JAKARTA – Bisnis minuman teh kekinian Menantea resmi menghentikan seluruh operasional gerai mulai 25 April 2026. Brand yang didirikan oleh Jerome Polin sejak 2021 itu mengakhiri perjalanan setelah lima tahun beroperasi.
Manajemen mengumumkan keputusan ini lewat akun Instagram resmi @menantea.toko pada Senin (13/4/2026). Mereka menyampaikan perpisahan sekaligus mengonfirmasi seluruh cabang akan berhenti beroperasi pada akhir April.
“Berat rasanya menyampaikan ini. Seluruh cabang Menantea akan resmi tutup per 25 April 2026,” tulis manajemen.
Sebagai penutup, Menantea menggelar promo besar selama 10-24 April 2026. Pelanggan bisa membeli minuman dengan harga mulai Rp10 ribu per cup, dan Rp15 ribu khusus cabang Papua.
Sementara itu, kakak Jerome, Jehian Panangian Sijabat, turut menjelaskan alasan di balik penutupan bisnis tersebut. Ia mengakui tim menghadapi banyak tantangan, terutama dari sisi internal.
Menurut Jehian, persaingan bisnis minuman yang semakin ketat memperburuk kondisi. Selain itu, tim juga melakukan kesalahan dalam memilih mitra bisnis dan kurang disiplin menjalankan audit keuangan.
“Kami kurang melakukan riset latar belakang partner dan tidak rutin mengaudit keuangan. Dalam perjalanan, kami menemukan berbagai kesalahan operasional,” jelasnya.
Jerome juga membagikan pelajaran penting dari pengalaman tersebut. Ia mengingatkan pentingnya memahami bisnis secara menyeluruh dan tidak mudah percaya pada pihak lain.
“Jangan gampang percaya, walaupun terlihat berpengalaman. Pastikan kita paham bisnisnya dan buat perjanjian yang jelas sejak awal,” ujar Jerome.
Penutupan Menantea menandai berakhirnya salah satu brand minuman kekinian yang sempat populer di kalangan anak muda Indonesia.
Penulis : Idp
Editor : Ichwan Diaspora









