JAKARTA – Penjualan mobil plug-in hybrid electric vehicle (PHEV) di Indonesia turun tajam pada Maret 2026. Distribusi dari pabrik ke dealer tercatat merosot hampir 50 persen dibanding bulan sebelumnya.
Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan penjualan PHEV mencapai 502 unit pada Januari 2026, naik menjadi 663 unit pada Februari, lalu turun drastis menjadi 345 unit pada Maret. Penurunan dari Februari ke Maret mencapai 47,96 persen.
Chery tetap memimpin pasar PHEV pada Maret 2026 dengan distribusi 160 unit, meski angka ini jauh lebih rendah dibanding Februari yang mencapai 457 unit. Chery mengandalkan Tiggo 8 CSH sebanyak 105 unit dan Tiggo 9 CSH sebanyak 55 unit.
Geely mencatat distribusi 62 unit melalui model Starray EM-i Max dan menempati posisi berikutnya. Jaecoo juga ikut bersaing dengan J7 SHS sebanyak 53 unit dan J8 SHS ARDIS sebanyak 21 unit.
Wuling Darion PHEV mengalami penurunan signifikan dari 109 unit pada Februari menjadi 38 unit pada Maret 2026.
Mazda CX-80 2.5 PHEV mencatat distribusi 9 unit, sementara BMW XM Label dan Lexus RX 450h+ Luxury masing-masing hanya mengirim 1 unit.
Ketua I Gaikindo, Jongkie D. Sugiarto, menjelaskan penurunan ini terjadi karena faktor musiman. Libur panjang Idul Fitri dan cuti bersama pada Maret 2026 membuat aktivitas distribusi ke dealer ikut melambat.
Berikut daftar penjualan PHEV Maret 2026:
Chery Tiggo 8 CSH: 105 unit
Geely Starray EM-i: 62 unit
Chery Tiggo 9 CSH: 55 unit
Jaecoo J7 SHS: 53 unit
Wuling Darion PHEV: 38 unit
Jaecoo J8 SHS: 21 unit
Mazda CX-80 2.5 PHEV: 9 unit
BMW XM Label: 1 unit
Lexus RX 450h+: 1 unit
Penurunan ini menunjukkan pasar PHEV masih fluktuatif dan sangat dipengaruhi faktor kalender kerja serta momentum distribusi.
Penulis : Idp
Editor : Ichwan Diaspora









