6 Saham Undervalued Pilihan Analis, Ada PTBA hingga MLBI yang Bikin Tertarik Investor

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 20 April 2026 - 17:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

JAKARTA – Di tengah pemulihan pasar modal, investor kembali memburu saham berfundamental kuat dengan valuasi rendah. Namun, saham murah tidak selalu berarti menarik, karena sebagian bisa terjebak masalah kinerja.

Analis menekankan pentingnya seleksi ketat agar investor tidak salah masuk. Mereka tidak hanya melihat harga diskon, tetapi juga menilai efisiensi bisnis, kekuatan neraca, hingga kemampuan perusahaan menghasilkan kas.

Pakai kombinasi indikator fundamental

Dalam riset ini, analis menggunakan beberapa indikator utama untuk menyaring saham berkualitas. Mereka memakai EV/EBITDA untuk melihat valuasi menyeluruh perusahaan, termasuk utang dan kas.

Mereka juga menilai Return on Equity (ROE) untuk mengukur efisiensi perusahaan dalam menghasilkan laba dari modal. Selain itu, mereka memeriksa Debt to Equity Ratio (DER) untuk melihat tingkat risiko utang.

Tidak berhenti di situ, analis juga mengecek Interest Coverage Ratio untuk memastikan perusahaan mampu membayar bunga utang dengan aman. Terakhir, mereka menggunakan Dividend Yield untuk melihat seberapa besar perusahaan mengembalikan laba ke pemegang saham.

Baca Juga :  SSMS Tebar Dividen Rp800 Miliar, Kinerja Kuat Bikin Laba Melonjak di 2025

Deretan saham murah dan berkualitas

Hasil penyaringan menunjukkan sejumlah emiten lintas sektor yang saat ini diperdagangkan di bawah nilai wajarnya.

PT Multi Bintang Indonesia Tbk (MLBI) mencuri perhatian karena mencatat ROE sangat tinggi hingga 87%. Meski begitu, pasar hanya memberi valuasi sekitar enam kali EV/EBITDA.

Di sektor energi, PT Baramulti Suksessarana Tbk (BSSR) dan PT Bukit Asam Tbk (PTBA) menawarkan dividend yield tinggi, bahkan menembus lebih dari 11%.

BSSR juga menunjukkan kondisi keuangan sangat sehat. Rasio penutupan bunga perusahaan ini mencapai level sangat tinggi, menandakan beban utang hampir tidak signifikan.

Sementara itu, sektor manufaktur dan infrastruktur menghadirkan PT Arwana Citramulia Tbk (ARNA), PT Citra Tubindo Tbk (CTBN), dan PT Tempo Scan Pacific Tbk (TSPC).

Baca Juga :  ADRO Bagi Dividen Hampir 100% Laba 2025, Investor Panen Jumbo!

Ketiga emiten ini mencatat ROE belasan hingga puluhan persen dengan valuasi EV/EBITDA di kisaran empat hingga enam kali. DER mereka juga tergolong rendah, bahkan di bawah 0,2, yang menunjukkan kekuatan arus kas internal.

Pasar dinilai belum hargai fundamental

Analis menilai pasar belum sepenuhnya mengapresiasi kualitas emiten-emiten tersebut. Perbedaan antara harga saham dan kinerja fundamental menunjukkan adanya ketidakseimbangan sentimen.

Dengan valuasi rendah dan profitabilitas tinggi, saham-saham ini masuk kategori defensif. Perusahaan juga sudah melewati fase belanja modal besar, sehingga lebih banyak menghasilkan arus kas bebas.

Kondisi ini memberi ruang bagi perusahaan untuk membagikan dividen secara konsisten sekaligus melindungi investor dari volatilitas pasar.

Disclaimer: Analisis ini bukan ajakan membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan investor.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

WIFI Kian Dilirik Investor, Internet Rakyat dan Lonjakan Trafik Global Jadi Motor Pertumbuhan Saham Surge
RUPST Telkom 2026 Jadi Ujian Kredibilitas Transformasi Digital dan Keseimbangan Dividen
IHSG Hari Ini 19 Mei 2026 Bergerak Terbatas, Investor Fokus ke Saham Komoditas di Tengah Tekanan Global
IHSG Awal Pekan 18 Mei 2026 Berpotensi Terkoreksi, Ini Skenario Pergerakan dan Rekomendasi Saham Analis
Investor Soroti Rencana Private Placement BABP Jelang RUPS 2026, Potensi Dilusi dan Likuiditas Jadi Perhatian Pasar
Kekayaan Prajogo Pangestu Turun Tajam 2026, Posisi Orang Terkaya RI Bergeser di Tengah Tekanan Saham Grup Barito
IHSG 14 Mei 2026 Bergerak Fluktuatif, Tekanan Asing dan Aksi Jual Big Cap Bayangi Pasar
Laba Perdana Jadi Momentum, GOTO Siapkan Aksi Buyback Jumbo Rp3,5 Triliun
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 3 Juni 2026 - 22:00 WIB

WIFI Kian Dilirik Investor, Internet Rakyat dan Lonjakan Trafik Global Jadi Motor Pertumbuhan Saham Surge

Selasa, 19 Mei 2026 - 17:00 WIB

RUPST Telkom 2026 Jadi Ujian Kredibilitas Transformasi Digital dan Keseimbangan Dividen

Selasa, 19 Mei 2026 - 09:00 WIB

IHSG Hari Ini 19 Mei 2026 Bergerak Terbatas, Investor Fokus ke Saham Komoditas di Tengah Tekanan Global

Senin, 18 Mei 2026 - 08:00 WIB

IHSG Awal Pekan 18 Mei 2026 Berpotensi Terkoreksi, Ini Skenario Pergerakan dan Rekomendasi Saham Analis

Sabtu, 16 Mei 2026 - 13:00 WIB

Investor Soroti Rencana Private Placement BABP Jelang RUPS 2026, Potensi Dilusi dan Likuiditas Jadi Perhatian Pasar

Berita Terbaru