Jambi – Universitas Jambi (UNJA) resmi meluncurkan Program Pendidikan Dokter Spesialis. Wakil Gubernur Jambi, Drs. H. Abdullah Sani, M.Pd.I, menyambut baik langkah ini. Menurutnya, program ini akan meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang kesehatan. Selain itu, program ini juga memperkuat pelayanan medis di Provinsi Jambi.
Peresmian Program di FKIK UNJA
Peluncuran berlangsung di Auditorium Lantai 6 Gedung FKIK UNJA, Rabu (11/2/2026) pagi. Acara dihadiri Dekan FKIK UNJA, Dr. dr. Humaryanto, dan perwakilan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI. Bupati/Wali Kota se-Provinsi Jambi juga mengikuti secara virtual. Selain itu, kegiatan ini menandai kerja sama pemerintah dan universitas dalam meningkatkan layanan kesehatan.
Wagub Tekankan Kesehatan sebagai Fondasi Pembangunan
Wagub Sani menegaskan sektor kesehatan menjadi fondasi utama pembangunan manusia berkualitas. Pernyataan ini sejalan dengan Perda Provinsi Jambi Nomor 4 Tahun 2025 tentang RPJMD 2025–2029. Perda itu menempatkan “kesehatan untuk semua” sebagai prioritas pembangunan.
“Akses merata terhadap layanan kesehatan yang aman, bermutu, dan terjangkau menjadi syarat penting untuk mewujudkan masyarakat sehat dan berdaya,” ujar Sani.
Ia menambahkan penguatan sistem kesehatan harus dilakukan menyeluruh. Mulai dari ketersediaan fasilitas, tenaga medis, hingga pembiayaan yang adil. Selain itu, upaya promotif dan preventif perlu diperkuat untuk menekan beban penyakit.
Program Dokter Spesialis Dekatkan Pendidikan ke Daerah
Sani menekankan pembangunan kesehatan tidak bisa dipisahkan dari pendidikan berkualitas. Oleh karena itu, program Pendidikan Dokter Spesialis UNJA akan memudahkan putra-putri daerah mengakses pendidikan kedokteran spesialis.
“Kami berharap program ini mampu memenuhi pemerataan dokter spesialis hingga wilayah 3T di Provinsi Jambi,” katanya.
Lebih lanjut, ia meminta evaluasi berkala agar lulusan tetap sesuai standar kompetensi nasional. Peserta didik harus menguasai teori dan keterampilan klinis.
FKIK UNJA Sebut Peluncuran sebagai Tonggak Transformasi
Dekan FKIK UNJA, Dr. dr. Humaryanto, menyebut peluncuran program sebagai tonggak transformasi pendidikan kedokteran di Jambi.
“Hari ini bukan sekadar capaian akademik, tetapi langkah besar menyiapkan dokter spesialis yang kompeten dan profesional untuk menjawab kebutuhan pelayanan kesehatan regional maupun nasional,” kata Humaryanto.
Ia menambahkan izin operasional program telah diterbitkan Kementerian Pendidikan. Proses ini melibatkan percepatan dari Kementerian Kesehatan. Dengan demikian, program ini resmi berjalan secara legal dan terstruktur.
Dukungan Stakeholder untuk Beasiswa dan Sarana
Program dokter spesialis membutuhkan dukungan besar. Oleh sebab itu, FKIK UNJA mengajak pemerintah kabupaten/kota, Pemprov Jambi, Bank Jambi, dan BPJS menyiapkan skema beasiswa.
“Kami ingin peserta didik tidak terbebani biaya tinggi. Dukungan stakeholder penting karena mereka akan kembali bertugas di daerah masing-masing,” jelas Humaryanto.
Harapan Mengatasi Kekurangan Tenaga Medis
Dengan hadirnya Program Pendidikan Dokter Spesialis UNJA, Provinsi Jambi diharapkan mampu mengatasi kekurangan tenaga medis ahli secara bertahap. Selain itu, program ini menjadi strategi penting untuk memperkuat pelayanan kesehatan di seluruh wilayah Jambi.