Wamenperin Sentil Spekulan, Pastikan Pasokan Bahan Baku Plastik RI Aman

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 27 April 2026 - 15:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

JAKARTA – Wakil Menteri Perindustrian, Faisol Riza, menegaskan ketersediaan bahan baku plastik di dalam negeri masih aman. Ia meminta pelaku usaha tidak terpengaruh isu kelangkaan yang beredar di pasar. Pemerintah juga mengingatkan agar tidak ada pihak yang memanfaatkan situasi untuk memainkan harga.

Faisol menyampaikan, industri nasional masih memiliki kapasitas produksi bahan baku yang cukup besar. Produsen dalam negeri mampu memenuhi kebutuhan sektor manufaktur, termasuk industri kecil dan menengah (IKM) serta UMKM.

“Pasokan bahan baku plastik di dalam negeri sangat memadai. Pelaku usaha bisa memperoleh kebutuhan mereka dari produsen lokal tanpa kendala,” ujar Faisol, Jumat (24/4/2026).

Pemerintah Jaga Distribusi dan Harga

Faisol menekankan, pemerintah kini fokus menjaga kelancaran distribusi bahan baku. Ia ingin seluruh pelaku usaha mendapatkan akses yang mudah dan harga yang tetap kompetitif.

Menurutnya, pemerintah tidak akan membiarkan spekulan menaikkan harga secara tidak wajar. Ia meminta pelaku industri tetap mengedepankan transaksi yang sehat dan transparan.

“Kami pastikan distribusi berjalan lancar. Kami juga akan menjaga agar harga tetap bersaing dan tidak dimanfaatkan oleh pihak tertentu,” tegasnya.

Selain itu, pemerintah terus mendorong penguatan industri hulu dalam negeri. Langkah ini bertujuan mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan baku.

Baca Juga :  Manufaktur RI Ngebut di Awal 2026, PMI BI Tembus 52,03 Meski Tenaga Kerja Masih Lesu

Impor Tetap Jadi Opsi Terukur

Faisol menjelaskan, pemerintah tetap membuka opsi impor jika kebutuhan meningkat. Namun, ia menegaskan bahwa impor harus bersifat selektif dan terukur.

Ia mengingatkan, impor bahan baku masih dapat membantu industri. Namun, impor produk jadi justru berpotensi melemahkan sektor hilir dalam negeri.

“Kami prioritaskan produksi dalam negeri. Jika kebutuhan meningkat, kami pertimbangkan impor bahan baku, bukan produk jadi,” jelasnya.

Asosiasi Sebut Isu Kelangkaan Dipicu Sentimen

Ketua Asosiasi Biaxially Oriented Films Indonesia (ABOFI), Santoso Samudra Tan, menilai isu kelangkaan lebih banyak dipicu sentimen pasar. Ia memastikan produksi industri plastik tetap berjalan normal.

Santoso menjelaskan, bahan baku utama seperti biji plastik dan nafta memang sempat terdampak gangguan global. Namun, kondisi tersebut tidak sampai mengganggu pasokan secara signifikan.

“Ketersediaan bahan baku masih aman. Industri tetap beroperasi dengan lancar,” kata Santoso.

Ia juga mengingatkan agar pemerintah tidak membuka keran impor produk jadi secara luas. Kebijakan tersebut bisa menekan industri hilir yang masih memiliki kapasitas produksi besar.

Industri Cepat Adaptasi dari Gangguan Global

Pelaku industri mengakui sempat menghadapi gangguan pasokan akibat konflik geopolitik di Timur Tengah. Namun, mereka segera beradaptasi dengan mencari pemasok alternatif.

Baca Juga :  Singapura Masih Teratas! Ini 5 Investor Terbesar di Indonesia Awal 2026

Direktur PT Argha Karya Prima Industry Tbk (AKPI), Jimmy Tjahjanto, menyebut perusahaannya berhasil mengalihkan pasokan dari berbagai negara.

“Kami langsung beralih ke pemasok dari ASEAN, China, dan Rusia saat pasokan dari Timur Tengah terganggu. Produksi tetap berjalan normal,” ujar Jimmy.

Harga Jadi Tantangan Utama

Meski pasokan terjaga, pelaku industri menghadapi tekanan dari sisi harga. Kenaikan harga minyak dunia mendorong lonjakan harga bahan baku plastik.

Jimmy mengungkapkan, harga bahan baku kini mencapai sekitar 1.600 dolar AS per ton atau hampir dua kali lipat dari sebelumnya. Kondisi ini menyulitkan pelaku industri dalam mengendalikan biaya produksi.

“Harga bahan baku naik signifikan dan sulit dikendalikan. Namun, kami tetap memasok kebutuhan pelanggan domestik,” jelasnya.

Pemerintah Minta Industri Tetap Tenang

Pemerintah meminta seluruh pelaku usaha tetap tenang dan fokus menjaga produksi. Faisol menegaskan, kondisi pasokan masih terkendali dan tidak memerlukan langkah panik.

Ia berharap pelaku industri tetap mengandalkan kekuatan produksi dalam negeri. Pemerintah juga berkomitmen menjaga stabilitas sektor industri di tengah tekanan global.

Dengan langkah tersebut, industri plastik nasional diharapkan tetap bertahan dan mampu memenuhi kebutuhan pasar domestik.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

Aspal Buton Digenjot, Pemerintah Bidik Hemat Devisa Rp4,08 Triliun dan Tekan Impor
UI Bongkar Tantangan Danantara, Akuntabilitas dan Mandat Jadi Sorotan Utama
Solok Selatan Raih Penghargaan Kemendagri, Pengangguran Turun Tajam
Harga Emas Antam 27 April 2026 Tembus Rp2,75 Miliar per Kg, Ini Rinciannya
KB Bank Gandeng PT LMI, Siapkan Pembiayaan Rp400 Miliar untuk Ekspansi FMCG
Pelindo Jambi Gandeng Cassia Co-Op, Ekspor Kayu Manis Kerinci Digenjot ke Pasar Global
Harga Gula Naik di 171 Daerah, Biaya Plastik Jadi Pemicu Utama
Amerika Panen di Tengah Perang Iran, Ekspor Minyak Tembus Rekor Tertinggi
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 27 April 2026 - 18:00 WIB

Aspal Buton Digenjot, Pemerintah Bidik Hemat Devisa Rp4,08 Triliun dan Tekan Impor

Senin, 27 April 2026 - 17:00 WIB

UI Bongkar Tantangan Danantara, Akuntabilitas dan Mandat Jadi Sorotan Utama

Senin, 27 April 2026 - 15:00 WIB

Wamenperin Sentil Spekulan, Pastikan Pasokan Bahan Baku Plastik RI Aman

Senin, 27 April 2026 - 12:30 WIB

Solok Selatan Raih Penghargaan Kemendagri, Pengangguran Turun Tajam

Senin, 27 April 2026 - 10:34 WIB

Harga Emas Antam 27 April 2026 Tembus Rp2,75 Miliar per Kg, Ini Rinciannya

Berita Terbaru