Waspada QRIS Palsu, Saldo Bisa Hilang Seketika

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 14 Februari 2026 - 11:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

Jakarta – Seiring meningkatnya transaksi digital, pelaku kejahatan mengembangkan modus baru. Mereka memanfaatkan kode QR palsu untuk menguras saldo korban tanpa diketahui.
Pelaku meniru QRIS milik pedagang asli, termasuk identitas merchant, jenis usaha, dan nominal transaksi. Akibatnya, ketika pembeli memindai QR tersebut, dana langsung masuk ke rekening pelaku, bukan ke pedagang yang sah.

Peringatan Bank Indonesia

Bank Indonesia (BI) mengingatkan masyarakat dan pedagang untuk meningkatkan kewaspadaan. Deputi Gubernur BI, Filianingsih Hendarta, menjelaskan bahwa QRIS dibangun dengan standar keamanan nasional dan praktik terbaik global.
Selain itu, BI, Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI), dan penyelenggara jasa pembayaran (PJP) rutin menyelenggarakan edukasi untuk memperkuat keamanan transaksi digital.

Tanggung Jawab Pedagang

Pedagang memegang peran penting dalam mencegah penyalahgunaan QRIS. Mereka harus menempatkan QRIS di lokasi yang mudah diawasi agar pihak tidak bertanggung jawab tidak bisa menggantinya.
Pedagang juga perlu memantau setiap transaksi, baik melalui pemindaian langsung maupun mesin EDC. Mereka harus memastikan notifikasi pembayaran masuk sebelum menyerahkan barang atau layanan kepada pembeli.

Peran Penting Konsumen

Konsumen juga wajib berhati-hati. Mereka harus memastikan nama merchant yang muncul di aplikasi sesuai dengan nama toko tempat berbelanja.
Jika konsumen menemukan ketidaksesuaian, misalnya nama penerima berbeda dengan nama toko, mereka sebaiknya membatalkan transaksi. Langkah ini membantu mencegah kerugian sejak awal.

Pengawasan dan Perlindungan Konsumen

BI dan ASPI terus memantau penyelenggara QRIS sekaligus memperkuat perlindungan konsumen. Filianingsih menekankan bahwa semua pihak harus bekerja sama untuk menekan peredaran QR palsu.
Dengan kewaspadaan pedagang dan konsumen, transaksi digital tetap aman, dan masyarakat terus mempercayai sistem pembayaran nasional.
Baca Juga :  Masjid IKN Siap Layani Tarawih Ramadan 1447 H

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

Gaji ke-13 ASN Cair Mulai Juni 2026, Tanpa Potongan
Mayoritas Anak Muda Dukung KHGT Muhammadiyah, Bosan Polemik Lebaran
Koperasi Merah Putih Tawarkan Kredit 6 Persen, Rentenir Siap Tersingkir!
Brimob Berbagi Sembako di Medan Timur, Wujud Kepedulian Lewat Program Minggu Kasih
Brimob Bersihkan Musala di Calang, Wujudkan Mako ASRI
Brimob Kawal Huntap Korban Bencana di Aceh Tamiang
Pemerintah Perkuat Penyebaran Informasi Selama Arus Mudik dan Balik Lebaran 
Prajurit TNI Ini Mendadak Tajir, Modal Rp5.000 Jadi Rp50 Miliar
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 3 April 2026 - 18:00 WIB

Gaji ke-13 ASN Cair Mulai Juni 2026, Tanpa Potongan

Jumat, 3 April 2026 - 17:00 WIB

Mayoritas Anak Muda Dukung KHGT Muhammadiyah, Bosan Polemik Lebaran

Jumat, 3 April 2026 - 16:00 WIB

Koperasi Merah Putih Tawarkan Kredit 6 Persen, Rentenir Siap Tersingkir!

Jumat, 3 April 2026 - 12:00 WIB

Brimob Berbagi Sembako di Medan Timur, Wujud Kepedulian Lewat Program Minggu Kasih

Jumat, 3 April 2026 - 09:00 WIB

Brimob Bersihkan Musala di Calang, Wujudkan Mako ASRI

Berita Terbaru

Oplus_0

Nasional

Gaji ke-13 ASN Cair Mulai Juni 2026, Tanpa Potongan

Jumat, 3 Apr 2026 - 18:00 WIB

Oplus_0

Olahraga

Neriman Özsoy, Pevoli Turki di Proliga 2026

Jumat, 3 Apr 2026 - 15:30 WIB