JAKARTA – Korps Brimob Polri menyiapkan pasukan terbaik untuk memperkuat pengamanan objek vital nasional PT Freeport Indonesia melalui Satuan Tugas (Satgas) Operasi Amole 2026. Latihan ini menjadi langkah awal sebelum penugasan di wilayah operasi.
Brigjen Pol. Deonijiu De Fatima memimpin langsung upacara pembukaan Latihan Pra Operasi (Latpraops) Amole 2026 di Lapangan Nagara Yanottama, Satlat Brimob Cikeas, Bogor, Selasa (14/4/2026). Ia menjabat Teknisi KBRN Utama Tk. II Korbrimob.
Sejumlah pejabat utama Korps Brimob Polri turut hadir dalam kegiatan tersebut, termasuk Brigjen Pol. Agustri Heriyanto dan Brigjen Pol. Pradah Pinunjul.
Latpraops Amole 2026 berlangsung selama 28 hari, mulai 12 April hingga 14 Mei 2026. Korps Brimob menggelar pelatihan di tiga lokasi, yakni Satlat Brimob Cikeas, kawasan Gunung Halimun Salak, serta area PT Aneka Tambang Tbk (Antam) Pongkor, Bogor.
Sebanyak 415 personel ikut dalam latihan ini. Mereka berasal dari Mako Korbrimob, Pasukan Pelopor, Pasukan Gegana, Satuan Intelijen, serta dukungan personel dari Satbrimobda Jawa Timur, Kalimantan Barat, Sulawesi Selatan, Kalimantan Tengah, dan Jawa Barat.
Dalam sambutan yang dibacakan Brigjen Pol. Deonijiu De Fatima, Dankorbrimob Polri Komjen Pol. Ramdani Hidayat menegaskan bahwa tugas pengamanan ini merupakan kehormatan dan kepercayaan negara. Ia meminta seluruh personel menjaga profesionalisme dan tetap menghormati hak asasi manusia.
Ia juga mengingatkan personel agar selalu waspada dan tidak meremehkan situasi yang terlihat aman, meski pernah bertugas di lokasi yang sama sebelumnya.
“Saya minta seluruh personel segera beradaptasi dengan kondisi wilayah Papua Tengah, terutama aspek geografis, kultur, dan juridik,” ujarnya.
Korps Brimob Polri menargetkan latihan ini mampu meningkatkan naluri tempur, kesiapan fisik dan mental, serta memperkuat disiplin dan jiwa korsa. Dengan begitu, Satgas Amole 2026 siap menjalankan tugas pengamanan aset strategis negara di lapangan.
Penulis : Idp
Editor : Ichwan Diaspora









