JAKARTA – Vivo kembali menggebrak pasar smartphone kelas atas dengan meluncurkan Vivo X300 FE di Singapura. Kehadiran perangkat ini langsung mencuri perhatian pecinta gadget karena Vivo menggabungkan konsep flagship-lite dengan fitur fotografi profesional yang biasanya hanya muncul di seri Ultra.
Perusahaan teknologi asal Tiongkok itu menargetkan pengguna yang ingin merasakan performa premium tanpa harus membayar harga tertinggi di kelas flagship. Strategi ini terlihat jelas dari kombinasi spesifikasi, fitur kamera ZEISS, serta aksesori tambahan yang memperluas kemampuan fotografi jarak jauh.
Peluncuran Vivo X300 FE juga menandai semakin ketatnya persaingan smartphone premium di Asia Tenggara pada 2026. Pasar Singapura kembali menjadi panggung awal sebelum perangkat ini berpotensi masuk ke negara lain di kawasan, termasuk Indonesia yang dikenal sangat responsif terhadap lini Vivo seri X.
Harga dan Ketersediaan
Vivo mulai memasarkan X300 FE di Singapura pada 6 Juni 2026. Perusahaan menetapkan harga awal sekitar 1.099 dolar Singapura atau setara Rp13,2 juta. Di luar perangkat utama, Vivo juga menawarkan aksesori Telephoto Extender Kit yang dibanderol sekitar 299 dolar Singapura atau kurang lebih Rp3,6 juta.
Vivo menempatkan aksesori tersebut sebagai nilai tambah utama. Perusahaan tidak hanya menjual smartphone, tetapi juga membangun ekosistem fotografi mobile yang lebih serius untuk pengguna kreatif, content creator, hingga penggemar fotografi jarak jauh.
Desain Kamera Jadi Sorotan Utama
Vivo X300 FE membawa konfigurasi tiga kamera belakang yang terdiri dari kamera utama ZEISS 50MP, kamera ultrawide 8MP, dan kamera telephoto ZEISS 50MP. Vivo menekankan kemampuan kamera telephoto sebagai pembeda utama dari kompetitor di kelas harga yang sama.
Perusahaan juga menghadirkan ZEISS Telephoto Extender Gen 2 yang mampu meningkatkan kemampuan zoom hingga 200mm. Dengan tambahan ini, pengguna dapat mengambil foto subjek dari jarak jauh tanpa kehilangan detail penting.
Vivo sebelumnya sudah memperkenalkan konsep extender ini pada seri X300 Ultra. Kini, perusahaan membawa teknologi tersebut ke versi FE agar lebih banyak pengguna bisa merasakan pengalaman serupa tanpa harus membeli perangkat paling mahal.
Teknologi AI Tingkatkan Kualitas Foto
Vivo tidak hanya mengandalkan hardware. Perusahaan juga memperkuat sisi pemrosesan gambar dengan AI True Clarity Engine. Sistem ini menggabungkan beberapa teknologi seperti NICE 3.0 Optical Reconstruction Engine, MAGIC 2.0 Image Restoration Engine, dan Magic Cloud.
Kombinasi tersebut membantu meningkatkan ketajaman gambar, mengurangi noise, serta mempertahankan detail pada kondisi pencahayaan rendah. Vivo menargetkan hasil foto tetap stabil baik dalam kondisi siang hari maupun malam hari.
Selain itu, Vivo menambahkan Stage Mode yang dirancang khusus untuk konser, pertunjukan, atau acara live. Mode ini membantu kamera menangkap subjek dengan lebih fokus meski berada di tengah pencahayaan panggung yang berubah-ubah.
Untuk pengguna yang sering memotret di kondisi gelap, Vivo menyediakan Flash Portrait Mode. Fitur ini menjaga pencahayaan wajah tetap seimbang sehingga hasil foto tetap terang tanpa kehilangan nuansa alami.
Strategi Vivo di Pasar Flagship-Lite
Vivo tampak ingin mengisi celah antara smartphone flagship mahal dan perangkat kelas menengah premium. Dengan label “FE”, perusahaan menawarkan spesifikasi tinggi dengan harga yang lebih terjangkau dibanding varian Ultra.
Langkah ini juga memperlihatkan perubahan tren di industri smartphone, di mana produsen tidak lagi hanya bersaing pada spesifikasi mentah, tetapi juga pada pengalaman pengguna, terutama di sektor kamera dan AI.
Kehadiran Telephoto Extender Kit juga memperkuat posisi Vivo di segmen fotografi mobile. Alih-alih hanya meningkatkan resolusi kamera, Vivo memperluas kemampuan optik yang biasanya hanya ditemukan pada kamera profesional.
Peluang di Pasar Indonesia
Meski baru meluncur di Singapura, banyak pengamat memperkirakan Vivo X300 FE berpotensi masuk ke Indonesia. Pasar Indonesia dikenal memiliki basis pengguna besar untuk seri Vivo X, terutama karena minat tinggi pada fotografi smartphone dan konten media sosial.
Jika Vivo membawa perangkat ini ke Indonesia dengan harga kompetitif, X300 FE berpeluang menjadi salah satu smartphone yang paling menarik di kelas Rp13 jutaan.
FAQ
1. Apa keunggulan utama Vivo X300 FE?
Keunggulan utama terletak pada kamera ZEISS 50MP dan dukungan Telephoto Extender yang mampu menghasilkan zoom hingga 200mm.
2. Berapa harga Vivo X300 FE di Singapura?
Harga mulai sekitar 1.099 dolar Singapura atau setara Rp13,2 juta.
3. Apakah aksesori zoom dijual terpisah?
Ya, Telephoto Extender Kit dijual terpisah dengan harga sekitar 299 dolar Singapura.
4. Apa saja fitur kamera unggulan lainnya?
Vivo menghadirkan AI True Clarity Engine, Stage Mode untuk konser, dan Flash Portrait Mode untuk kondisi minim cahaya.
5. Apakah Vivo X300 FE akan masuk Indonesia?
Vivo belum mengumumkan resmi, tetapi peluang masuk Indonesia cukup besar melihat tren pasar seri X sebelumnya.
Penulis : Mosa
Editor : Ichwan Diaspora









