 Karat

Berita Terbaru