BI-Fast Baru Segera Hadir, Transfer Luar Negeri Kini Bisa Instan dan Lebih Murah

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 25 April 2026 - 10:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

JAKARTA – Bank Indonesia (BI) menyiapkan pengembangan terbaru layanan BI-Fast untuk mempermudah transfer uang lintas negara. Program ini menjadi bagian dari Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia 2030 yang menargetkan penguatan infrastruktur pembayaran nasional dan peningkatan konektivitas global.

Deputi Gubernur BI Filianingsih Hendarta menjelaskan, BI merancang BI-Fast versi baru dengan standar yang lebih terintegrasi. BI menyelaraskan aspek teknis, model bisnis, dan tata kelola agar layanan berjalan lebih efisien, aman, dan mampu menjangkau lebih banyak pengguna.

Perkuat Standarisasi Sistem

BI menitikberatkan pengembangan pada standarisasi sistem. Langkah ini membuat layanan lebih stabil dan mudah terhubung dengan berbagai sistem pembayaran lain, baik di dalam negeri maupun luar negeri.

BI juga meningkatkan kapasitas sistem agar mampu menampung lonjakan transaksi di masa depan. Kebutuhan transaksi digital yang terus meningkat mendorong BI menghadirkan sistem yang cepat dan andal bagi masyarakat serta pelaku usaha.

Baca Juga :  Tagar #SellSingapore Meledak, Shopee Ikut Terseret hingga Muncul Seruan Uninstall di Media Sosial

Hadirkan Transfer Internasional Instan

BI menghadirkan fitur transfer internasional instan sebagai keunggulan utama BI-Fast versi baru. Sistem ini memanfaatkan skema nexus, yaitu jaringan pembayaran lintas negara yang menghubungkan berbagai sistem pembayaran cepat.

BI menghubungkan layanan ini dengan sejumlah negara, seperti Malaysia, Singapura, Thailand, Filipina, dan India. BI juga membuka peluang kerja sama dengan Uni Eropa yang saat ini masih berstatus pengamat.

Fitur ini memungkinkan masyarakat mengirim uang ke luar negeri dengan lebih cepat dan biaya yang lebih efisien dibandingkan metode konvensional.

Perkuat Keamanan Transaksi

BI meningkatkan sistem keamanan untuk melindungi pengguna. BI membangun manajemen risiko yang lebih kuat guna mencegah penipuan dan menghadapi ancaman kejahatan siber.

Peningkatan keamanan ini menjadi langkah penting karena transaksi digital terus berkembang dan memunculkan risiko yang semakin kompleks. BI berupaya menjaga kepercayaan masyarakat melalui perlindungan sistem yang optimal.

Catat Pertumbuhan Transaksi Tinggi

BI mencatat pertumbuhan signifikan pada penggunaan BI-Fast. Pada triwulan I 2026, volume transaksi mencapai 1,4 miliar transaksi atau naik sekitar 31 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Baca Juga :  Pemerintah Perketat Distribusi BBM Lewat Sistem Digital, Ini Jenisnya

Rata-rata transaksi harian meningkat dari 14,8 juta menjadi 15,6 juta transaksi. Nilai transaksi juga mencapai Rp3.519 triliun atau tumbuh sekitar 28,35 persen secara tahunan.

Angka ini menunjukkan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap layanan pembayaran digital yang cepat dan efisien.

Dorong Ekonomi Digital

BI mendorong transformasi digital melalui peluncuran BI-Fast versi baru. Kemudahan transaksi lintas negara membuka peluang bagi pelaku usaha, termasuk UMKM, untuk memperluas pasar ke tingkat global.

Masyarakat juga memperoleh kemudahan dalam berbagai kebutuhan transaksi internasional, seperti pengiriman uang dan pembayaran layanan luar negeri.

Ke depan, BI menargetkan sistem pembayaran nasional terhubung lebih luas dengan ekosistem global. Langkah ini memperkuat daya saing Indonesia sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi digital.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

Dominasi Dolar AS Belum Tumbang, Data Terbaru IMF Ungkap Mata Uang Dunia Masih Bergantung pada Greenback
Promo Shopee 5 Juli 2026 Banjir Diskon, Traktiran Serba Rp7 hingga Potongan Rp188 Ribu Siap Diburu
Harga Sawit Kalbar Terbaru 2026 Melonjak, TBS Usia Produktif Tembus Rp3.519 per Kg, Cek Daftar Lengkapnya
Pertamina Jamin Pasokan BBM untuk Koperasi Nelayan Merah Putih, Ekonomi Pesisir Siap Melaju Lebih Kencang
Bengkulu Bidik PAD Baru dari Perkebunan Sawit, Pajak Air Permukaan Mulai Disiapkan untuk 2027
Harga Avtur Turun, Tiket Pesawat Belum Bergeming! Ini Penyebab Tarif Penerbangan Domestik Masih Mahal Juli 2026
Promo Shopee 4 Juli 2026: Diskon 50 Persen, Voucher Rp188 Ribu dan Promo Serba Rp7 Jadi Buruan
Koperasi Siap Kuasai Bisnis Sawit dari Hulu ke Hilir, Pemerintah Bidik Produksi CPO hingga Minyak Goreng
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 5 Juli 2026 - 09:00 WIB

Dominasi Dolar AS Belum Tumbang, Data Terbaru IMF Ungkap Mata Uang Dunia Masih Bergantung pada Greenback

Minggu, 5 Juli 2026 - 07:00 WIB

Promo Shopee 5 Juli 2026 Banjir Diskon, Traktiran Serba Rp7 hingga Potongan Rp188 Ribu Siap Diburu

Sabtu, 4 Juli 2026 - 18:00 WIB

Pertamina Jamin Pasokan BBM untuk Koperasi Nelayan Merah Putih, Ekonomi Pesisir Siap Melaju Lebih Kencang

Sabtu, 4 Juli 2026 - 11:00 WIB

Bengkulu Bidik PAD Baru dari Perkebunan Sawit, Pajak Air Permukaan Mulai Disiapkan untuk 2027

Sabtu, 4 Juli 2026 - 09:00 WIB

Harga Avtur Turun, Tiket Pesawat Belum Bergeming! Ini Penyebab Tarif Penerbangan Domestik Masih Mahal Juli 2026

Berita Terbaru