JAKARTA – Lima siswa MAN 19 Jakarta Selatan menciptakan inovasi energi terbarukan dari minyak jelantah. Mereka tergabung dalam tim AAAAQ Research 19 yang digawangi Alan Hermawan, Athar Narendra Wijaya, Muhammad Nayaka Arya Ganendra, Syaulia Kamila, dan Qnanthi Aysha Karinnina.
Mereka menamai inovasi itu “Mistik” (Minyak Jadi Listrik). Ide ini muncul saat listrik di kelas mereka tiba-tiba padam karena beban berlebih dari penggunaan stop kontak untuk ponsel dan kipas portabel.
Kejadian itu memicu pertanyaan sederhana di antara mereka: bagaimana cara menghasilkan energi tanpa membebani jaringan listrik sekolah?
Di saat yang sama, mereka juga melihat banyak minyak goreng bekas di kantin dan rumah yang terbuang percuma. Dari situ, mereka menggabungkan dua masalah tersebut menjadi satu solusi.
Tim kemudian mengolah minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi. Mereka memanfaatkan panas dari lilin itu untuk menghasilkan listrik dengan bantuan modul Thermoelectric Generator (TEG).
Proses pengembangan tidak berjalan mulus. Mereka harus mencari komposisi lilin yang tepat, menjaga kestabilan panas, dan menyusun rangkaian TEG agar bisa menghasilkan daya yang stabil.
Pada awal percobaan, alat hanya menghasilkan arus kecil. Bahkan beberapa uji coba tidak menunjukkan hasil sama sekali.
Meski begitu, mereka terus mencoba dengan dukungan guru dan orang tua.
Titik balik terjadi ketika prototipe pertama akhirnya berhasil menyalakan dan mengisi daya perangkat kecil. Keberhasilan itu membuat mereka yakin bahwa ide tersebut bisa dikembangkan lebih jauh.
“Waktu itu kami sadar ini bukan lagi sekadar ide,” ungkap salah satu anggota tim.
Inovasi Mistik kemudian mereka daftarkan ke ASRI Awards 2025. Proyek ini berhasil meraih penghargaan The Most Sustainable Idea. Para juri juga memberi masukan terkait peningkatan keamanan dan efisiensi alat.
Melalui proyek ini, para siswa mengubah cara pandang terhadap minyak jelantah. Mereka tidak lagi melihatnya sebagai limbah, tetapi sebagai sumber energi alternatif yang bernilai.
Mereka juga berharap inovasi ini bisa mendorong kesadaran pengelolaan sampah sejak dini, sekaligus membuka peluang pemanfaatan limbah untuk kebutuhan energi sehari-hari.
Penulis : Idp
Editor : Ichwan Diaspora









