Lo Kheng Hong Lepas Saham SIMP, Cuan Tembus 100 Persen Lebih

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 26 April 2026 - 21:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

JAKARTA – Investor kawakan Lo Kheng Hong kembali jadi sorotan setelah melepas sebagian kepemilikan sahamnya di PT Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP). Ia tetap mempertahankan porsi kepemilikan meski melakukan aksi ambil untung dari saham emiten perkebunan milik Grup Salim tersebut.

Jual 8,18 Juta Lembar Saham di Dua Harga

Lo Kheng Hong melakukan transaksi penjualan saham pada 14 April 2026. Ia melepas total 8,18 juta lembar saham SIMP dalam dua harga berbeda.

Ia menjual 1,37 juta saham di harga Rp925 per lembar. Ia juga menjual 6,81 juta saham di harga Rp920 per lembar. Aksi ini langsung mengurangi jumlah kepemilikan sahamnya di perusahaan tersebut.

Setelah transaksi itu, Lo Kheng Hong masih memegang 771,01 juta saham SIMP. Porsi kepemilikannya turun tipis dari 5,03 persen menjadi 4,97 persen.

Tegaskan Aksi Realisasi Keuntungan

Melalui keterbukaan informasi ke Bursa Efek Indonesia pada 23 April 2026, Lo Kheng Hong menyampaikan tujuan transaksi tersebut. Ia menegaskan langkah itu sebagai realisasi keuntungan investasi.

Baca Juga :  Saham BRI Turun 2,61%, Investor Tetap Pantau Dividen dan Fundamental Kuat

Ia sebelumnya masuk ke saham SIMP secara bertahap hingga mencapai porsi di atas 5 persen pada 2025. Ia membangun posisi melalui sejumlah transaksi di pasar reguler.

Cuan Lebih dari 100 Persen

Data perdagangan menunjukkan Lo Kheng Hong membeli saham SIMP di harga rata-rata Rp441,79 per lembar. Ia kemudian melepas sebagian saham di harga rata-rata Rp920,84 per lembar.

Selisih harga itu menghasilkan keuntungan sekitar 108,4 persen. Dari transaksi tersebut, ia mengantongi keuntungan sekitar Rp3,92 miliar.

Aksi ini memperkuat reputasinya sebagai investor value investing yang konsisten mengunci profit saat harga saham naik signifikan.

Struktur Kepemilikan SIMP Masih Didominasi Grup Salim

Hingga saat ini, Indofood Agri Resources Ltd masih memegang kendali utama atas SIMP dengan kepemilikan 73,46 persen.

PT Indofood Sukses Makmur Tbk juga tercatat memiliki 6,68 persen saham SIMP. Selain itu, beberapa investor institusi lain ikut memegang porsi kepemilikan, seperti PT Panin Sekuritas Tbk sebesar 1,53 persen dan Mandiri Investama Sejati sebesar 1,06 persen.

Baca Juga :  IHSG Melemah, Sembilan Sektor Tekan Pasar

Lo Kheng Hong tetap masuk jajaran pemegang saham individu besar dengan porsi 4,97 persen.

Saham SIMP Melemah di Pasar

Di pasar saham, pergerakan SIMP langsung melemah. Pada pembukaan perdagangan hari ini, saham SIMP turun 3,49 persen ke level Rp830 per lembar.

Dengan harga tersebut, SIMP tercatat memiliki rasio price to earning (PE) sekitar 6,26 kali. Tekanan jual masih membayangi saham emiten perkebunan tersebut di tengah aksi profit taking investor.

Fokus Investor pada Strategi Take Profit

Aksi Lo Kheng Hong kembali menunjukkan strategi disiplin dalam mengelola portofolio. Ia masuk saat valuasi rendah, lalu keluar sebagian saat harga naik tinggi.

Langkah ini juga memperlihatkan pola investasi jangka panjang yang tetap mengutamakan momentum realisasi keuntungan tanpa melepas seluruh kepemilikan.

Pasar kini menunggu apakah Lo Kheng Hong akan kembali menambah posisi atau mengalihkan fokus ke saham lain di sektor berbeda.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

BlackRock PHK 200 Karyawan Global, Strategi Baru di Tengah Perubahan Bisnis Investasi
Harga Emas Pegadaian Belum Bergerak Hari Ini 17 Juni 2026, Antam dan UBS Bertahan di Level Ini
UEA Siapkan Investasi Baru untuk RI, Dari Ketahanan Pangan hingga Bandara Bali Jadi Fokus Utama
Target Ekonomi 8 Persen Bukan Sekadar Wacana, Pemerintah Kejar Investasi Rp13.032 Triliun hingga 2029
Harga Emas Antam Tak Bergerak di Rp2,711 Juta per Gram, Momentum Beli atau Tunggu?
DSSA Beralih Arah dari Batu Bara ke Internet, Ribuan Investor Serbu Saham di Tengah Penurunan Laba
Sutarman Jadi Komisaris Utama Bukalapak, Perusahaan Perkuat Pengawasan dan Strategi Keamanan Siber
PTBA Bagi Dividen Rp1,32 Triliun, Strategi Simpan Laba Jadi Sorotan Investor
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 17 Juni 2026 - 22:00 WIB

BlackRock PHK 200 Karyawan Global, Strategi Baru di Tengah Perubahan Bisnis Investasi

Rabu, 17 Juni 2026 - 08:00 WIB

Harga Emas Pegadaian Belum Bergerak Hari Ini 17 Juni 2026, Antam dan UBS Bertahan di Level Ini

Selasa, 16 Juni 2026 - 08:00 WIB

UEA Siapkan Investasi Baru untuk RI, Dari Ketahanan Pangan hingga Bandara Bali Jadi Fokus Utama

Selasa, 16 Juni 2026 - 07:00 WIB

Target Ekonomi 8 Persen Bukan Sekadar Wacana, Pemerintah Kejar Investasi Rp13.032 Triliun hingga 2029

Senin, 15 Juni 2026 - 08:00 WIB

Harga Emas Antam Tak Bergerak di Rp2,711 Juta per Gram, Momentum Beli atau Tunggu?

Berita Terbaru