Hapsoro Jual Saham PADI, Publik Kini Kuasai 98,05%

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 17 April 2026 - 16:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

JAKARTA – PT Sentosa Bersama Mitra (SBM), perusahaan milik pengusaha Happy Hapsoro, kembali melepas sebagian kepemilikan saham di PT Minna Padi Investama Tbk (PADI). Setelah aksi ini, porsi saham publik naik hingga 98,056%.

SBM mulai masuk sebagai pemegang saham PADI pada Februari 2025 dengan kepemilikan 5,75%. Saat itu, SBM membeli 650 juta lembar saham di harga Rp15 per saham dengan total nilai transaksi sekitar Rp9,75 miliar.

Namun pada awal Maret 2026, SBM melepas 121,5 juta lembar saham PADI. Perusahaan menjual saham tersebut di harga Rp132 per lembar dan mengantongi dana sekitar Rp16,03 miliar.

Baca Juga :  Rupiah Melemah, IHSG Anjlok, Menkeu Purbaya Buka Suara

Selisih harga beli dan jual membuat SBM mencatat keuntungan sekitar 780% dari investasi awal di saham PADI.

Setelah transaksi itu, nama SBM tidak lagi muncul dalam daftar pemegang saham dengan porsi di atas 5%. Meski begitu, data kepemilikan menunjukkan SBM masih memegang sekitar 4,67% saham PADI.

Di sisi lain, porsi investor publik terus meningkat dan mencapai 98,056% per 31 Maret 2026.

Minat investor terhadap saham PADI juga melonjak sejak Desember 2025. Lonjakan itu terjadi seiring kenaikan harga saham yang sempat menembus lebih dari 100% pada akhir tahun.

Baca Juga :  Lucy Guo: Drop Out Kuliah, Kini Jadi Miliarder dari Bisnis AI

Jumlah pemegang saham PADI bertambah 21.972 investor pada Desember 2025. Kemudian naik lagi 12.629 investor pada Januari 2026 dan bertambah 20.206 investor pada Februari 2026.

Pada perdagangan Selasa (14/4), saham PADI turun 3,76% ke level Rp128 per saham. Dengan laba per saham Rp0,16 pada tahun buku 2025, saham PADI mencatat price to earnings ratio (PER) 798,51 kali.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

5 Ide Bisnis Musim Kemarau, Modal Minim tapi Cuan Mengalir
RUPST BSI (BRIS) Bergeser ke Mei 2026, Ada Agenda Perombakan Manajemen
Ellen May Ikut Akumulasi Saham BBRI, Susul Lo Kheng Hong
Rasio Klaim Asuransi Kesehatan Tembus 183%, Industri Masih Tertekan Biaya Medis
Harga Emas Antam Hari Ini 17 April 2026 Tembus Rp2,88 Juta per Gram, Cek Rinciannya
Menantea Tutup Permanen 25 April 2026, Jerome Polin Ungkap Penyebabnya
CBDK Targetkan Rp563 Miliar Marketing Sales 2026, PIK 2 Jadi Andalan Pertumbuhan
Harga BBM 16 April 2026 Masih Stagnan, Ini Daftar Lengkap di SPBU RI
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 16:00 WIB

Hapsoro Jual Saham PADI, Publik Kini Kuasai 98,05%

Jumat, 17 April 2026 - 14:00 WIB

5 Ide Bisnis Musim Kemarau, Modal Minim tapi Cuan Mengalir

Jumat, 17 April 2026 - 13:00 WIB

RUPST BSI (BRIS) Bergeser ke Mei 2026, Ada Agenda Perombakan Manajemen

Jumat, 17 April 2026 - 12:00 WIB

Ellen May Ikut Akumulasi Saham BBRI, Susul Lo Kheng Hong

Jumat, 17 April 2026 - 11:00 WIB

Rasio Klaim Asuransi Kesehatan Tembus 183%, Industri Masih Tertekan Biaya Medis

Berita Terbaru

Oplus_0

Sungai Penuh

Pendaftaran Pimpinan Baznas Sungai Penuh Diperpanjang

Jumat, 17 Apr 2026 - 21:30 WIB